
Selesai membersihkan tubuhnya, Anoraga langsung menemui kekasihnya.Clara sudah berganti baju dengan pakaian yang terbuka gaun tipis yang melekat indah di tubuhnya mencetak jelas seluruh lekukan tubuhnya membuat Anoraga susah menelan salivanya.
"Sayang, kamu sangat cantik malam ini, i love you baby," puji Anoraga pada kekasihnya.Tak lupa lelaki itu membubuhkan ciumananya ke punggung tangan sang kekasih.
"Terimakasih mas, kamu selalu membuat ku bahagia.Duduklah mari makan," Clara segera mengambilkan piring dan juga makanan favorit kekasihnya.
Sepanjang Clara melayaninya Anoraga tak henti-hentinya memandangi wajah cantik kekasihnya,dan itupun membuat Clara sesekali terseyum karena ulah kekasihnya.
" Mas,mau udang? Aku udah siapain udang asam manis kesukaan kamu," Clara menyodorkan menu spesial makan malamnya.
"Tentu sayang, aku mau semuanya." Jawab Anoraga.
Lelaki itu terlihat bahagia sekali, makan malam romantis itu mereka akhiri dengan saling berpelukan bersama di dalam kamar. Keduanya terlihat romantis saling menggenggam tangan satu sama lain.Bahkan, Clara wanita itu tidur di dada bidang kekasihnya.
" Mas,apa kamu akan menginap malam ini?" tanya Clara memastikan.
"Entahlah sayang,mas juga belum memikirkan itu." jawabnya sembari terus fokus melihat film dilayar Tv.
"Kalau begitu menginaplah malam ini,aku ingin tidur memeluk mu," pinta wanita itu.
Anoraga mengangguk sambil menciumi kepala wanitanya.
"Baikalah jika itu keinginan mu," jawab Anoraga.
Clara tersenyum senang kepalanya terangkat lalu mencium bibir kekasihnya.Perlahan namun pasti Anoraga membalas ciuman kekasihnya, lelaki itu lalu meraih tengkuk kekasihnya, mulutnya saling menyesap bertukar lidah, Anoraga semakin memperdalam pertukaran saliva antara keduanya. Kabut gairah mulai menyelimuti keduanya . Beruntungnya Anoraga masih bisa menahan nafsunya.
"Sayang,kenapa berhenti?" tanya Clara.
Mata wanita itu terlihat sayu.
"Maaf Clara,aku belum bisa melakukannya." jawab Anoraga lalu duduk ditepi ranjang.
"Kenapa mas kau tidak mau melakukannya dengan, ku?" tanya Clara matanya terlihat mulai berair.
"Bukan begitu sayang.Kamu tau kan mas tidak ingin merusak wanita, mas tidak ingin kamu tersentuh sebelum mas halal kan.Tolong mengertilah Clara,mas terlalu sayang sama kamu," ujar Anoraga tangannya meraih pipi wanitanya.
"Tapi aku menginginkannya mas, kalau kau seperti ini aku semakin yakin kamu tak tertarik menyentuhku."
Air mata mulai berjatuhan di pipi Clara.
"Clara, mengertilah aku tak ingin ribut denganmu.Kamu tau kan aku pantang merusak wanita, aku akan menyentuhmu jika kita sudah menikah."
Bersamaan dengan itu ponsel milik Anoraga menyala, puluhan notifikasi secara bersamaan muncul di layar ponselnya.
__ADS_1
📩 Boy,Papa kecewa denganmu.Pulanglah jika kamu masih menganggap kami orang tuamu.
Anoraga berdiam diri, ia bingung melihat pesan yang papanya kirimkan. Ia memeriksa kembali notifikasi di layar ponselnya.
"Apa maksud Papa,kenapa bicara seperti ini?" batin Anoraga.
" Ada apa Mas, apa yang terjadi?" tanya Clara memastikan.
"Entahlah, Clara.Papa menyuruhku pulang sekarang Papa terlihat marah."
" Lalu, kamu akan meninggalkan ,'ku? Kamu akan pulang mas, bukannya kamu sudah berjanji akan menemani ku disini," kata Clara.
" Maafkan mas sayang.Sepertinya malam ini Mas tidak bisa menemanimu," kata Anoraga.
Anoraga segera bersiap tangannya meraih jas dan juga tas kerja milikinya.Tak lupa setelahnya ia kembali mengampiri kekasihnya dan meninggalkan kecupan singkat di kepala sang kekasih.
" Maafkan mas sayang.Mas janji lain kali akan menginap disini.Maaf dan tolong mengertilah," pinta Anoraga setelahnya ia berpamitan dengan kekasihnya dan meninggalkan apartemen Clara.
