
Airin yang menurutku punya pikiran yang berbeda , sudut pandang yang berbeda dari kebanyakan wanita .
dia memahami keadaan tapi tidak membenarkan juga kesalahanku .
dia menasehati ku karena sifat buruk ku dan mengajarkanku bagaimana cara menghargai dan memahami seorang wanita .
" merubah sifat buruk itu ga akan mudah Ram , harus ada kemauan dari kamunya juga sendiri , orang lain mah cuma bisa menasehati aja " Airin menasehatiku
" iya Airin , akan ku coba " jawabku
" pasti perlu proses dan waktu , tapi kamu harus tetap semangat , buat kebaikan kamu juga ko Rama " ujar Airin
" terima kasih banyak Airin , aku sudah sedikit lega sekarang " jawabku
" iya sama sama Rama , udah malem nih Ram , pulang yu " ajak Airin
" aku anterin kamu pulang ya Airin " tanyaku
" oke baiklah " jawab Airin
aku benar benar merasa nyaman bercerita dengan Airin di pertemuan pertamaku , merasa aneh dan merasa ko bisa ya tapi memang itu yang terjadi dan yang aku rasakan .
dari semenjak itu aku berusaha merubah sifat ku untuk lebih menghargai wanita seperti apa yang Airin bilang padaku .
aku mulai tidak terlalu banyak mendekati wanita wanita di kampus walau itu sangat sulit , seperti ada yang kurang saja .
tapi aku berusaha untuk itu .
__ADS_1
suatu hari saat aku sedang berjalan di lorong kampus aku melihat Airin , berjalan bersama anak populer di kampus , sebut saja dia Rudi .
Rudi si anak basket dan sekaligus kapten tim ini sangat populer dan di gemari di sini .
Rudia yang bermuka rupawan ini juga di gandrungi wanita wanita di sini .
mungkin tak ada wanita yang tak mengenalnya .
aku tak begitu kaget melihatnya karena Airin yang menurutku berbeda dengan wanita lain dekat dengan Rudi di anak populer di kampus .
menurutku mereka memang cocok .
yang ada di benakku mereka memang sudah dekat atau bahkan sudah berpacaran , terlihat dari cara mereka berbicara , tersenyum dan dari gestur tubuh mereka .
sangat menjelaskan kedekatan mereka .
" hey Rama " sapa Airin padaku
" hey Rin " jawabku dengan santai
" gimana ? sudah merasa lega sekarang " tanya Airin padaku
" lumayan Rin , terima kasih ya " jawabku
" baiklah , nanti kalo kamu mau cerita , cerita aja oke "
mataku terfokus ke Rudi yang melihatku dengan sinis mungkin karena aku berbincang dengan kekasihnya atau apa aku tidak tau .
__ADS_1
" Rin ayo nanti telat " ajak Rudi pada Airin
" iya Rudi sebentar " jawab Airin pasa Rudi
" Ram , aku pergi dulu ya " Airin berpamitan kepadaku
merekapun pergi , entah kemana aku tidak tau , tapi aku sangat penasaran melihat kedekatan Rudi dan Airin .
aku mencari tau kedekatan mereka .
setiap hari aku memperhatikan Airin juga Rudi , apakah memang mereka berpacaran atau hanya baru dekat saja .
aku melihat mereka berangkat kuliah bersama , mengerjakan tugas bersama , mengikuti kegiatan bakti sosial bersama .
tapi itu belum bisa memastikan mereka berpacaran atau tidak .
hingga akhirnya mereka pergi ke perpustakaan dan aku mengikuti mereka .
aku ingin mendengar dan melihat lebih dekat lagi kebersamaan mereka .
mereka berdua duduk di sebuah meja perpustakaan dan bersama membaca sebuah buku , tak tau buku apa yang mereka baca tapi terlihat seperti buku olahraga , terlihat dari covernya .
aku berusaha mendekati mereka dengan cara berpura pura mencari buku di rak yang dekat dengan meja mereka .
mencoba mendengar percakapan mereka dan berharap menemukan titik terang tentang kedekatan mereka .
tapi tiba tiba . . .
__ADS_1
" GGUUUBBRAAAKK "