Jodohku Gadis Selokan

Jodohku Gadis Selokan
bab 1. Prolog


__ADS_3

Wajrasena, atau lebih akrab dianggil Sena. Seorang gadis muda, periang cantik, nan tengil. Di usianya yang masih tergolong muda ia harus membanting tulang demi membantu keuangan keluarganya dikampung. Dengan berbekal ijazah SMA gadis muda itu nekat melamar pekerjaan di Ibukota Jakarta. Meninggalkan kebahagiaan utamanya dikampung halaman.


Hiruk piruk suasana kota besar membuat tubuh yang terbungkus selimut tebal itu perlahan menggeliat, cahaya matahari senantiasa menyorot langsung kedalam ruangan sempit berukuran 2x3 meter itu. Tak banyak perabotan yang ia miliki hanya tersedia kasur lipat, lemari, kipas dan juga galon kosong disudut ruangan. Melarat, mungkin itulah kata-kata yang pas untuk mewakili keadaan Sena. Perempuan bertubuh gembul itu duduk lantas meraba benda bulat yang dicari-cari disamping tempat tidurnya. Setelah berhasil menemukan apa yang dia butuhkan , ia lantas bangkit menuju kamar mandi dan memulai ritual paginya seperti biasa.


Hari ini adalah hari dimana Sena mulai bekerja disalah satu perusahaan terbesar di kota Jakarta. Meski hanya sebagai Clening Servis dia tetap semangat untuk mencari pundi-pundi uang untuk menunjang hidupnya di kota.


"Ayo Sena, semangat!" ucapnya memberi pacuan semangat pada dirinya sendiri. Jika dikampung ada orang tua yang menyemangatinya ,maka disinilah dirinya harus terbiasa tanpa itu semua.


Tap .... Tap... Tap


Bunyi derap langkah beberapa karyawan membuat langkah Sena terhenti dia memandangi sekilas keadaan sekelilingnya.Banyak sekali lalu lalang karyawan yang mulai berdatangan.


"Hai, kamu anak baru ya?" tanya seseorang.


"Oh, hai. Iya saya anak baru."


"Kebetulan aku juga anak baru disini. Perkenalkan nama aku Nisa" ucapnya menyodorkan tangannya kearah Sena.


"Haii, aku Sena," jawabnya menerima uluran tangan dari Nisa.


"Ngomong-ngomong kamu dari kota mana?" tanya Nisa teman barunya sembari berjalan disisi Sena.


"Aku dari kota kecil kok, kamu sendiri dari mana?" tanya Sena balik.


"Aku dari Banyuwangi Sen, kamu tinggal sama siapa disini?"


"Aku ngekos didekat sini, kalau kamu?"


" Sama dong, aku juga ngekos di jl.Cempaka no 23 rumah lantai 2 pintu warna biru," jawab Nisa dengan sedetail mungkin .


"Kenapa kamu ngasih tau tempat tinggalmu padaku,kamu nggak takut aku rampok?" goda Sena sambil tersenyum samar.


"Enggak tuh,aku nggak takut.Rampok aja toh isinya kebanyakan baju kotor," jawab Nisa enteng.

__ADS_1


Sena terlihat bingung dengan perempuan sebayanya ,perempuan unik yang baru saja ia temui. Wajahnya polos dan sedikit tengil.


"Sen, boleh kan kita temenan mulai sekarang.Aku disini gak ada temen deket," tawar Nisa.


Perempuan berkaca mata tebal itu nampak berfikir sedetik kemudian ia lantas mengangguk. Keduanya akhirnya sama-sama mulai saling mengenal satu sama lain.


........


Hari-hari pekerjaan Sena semakin bertambah, bukan hanya harus berangkat lebih pagi.Sena sekarang juga memulai usaha kecil-kecilanya menitipkan kue yang ia buat ke kantin kantor. Sena berharap apa yang dilakukannya dapat membantu pemasukan setiap bulannya. Seperti pagi ini saat dia tengah menitipkan barang dagangannya dia dikagetkan dengan kehadiran seseorang yang menabrak punggungnya cukup keras. Tubuh Sena yang gembul membuatnya jatuh begitu saja kedalam selokan.


Banyak pasang mata yang menatap nanar kearah dirinya, bukan hanya malu kali ini hidupnya benar-benar sial telah terjatuh kedalam selokan yang cukup berbau menyengat.Ia bangun dan sedikit membenai kaca matanya yang tergenang lumpur ,baju yang ia kenakan terendam oleh kubangan lumpur hitam yang menyengat. "Sungguh sial, batinya." Setelah berhasil membesihkan kaca mata miliknya matanya tak sengaja menatap sosok tinggi yang tidak tau malunya berjalan melewatinya begitu saja hatinya merasa dongkol Sena langsung saja meneriaki lelaki itu.


