
"siapa wanita itu???" bathin zahra namun gengsinya yang terlalu besar membuat ia nengurungkan niat nya walau hanya sekedar bertanya,
Setelah tamu wanita itu pergi zein kembali masuk dengan wajah kusut! Sambil membawa sebuah paper bag yang entah apa isinya,
"sudah pulang tamunya? Ko gak di suruh masuk" tanya zahra basa basi
"sudah" jawab zein singkat!
Melihat ekspresi datar zein tentu membuat hati zahra bertanya tanya,
"perasaan tadi pas baru nerima tamu wajahnya sumringah deh! Kenapa sekarang jadi datar gitu kaya triplek," bisik zahra namun masih terdengar jelas oleh zein
"kamu kenapa ?"
"kenapa apanya? Perasaan biasa aja dech!"
"aku gak tuli loh! Tadi aku denger kamu ngomong apa!"
'ya kalau kamu denger kenapa pake nanya bambang' bathin zahra,
"gak papa aku ke kamar dulu yah mau lanjutin yang semalam" pekik zahra
'memang semalam dia ngapain??' bathin zein sementara zahra melanjutkan tidurnya zein lebih memilih membuka laptopnya sambil membuka beberapa berkas yang di kirim stap kantor tadi pagi, hingga tak sadar waktu sudah menunjukan pukul sebelas siang hujan di luar pun sudah mulai mereda,
Terlalu pokus pada layar yang ada di hadapannya hingga tak sadar zahra sudah terbangun dan sedang berada tepat di belakang nya,
"kang lagi ngapain??"
"e 'enggak lagi belajar komputer aja biar pinter "
__ADS_1
"tapi tadi aku liat akang lihay banget mainin jarinya"
"masa sih?"
"di kira zahra ngelindur apa" zein pun terkekeh mendengar ocehan dari sang istri,
Menuju lemari pendingin zahra melihat ada sebuah boba di hadapan nya
"kang ini ko ada boba punya nya siapa"
"Tadi bibi arumi yang nganterin katanya buat kamu!"
"tumben bibi baik banget" tanpa ba bi bu zahra meminum boba pemberian bibinya, selain merasa haus boba juga salah satu minuman favorite nya apalagi yang rasa mocca late,setengah jam kemudian hujan kembali deras di sertai kilatan petir,
"kang tubuh aku ko panas?" lirihnya
"kang" tubuh zahra terasa semakin panas bahkan setelah di mandikan air dingin,
"sepertinya ada yang salah dengan minuman tadi" ucap zein,
Deg!
"pasti ini ulah bibi" zein mengerutkan dahinya tak mengerti dengan apa yang di ucapkan istrinya,
"maksud kamu"
"bibi pasti sudah mencampur minuman itu dengan obat perangsang!"
Semakin lama zahra semakin tidak kuat dengan hawa panas yang menjalar di tubuhnya, hingga ia menarik paksa tubuh zein
__ADS_1
"tolong aku!"
"apa kamu yakin"
Sejujurnya ia merasa senang dengan apa yang sedang di alami zahra namun ia akan merasa sangat berdosa jika melakukan nya tanpa ada dasar cinta,
Zein memberanikan diri membopong tubuh zahra
"sekali lagi aku bertanya apa kamu ikhlas memberikan nya untuku?"
"kamu suamiku tidak ada yang salah jika aku memberikan nya untukmu"
"tapi aku tidak mau suatu saat kamu menyesalinya karna hal ini"
"tidak ada yang harus aku sesali semua sudah takdir"
"baiklah jika itu maumu " zein mulai melakukan aksinya meski ia merasa gugup dan pertama kali nya namun ia mau membuat hal ini adalah hal yang paling berkesan di hidupnya,
Zein mulai bermain di bibir zahra awalnya hanya ciuman biasa lama lama adik kecilnya menuntut sesuatu yang lebih
Ketika zein mencoba membuka kancing baju milik zahra zahra menghentikan nya
"akang hapal do'a memulai hubungan?" tanya zahra
"hapal di luar kepala"
siang ini zein berhasil membobol pertahanan zahra meski dengan campur tangan arumi tentunya,
"untung ganteng" bathin zahra sambil terkulai lemas,
__ADS_1