
"hehe gadis manis saya sedang buru berapa uang yang kau perlukan untuk ganti rugi bilang saja..."berbicara dengan senyuman liciknya
"hah gadis kecil...becanda ya aku berumur 22 tahun ingat itu dan satu lagi aku tak butuh ganti rugi dan uang busukmu"
"lalu apa yang kau mau"
"setidaknya minta maaf kek inimaa kagak ad sopan sntunnya udah nabrak sombong lagi ganteng sii tapi percuma ganteng juga kalo hatinya busuk"
"wanita sialan berninya kau bilang aku busuk"
"memang nya aku bilang kau busuk aku hanya bilang hatimu yang busuk bukan kau"
"terserah" ia pun langsung masuk mobil dan meninggalkan shasha
"dasar sialan kau bukannya minta maaf malah pergi itu lagi supirnya kagak keluar minta di tabok ya hmp......"
ia melirik jam tangannya
jam nya menunjukan pukul 06.55
"adu gawat.... gawat..... harus cepet cepet niih bisa bisa dimarahin"
ia pun bergegas pergi ke pasar lagi karna bahan makanan tadi sudah tak bisa di selamatkan
(setelah smpai di rumah)
"waduh untung masih keburu mereka belum bangunkan " ia pun segera melirik masuk kedalam kamar ibu dan kakak nya "aiya untung saja mereka belum bngaun...! "
sementara itu
__ADS_1
"menarik sekali memang benar benar menarik"dalam hati angga bergumam
jam menunjukan pukul 02.00 sore Tina dan sharon segera menemui Tina dan mendandaninya
"kakak......kakak..... apa yang kau lakukan
mah....mah...sebenarnya apa yang ingin kalia lakukan"
"sudah diamlah dn menurutlah kamu tidak ingin melihat kakak dan mamahmu ini menderita ya kan"
"tapi apa ini kenapa kalian mendandani ku"
"sudah diamlah sekarang kita cepat masuk ke mobil"
tanpa ada rasa curiga shasha pun menuruti apa kata Tina dan langsung masuk kedalam mobil
"mah sekarang kita mau kemna"mengatakan dengan polosnya
"tau tuh diem aja lu janagn banyak cingcong"
merekpun sampai di kediaman wibowo
setibanya di sana mereka di smabut dengan hormat
"ma kita ada di mana"
"sudah diam saja kau"merekapun langsung masuk ke gerbang yang begitu megah dan mereka sudah di smbut dengan sopan oleh para pelayan maupun Angga wibowo
seperti biasa ia tak menampakan wajahnya dan memakai kursi roda
__ADS_1
"mah siapa dia"
"dia adalah calon suamimu jadi menurutlah padanya"berbisik
"maksud mama"mengatakan dengan keras karna kaget
"maksuku baik baiklah di sini dan smpai jumapa"Tina dan shasaha pun langsung pergi meninggalakan shasha di rumah Wibowo
"ma.... ma.... ka.... ka... kalian mau kemna tunggu aku"belum sempat Shasaha akan mengejar kaka dan ibu tirinya itu ia langsung di tahan ileh angga
"mau kemna kamu"
"tentu saja mengejar ibu ku untuk apa aku di sini dan lepaskan tangan ku"
"hey tenanglah ibu mu sudah menjuan mu kepadaku mana mungkin aku akan melepaskan mu begitu saja"
"apa menjual ku"
"ya"
"tak tak mungkin walaupun ia taka pernah bersikap baik padaku tapi tak mungkin dia menjualku"
"tapi itu menyataanya buktinya dia meninggalkanmu kan"
saat mendengar itu tubuh shasha pun mulai bergetar dan
ia pun terkulai lemas dan terjatuh ia menangis sejadi jadinya ia tak menyangka ibu tirinya walaupun jahat tega menjuanya
"ngga mungkin ini pasti bohong kan kmu pasti bohong"
__ADS_1
'mana mungkin aku berbohong sudahlah jangan menangis itu tak akan merubah keadaan"