Jatuh Cinta Kepada Bos

Jatuh Cinta Kepada Bos
14


__ADS_3

"vidio apasih maksud lo"shasha merasa heran ia mulai khawatir tentang viduo yang di maksud Angga


"vidio rekaman CCTV saat gua nyentuh lo klo gua si gk masalah kalo muka gua ke ekspos lagian orang orang gak ada yang tau wajah gua kaya gimna tapi kalo muka lo ke ekspose gimna ya"Angga mengancam shasha ia sudah terllu marah tak ada pilihan lain selain jalan ini pikirnya


tangisan shasha sudah tak terbendung sangat sakit jika ia memikirkan hal itu kembali "emng dasar ya lu brengsek mati aja lu sono"


"maaf"ucap Angga dalam hati


"terserah lu mau nangis kaya apa yang penting sekarang lo gak bisa nolak pernikahan ini"sambung Angga membentak Shasha tapi jauh dari lubuk Hati Angga ia sangat merasa bersalah dan ingin rasanya ia minta maaf dan memeluk shasha


Angga pun berlalu peegi dari tempat itu ia berfikir untuk memberi ruang agar Shasha bisa tenang


"****.... ****...... **** banget si gue bisa² nya gue nyakitin dia....."pekik Angga memukuli puncak kepalanya sendiri


Sementara itu shasha yang masih menangis memeluk kedua kakinya hanya bisa berfikir kenapa hidupnya begitu sulit


"Ayah..... kenapa sii idup shasha begini amat"ucapnya menangis lirih ia tak sanggup lagi memikirkan hidupnya yang berantakan setelah kepergian ayahnya


di sela² tangisannya ia juga berfikir "buat apa sedih buat apa nangis gak ada gunanya ini itu cobaan yang harus gue lewatin gue harusnya berjuang bukan nagis kaya gini"gumamnya dalam hati ia pun bangkit dan mencoba menyemangati dirinya sendiri

__ADS_1


shasha keluar dari kamar Angga ia mencari cari Angga tapi tak ada keberadaan Angga di mana pun ia pun bertanya pada salah seorang pelayan


"Bi.... bi..... liat tuan Angga tidak.... "ucap shasha pada pelayan


"tuan muda ada di halaman belakang nyonya muda"jawab pelayan itu lalu berlalu pergi setelah membungkuk kepada Shasha


"lah nyonya muda.......apaan sii..... kok nyonya muda..... biasanya juga panggil nona"Shasha terheran heran denagn ucapan pelayan tadi tapi ia tak terlalu memikirkan ia hanya memukirkan akan menjewer kuping Angga sajq ia pun berlalu pergi ke taman belkang sesuai apa yang di tunjukan oleh pelayan tadi....


di perjalanannya menuju taman belakang (maklum lah ya jauh rumah Angga kan gede)


ia kembali terheran heran setelah para pelayang membungkukan badannya dan memanggilnya nyonya muda


"lah......lah..... kenapa semua panghil gue nyonya muda si aneh banget.... "ia merasa sangat heran tapi bodo matlah sekarang yang ia pikirkan hnya ingin memarahi Angga entah kenapa ia dulu takut tapi kini ia berani mau mati juga bodo amat pikirnya


setelah berada di taman belakang ia pun melihat sesosok tampan yang sedang memegang kepalanya yang tak lain adalah Angga


"Angga wibowo dasar brengsek sini kamu"Rutukan Shasha pada Angga


sontak Angga merasa terheran heran dengan sikap Shasha tapi di sisi lain ia merasa senng karna shasha tak menangis lagi

__ADS_1


"beraninya kamu manghil nama lengkap gue"ucap Angga ia hnya menggoda Shasha saja


"kenapa engga dasar lu brengsek sini gua pukulin lu"Shasha berlari menuju Angga ingin rasanya ia membejek bejek Angga


"pukul aja kalo berani"Angga pun berlari menghindari Shasha


"kenpa engga berani sini lo"shasha mulai berlari sangat kencang mengejar Angga


kini mereka seperti kucing dan tikus yang sedang bermain lari lari entah berapa lama mereka bermain main disana hingga tawaan candaan mengundang para pelayan menontoni mereka


"jarang banget liat tuan muda ketawa emng ya nyonya muda hebat ya"ucap pelyan A


"bukan jarang tapi gak pernah"jawab pelyan B


"tapi seneng ya liat mereka nyonya muda emng wanita yang tepat buat tuan muda yang kaya gunung es"ucap pelayan C


"husss..... jangan bicara kenyataan kalo kedengeran orangnya bisa jadi mepiting rebus lo"jawab Pelyan B


para pelyan tertawa dan geleng geleng kepala melihat kedua orang itu yang sedang bermain main tapi mereka senng karna tuan mudanya bisa tertawa lepas dengan wanita yang istimewa

__ADS_1


__ADS_2