
sampai sebelum tidurpun kita masih sempat telponan berjam jam untuk mengenang kebersamaan kita dulu .
rasa yang dulu memudar seakan terang kembali , yang dulu mati seakan hidup kembali .
dan itu juga yang di rasakan Dara , perpisahan itu hanya karena emosi sesaat bukan karena keinginannya .
keesokan hari di pagi yang cerah handphone ku berdering ...
" halo Dara .. " aku mengangkat telpon
" ko Dara sih , Dara siapa Ram " jawab Airin
aku langsung diam sejenak karena ternyata yang menelpon ku Airin .
" ohh Airin , engga itu apa Dara itu temen yang jualan online gitu , aku pesan celana ke dia "
jawabku berbohong
" bener ! ga bohong kan Rama " tanya Airin
" beneran Airin , masa aku bohong sama kamu sih " jawabku meyakinkan Airin
" ya udah kamu mau jemput aku setelah pemakaman atau mau ikut pemakamannya Rama ? " tanya Airin
" aku mau nemenin kamu Airin " jawabku
" ya sudah aku tunggu Rama , terima kasih kamu selalu berusaha ada untukku Rama " ujar Airin
" sebisa mungkin aku akan selalu ada di sampingmu apapun yang terjadi Airin " jawabku
setelah bersiap aku langsung bergegas pergi untuk menemani Airin di pemakaman alm kak Hilman .
__ADS_1
selama pemakaman Airin tak henti meneteskan air matanya .
dia terlihat sangat rapuh dan teramat sedih atas meninggalnya kak Hilman .
aku tak tau seberapa dekat dia dengan kak Hilman sehingga dia sebegitu sedih kehilangannya .
aku tak mencoba mencari tau itu dulu karena melihat Airin begitu terpukul .
meski di hati ada sedikit rasa cemburu karena sebegitu besar sayang Airin pada kak Hilman sampai dia sangat bersedih .
setelah pemakaman selesai keluarga dan yang lain sudah meninggalkan makam , tinggal aku bersama Airin di sana .
" sudah Airin , kamu yang kuat ya " kata ku
" iya Rama , aku masih ga nyangka aja , kaya mimpi tapi ini kenyataannya " jawab Airin
" ga ada yang bisa menolak kehendak ALLAH SWT Airin , kita doain aja ya semoga dia tenang di sana dan di tempatkan di tempat terbaik " kata ku
handphone ku bergetar , seperti ada yang menelpon ku , aku coba melihat perlahan dan ternyata yang menelpon itu Dara .
" eehh bentar ya Airin , adik aku telpon " aku berbohong
" iya Rama " jawab Airin
aku langsung menjauh dari Airin karena takut ketahuan Dara yang menelepon ku .
" halo Dara , kenapa Dara ? " jawabku
" hari ini kamu ada acara ga ? " tanya Dara
" jam berapa Dara ? kalau sore aku ga ada acara sih kayanya ' jawabku
__ADS_1
" ya udah sore ya , temenin aku beli sesuatu Rama , mau kan ? " tanya Dara
" iya Dara , nanti kabarin aja ya " jawabku
tiba tiba Airin menghampiri
" si adik kenapa Rama ? " tanya Airin
" eehh ya udah nanti di jemput ya " aku menutup telpon itu supaya Airin tak curiga
" engga itu dia minta jemput nanti sore " jawabku sedikit gugup
" bener yang nelpon si adik , ko jawabnya gugup gitu Rama ? " tanya Airin
" beneran si adik yang telpon , minta jemput " jawabku lagi lagi berbohong
" ya udah , hayu kita pulang Rama , kalau di sini terus aku sedih terus inget alm " ajak Airin
" udah dong , kasihan dia kalau kamu nangis terus Airin , biarin dia tenang di sana ya " jawabku
akhirnya kita pulang , di tengah perjalan Airin bertanya kepadaku
" Rama , kamu ga marah sama aku ? " tanya Airin
" marah ? marah kenapa ? " jawabku
" ya aku sudah bohong sama kamu , kamu beneran ga marah ? " tanya Airin
" engga marah ko , aku orang baru di hidupmu dan aku merasa ga pantas marah karena masa lalu kamu Airin " jawabku
" terus kenapa kamu ga nanya soal kak Hilman ? " tanya Airin
__ADS_1
" aku melihat kamu begitu terpukul , aku cuma ga mau liat kamu makin sedih , itu aja Airin " jawabku