
Dara langsung menarik tanganku , dan langsung memaki di depan semua orang .
terlihat dia sangat marah dan kecewa sehingga dia luapkan semuanya .
dengan seribu kata cacian dan makian dia lontarkan bertubi tubi .
apa yang dia bawa di lempar kepadaku dengan penuh amarah .
aku hanya bisa tenang dan berfikir cepat untuk mengatasi situasi seperti ini .
dan akhirnya . . .
" hey hey Dara sudah !! ' aku mulai memegang kedua pundaknya
" dengerin aku ya , aku sudah tau kamu kesini karena tadi aku liat kamu di depan "
" akupun tau kamu bakal ngasih kejutan buat aku , makanya aku pura pura duduk di sini sama wanita itu cuma mau ngejailin kamu "
" aku cuma mau liat ekspresi kamu ketika liat aku deket sama wanita lain dan ternyata aku bener bener beruntung punya pacar yang sangat menyayangiku seperti kamu Dara "
" sangat terlihat ketika kamu marah "
" percaya sama aku , aku ga bakalan ngecewain kamu apalagi deket sama yang lain , karena kamu saja cukup dan semua sudah ada di kamu Dara " mengusap rambut , menghapus air mata dan memeluknya
__ADS_1
Dara termakan kata kataku dan mulai tersenyum dan menghentikan tangisnya .
" tapi ga lucu Rama !!! , aku ga bisa bayangin kalo itu bukan pura pura " ujar Dara
" iya maaf Dara , udah jangan nangis , ga pantes air mata jatuh di wajah secantik kamu " kelihaianku mulai bekerja dengan baik
" seperti inilah kamu Rama , selalu bisa buat aku nyaman dan tersenyum , terima kasih " Dara menjawab gombalanku
akhirnya Dara mengambil kado yang dia lempar padaku dan memberikannya .
akupun langsung membuka kado kecil dari Dara .
terlihat sebuah jam tangan hitam dan terlihat keren .
ancam Dara
" bagus banget Dara , terima kasih ya "
" dengan memakai jam ini , setiap hari , setiap jam , setiap menit , setiap detik dan setiap saat aku bakalan inget dan tambah sayang sama kamu " gombalanku bertubi tubi
" udah dong gombalnya Rama " Dara tersenyum tersipu
" lapar nih , makan yu " sambil menggenggam tangan Dara
__ADS_1
" oke Rama , mau makan dimana " tanya Dara
akhirnya kita pergi ke sebuah cafe yang sering kita datengin .
cafe yang penuh cerita aku bersama Dara .
cafe yang jadi saksi dulu aku nembak Dara , aku bernyanyi di panggung kecil dan menyanyikan lagu buatanku sendiri .
aku dan Dara menyebut cafe itu " RUMAH KITA " karena di sana banyak kenangan aku bersamanya .
tak lama kita sampai di sana , kita mencari tempat duduk dan memesan makanan .
"aku ga akan pernah bosen ke sini , dan ga akan pernah lupa momen momen disini "
" aku masih ingat pertama kita ke sini waktu masih PDKT dulu , pas kamu numpahin air di baju aku dan langsung panik ga karuan "
" momen yang paling di ingat dan ga akan pernah lupa saat kamu nembak aku , naik ke panggung dan menyanyikan lagu kamu sendiri buat aku " Dara dengan raut wajah yang sangat bahagia
" terus masih inget ga kata kata yang aku ucapin pas udah nyanyi ?? " tanyaku
" inget dongg !! gini "
" aku bukan Romeo yang rela mati untuk Juliete , aku bukan Jack yang terus berjuang demi Rose , aku bukan Habibi yang selalu ada di samping Ainun , tapi aku Rama , orang yang akan selalu menyayangimu dengan cara aku sendiri dan tak akan ada yang bisa mencintaimu seperti aku " Dara menirukan kata kataku dengan tepat .
__ADS_1