JANJI DIKALA ITU

JANJI DIKALA ITU
Dia Airin


__ADS_3

Airin yang menurutku punya pikiran yang berbeda , sudut pandang yang berbeda dari kebanyakan wanita .


dia memahami keadaan tapi tidak membenarkan juga kesalahanku .


dia menasehati ku karena sifat buruk ku dan mengajarkanku bagaimana cara menghargai dan memahami seorang wanita .


" merubah sifat buruk itu ga akan mudah Ram , harus ada kemauan dari kamunya juga sendiri , orang lain mah cuma bisa menasehati aja " Airin menasehatiku


" iya Airin , akan ku coba " jawabku


" pasti perlu proses dan waktu , tapi kamu harus tetap semangat , buat kebaikan kamu juga ko Rama " ujar Airin


" terima kasih banyak Airin , aku sudah sedikit lega sekarang " jawabku


" iya sama sama Rama , udah malem nih Ram , pulang yu " ajak Airin


" aku anterin kamu pulang ya Airin " tanyaku


" oke baiklah " jawab Airin


aku benar benar merasa nyaman bercerita dengan Airin di pertemuan pertamaku , merasa aneh dan merasa ko bisa ya tapi memang itu yang terjadi dan yang aku rasakan .


dari semenjak itu aku berusaha merubah sifat ku untuk lebih menghargai wanita seperti apa yang Airin bilang padaku .


aku mulai tidak terlalu banyak mendekati wanita wanita di kampus walau itu sangat sulit , seperti ada yang kurang saja .


tapi aku berusaha untuk itu .

__ADS_1


suatu hari saat aku sedang berjalan di lorong kampus aku melihat Airin , berjalan bersama anak populer di kampus , sebut saja dia Rudi .


Rudi si anak basket dan sekaligus kapten tim ini sangat populer dan di gemari di sini .


Rudia yang bermuka rupawan ini juga di gandrungi wanita wanita di sini .


mungkin tak ada wanita yang tak mengenalnya .


aku tak begitu kaget melihatnya karena Airin yang menurutku berbeda dengan wanita lain dekat dengan Rudi di anak populer di kampus .


menurutku mereka memang cocok .


yang ada di benakku mereka memang sudah dekat atau bahkan sudah berpacaran , terlihat dari cara mereka berbicara , tersenyum dan dari gestur tubuh mereka .


sangat menjelaskan kedekatan mereka .


" hey Rama " sapa Airin padaku


" hey Rin " jawabku dengan santai


" gimana ? sudah merasa lega sekarang " tanya Airin padaku


" lumayan Rin , terima kasih ya " jawabku


" baiklah , nanti kalo kamu mau cerita , cerita aja oke "


mataku terfokus ke Rudi yang melihatku dengan sinis mungkin karena aku berbincang dengan kekasihnya atau apa aku tidak tau .

__ADS_1


" Rin ayo nanti telat " ajak Rudi pada Airin


" iya Rudi sebentar " jawab Airin pasa Rudi


" Ram , aku pergi dulu ya " Airin berpamitan kepadaku


merekapun pergi , entah kemana aku tidak tau , tapi aku sangat penasaran melihat kedekatan Rudi dan Airin .


aku mencari tau kedekatan mereka .


setiap hari aku memperhatikan Airin juga Rudi , apakah memang mereka berpacaran atau hanya baru dekat saja .


aku melihat mereka berangkat kuliah bersama , mengerjakan tugas bersama , mengikuti kegiatan bakti sosial bersama .


tapi itu belum bisa memastikan mereka berpacaran atau tidak .


hingga akhirnya mereka pergi ke perpustakaan dan aku mengikuti mereka .


aku ingin mendengar dan melihat lebih dekat lagi kebersamaan mereka .


mereka berdua duduk di sebuah meja perpustakaan dan bersama membaca sebuah buku , tak tau buku apa yang mereka baca tapi terlihat seperti buku olahraga , terlihat dari covernya .


aku berusaha mendekati mereka dengan cara berpura pura mencari buku di rak yang dekat dengan meja mereka .


mencoba mendengar percakapan mereka dan berharap menemukan titik terang tentang kedekatan mereka .


tapi tiba tiba . . .

__ADS_1


" GGUUUBBRAAAKK "


__ADS_2