
setelah Angga tiba di kantor mata mata tertuju padanya terutama para wanita yang menjerit histeris melihat ketampanan Angga terutama ketiga orang yang berada di resepsionis mereka tak tahu kalo orang yang begitu tampan itu adalah bosnya
"maaf pak tampan anda sedang ada keperluan apa di sini" ucap salah seorang resepsionis yang bernama Racel dengan nada yang genit
angga hanya melirik dengan tajam dan melangkahkan kakinya kembali tiba² salah seorang resepsionis yang bernma Riana mencegatnya
"maaf pak apa anda tidak boleh asal masuk kantor sembarangan jika anda ingin menemui seseorang di sini sebaikanya anda membuat janji dulu"ucap Riana dengan sopan
"bagus...... kinerjamu memang bagus dan berprilaku sama terhada orang saya akn naikan gajimu...."jawab Angga merasa bangga dengan pegawainya yang satu ini memperlakukan orang dengan semestinya tak membeda beda kan orang dan tingakat kewaspadaan yang tinggi berbeda dengan resepsionis yang lain mereka melemparkan senyum genit padanya yang membuatnya jijik
"hah apa........ apa maksudnya ya"ucap Riana merasa heran
"emh begini ini memang salah saya tak memperkenalkan diri
perkenalkan nama saya Angga wibowo yang artinya adalah bos kalian.... permisi" jawab Angga ia tak tahan dengan kedua resepsionis yang bernma Racel dan diana yang terus terusan melontarkan senyum genitnya
"oh ya.... saru lagi untuk kalian berdua saya potong gaji "sambungnya kembali
__ADS_1
"tapi pak"ucap Diana dan Racel
angga tak menghiraukan ia terus melanjutkan langkah kakinya menuju ruangannya
setelah Angga memasuki lift semua orang merasa tercengan mendengar itu semua ada yang meras aneh ada juga yang biasa saja
orang yang meras biasa saja mungkin telah melihat wajah asli angga orang yang terheran heran mungkin belum pernh melihat wajah asli angga
***********************
sedangkan di tempat lain shasha yang sedang menggerutu melemparkan barang memaki maki angga dan banyak hala yang ia lakukan
dasar ******** mesum orang aneh gila...... "pekik shasha dengan keras
di tempat lain juga angga yang sedang memeriksa berkas berkas yang ada di meja nya tiba tiba bersin bersin
"haichu............ siapa yang membicarakanku"ucap angga mengusap hidungnya dengan ibu jarinya
__ADS_1
************
setelah selesai mengerjakan pekerjaanya Angga segera merapikan mejanya dan memasukan barang barangnya ke dalam tas kerja ia pun segera melngkahkan kakinyakeluar dari ruangannya dan ingin segera pulang rasanya ia sangat merindukan seorang wanita yang mungkin sudah tertidur dengan pulas karna hari sudah sngat larut malam
setiba Angga di rumah ia segera berlari menuju kamar shasha
saat berada di kamar shasha alangkah terkejutnya ia melihat shasha yang belum tertidur dan ada aura pembunuh yang sedang membara di dalam diri shasha kiranya shasha sudah tertidur ia pergi ke kamar shasha niatnya hanya ingin memeriksa apakah shasha sudah teetisur atau tidak
"aia...... kaget gua lo... lo belum tidur"ucap angga gugup
"heh keliatannya"jawab shasha ketus meliapat ke dua tangannya
"eh... belum.......itu gua pergi yah......."pekik angga gelagapan taku dengan shasha yang mulai mendekatinya
"ei ******** gak bisa lari kemna mana kan sini lu gua mau siksa lu beraninya ya lu tadi lari"shasha sambil menjewer kuping angga
"itu sha gua cape bnget baru pulang kerja lepasin gua ya kali ini"angga
__ADS_1
"boleh...... boleh......... udah lu sono kli ini gua lepasin gua kaaian ja ya sama lo"shasha bukannya melepaskan tapi mempererat jewerannya itu dan memukul angga dengan keras
"duh.... duh... lah sakit tau katanya mau lepasin"angga yang mengafuh kesakitan