" Hei, tuan tak punya hati berhenti kau!" teriak Sena.


Orang yang dipanggilnya seketika berhenti,dan memutar tubuhnya kebelakang. Matanya menelisik sekitarnya.Saat tak menjumpai apa yang dicarinya ia hendak melangkahkan kakinya kembali.


" Hai,tuan turunkanlah arah matamu kemari," teriak Sena dengan geram.


Orang yang dipanggilnya, berbalik dan menatap Sena dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Apa yang kau maksud ,aku?" tanyanya balik sambil menununjuk dirinya sendiri.


"Bukan,dugong. Ucapnya spontan "Lalu Siapa lagi kalau bukan anda jelas-jelas anda tadi yang salah sudah menabrak saya hingga jatuh," ucap Sena dengan nyalang.


"Are you kidding me? "


Perempuan itu mulai jengah.


"Ayolah tuan tolonglah, jangan membuat saya muak.Saya mau anda mengganti rugi dan meminta maaf sekarang," ucap Sena matanya sambil menatap tajam ke arah lelaki didepanya.


"Kenapa saya harus minta maaf? Bukankah sudah jelas kamu sendiri yang main nyebarang tanpa melihat .Enyalah selagi saya masih baik," jawab lelaki itu sembari menatap jam tangannya.


"Cih,sombong sekali.Sudah salah mau menang sendiri.Dasar lelaki kadal," terik Sena sedikit memaki.

__ADS_1


"Apa katamu?" seketika lelaki itu terlihat emosi dan hendak menampar Sena di depannya,namun semuanya terhenti saat lelaki itu kembali menerima notifikasi dari hpnya.


"Ya,baiklah.Saya akan segera kesana ,tunggulah sebentar."


" Kenapa nggak jadi nabok,nih tabok pipi ku?" tantang Sena mengacungkan pipinya kearah lelaki di depannya.


"Berterimakasihlah, hari ini aku masih mengampuni mu," batin lelaki itu.


Lagi-lagi bukan jawaban yang Sena terima melainkan ,dirinya ditinggalkan begitu saja oleh lelaki di depannya. Setelah menahan geram dan malu Perempuan bertubuh gembul itu lantas melemparkan sepatu usangnya pada lelaki yang belum jauh dari tempatnya berdiri. Sepatu miliknya melambung tinggi dan tepat mengenai kepala bagian belakang dari pria itu.


Gubrak


"Brengsek, berani sekali kamu melempariku," teriak si lelaki lantas bangun dari tanah.


Ya,benar setelah mendapat serangan mendak dari gadis gembul itu,tubuhnya yang belum siap seketika jatuh mencium kerasnya tanah.


Lelaki itu bangkit,lantas menatap tajam ke arah Sena,matanya memerah dan tangannya terkepal kuat.


"Beraninya,kamu membuat ku malu!" geram lelaki itu.


Merasakan aura gelap disekitarnya,Sena dengan sedikit gugup memundurkan langkahnya. Tubuhnya perlahan mundur saat melihat lelaki itu berjalan kerahnya.


" Demi kemakmuran hidupku, dan kesejahteraan orangtuaku di kampung aku harus segera pergi dari sini," batin Sena. Tapi sebelum itu terjadi perempuan bertubuh gembul itu seketika berteriak dan menunjuk kearah belakang lelaki itu.


"Awas ada gajah bengkak dibelakang mu," teriak Sena.Seketika tipuan kecil itu berhasil mengecoh konsentrasi dari lelaki garang didepanya.


Mendapat kesempatan emas, Sena tak mau menyia-nyiakan kesempatan. Perempuan itu lantas berlari terbitit-birit meninggalkan puluhan pasang mata yang berada disana. Merasa sadar telah tertipu, lelaki itu lantas berbalik dan berlari mengejar punggung wanita pendek yang mulai sedikit mengilang dari pandangan matanya.


"Kau, gadis keparat berhentilah disitu!" Lelaki berperawakan tinggi itu mulai mengejar namun sayang, baru saja hendak melangkah.Notifikasi kembali muncul di layar ponselnya.


"Sial, awas saja kalau sampai ketemu kugiling kau pakai mobilku," ucap lelaki itu sembari mengusap air hitam yang kembali menetes deras dipelipisnya."


.

__ADS_1


.


.Bersambung.


__ADS_2