"Kamu selalu menolaku Ga, kamu selalu mementingkan tua bangka itu dari pada aku," ucap Clara air mata sudah tak dapat lagi terbendung.
*
*
"Aawass nyonya.Brak ..." Tubuh wanita paruh baya itu terpental cukup jauh sedangkan seseorang yang menolongnya terlihat berguling-guling di tengah aspal.
Wanita paruh baya itu berteriak histeris. Darah berceceran disekitar tempat kejadian, dengan susah payah ia menghampiri sosok punggung yang terlihat membentur pembatas jalan.Tubuhnya gemetar, keringat dingin mulai membasahi tubuhnya. Seketika tempat itu banyak di penuhi oleh orang-orang yang melihat kejadian mengenaskan itu.
Tak lama setelah itu,datangkah mobil ambulance dan membawa keduanya menuju rumah sakit terdekat.
…...........
Pukul 03.00 pagi Mobil yang dikendarai Anoraga memasuki pelataran rumah mewah kediaman keluarganya. Mobil mewah itu berhenti tepat di depan rumahnya, ia sengaja tidak memasukan mobil itu ke dalam garasi.
"Assalamualaikum Mom-Dad, Raga pulang," teriaknya begitu memasuki rumah namun tak ada sahutan satupun dari keduanya,rumah terlihat sunyi.
"Tuan,anda sudah pulang? Tuan besar berpesan anda disuruh segera menyusul kerumah sakit sekarang juga," ucap Bibi rumahnya.
" Ke rumah sakit, siapa yang sakit Bik? Dimana Mama dan Papa?" tanya balik Anoraga.
" Tuan, Nyonya besar sedang dirawat dirumah sakit.Beliau terlibat kecelakaan besar dan .... " jelas Bibi.
Anora terkejut bukan main,tanpa menunggu penjelasan bibi selesai lelaki itu menyambar kunci mobil dan pergi begitu saja meninggalkan rumahnya.Perasaannya sangat cemas dia takut telah terjadi apa-apa dengan mamanya.
__ADS_1
"Ya tuhan tolong selamatkan Mama ku," pintanya sembari terus mempercepat laju mobilnya.
*
*
*
Lima belas menit berada di perjalanan mobil milik Anoraga berhenti, dia berjalan cepat-cepat menuju lorong khusus. Dari jauh dia melihat orang yang di khawatirkannya terlihat berdiri cemas di depan pintu ruang operasi.
" Mama ...."
" Sayang kemarilah," Mama Lili segera meraih tangan anaknya dan memeluknya erat.Air matanya jatuh begitu saja ,ada rasa trauma dan takut di sorot matanya.
" Ada apa Ma,kenapa Mama disini ? Bibi bilang Mama sedang dirawat dan kemana Papa?" tanya Anoraga.
"Ma-Mama takut ,Nak.Gara-gara Mama anak itu mengalami luka parah," jelas Mamanya.
"Siapa yang Mama maksut?"
Mama Lili menceritakan semua kejadian yang ia alami,termasuk kecelakaan yang mengakibatkan penolongnya mengalamai luka berat diarea kepala. Wanita paruh baya itu terus saja tak berhenti menangis di pelukan anaknya. Anoraga yang mengerti rasa khawatirnya sang Mama mencoba menenangkan wanita itu, tuan Jeff pun sudah berulang kali mencoba menenangkan wanitanya tapi sayang segala upaya yang ia lakukan gagal tuan Jeff lebih memilih mempercayakanknya pada anaknya.
Satu setengah jam lamanya dokter akhirnya keluar.
"Pasien atas nama Wajracyena," kata sang Dokter.
"Kami Dok,bagaimana keadaannya? Bagaimana luka di kepalanya?" Cerocos Mama Lili.
Wanita itu sudah tak sabaran begitu melihat pintu ruang operasi telah terbuka.
"Tenang Nyonya putri anda terselamatkan.Keadaannya baik-baik saja hanya saja saat ini masih dalam pengaruh obat dan belum boleh dijenguk. Nanti akan ada perawat yang membawanya ke ruang perawatan. Dan untuk anda saya rasa sebagai suaminya anda harus memperhatikan lagi makanan dan gizi istri anda.Saya permisi dulu tuan," ucap Dokter .
Anoraga terdiam membisu ,ia mencerna kembali maksud ucapan dari Dokter.
" Suami? Dan sejak kapan aku memiliki istri?" batinnya sambil menatap kepergian dokter itu.
.
.
.
.Bersambung
__ADS_1