Jodohku Gadis Selokan

Jodohku Gadis Selokan
bab 7 . Dia memeganya


__ADS_3

Sepeninggal Dokter itu pergi keluarga Anoraga terlihat jauh lebih tenang terutama mamanya yang saat itu berdiri disamping dokter. Setelah bujukan keras dari suami dan anaknya Nyonya Lili akhirnya mau menyentuh makanan.


"Mama sudah kenyang Nak,sudah. Mama gak mau makan lagi perut mama penuh," ujar Nyonya Lili.


"Ayolah Ma,sedikit lagi.Jangan seperti inilah Ma," ucapnya sembari menaruh sendok terakhir mamanya.


"Mama kenyang Nak. Sana cari Papamu dan pastikan ikut Mama melihat anak itu," ujar Mamanya.


" Ya ,Ma nanti Raga cari."


" Carilah sekarang Ga, kalau tak mau biarkan mama cari sendiri," ucap Mamanya hendak beralalu pergi. Namun terhenti saat Putranya sudah lebih dulu menahannya .


"Iya ma,iya.Raga cari sekarang."


Nyonya Lili tersenyum melihat kepergian anak bujangnya. Sepeninggal anak bujangnya Nyonya Lili segera menuju ruang dimana disana berbaring tubuh ringkih dan perban ditubuhnya. Nyonya Lili memandang tubuh pucat penyelamatnya, matanya kembali berair namun secepat kilat ia mulai menghapusnya.


"Maafkan saya ,Nak. Gara-gara saya kamu harus menanggung rasa sakit seperti ini."


Pelan tapi pasti ,jemari seseorang yang berbaring lemah itu mulai bergerak.Nyonya Lili segera memnggil Dokter dan menunggu hasil pemeriksaan dari dokter tersebut.


" Bagaimana Dok, apa ada yang tidak beres denganya?"


" Tenanglah Nyonya, anak nyonya baik-baik saja.Sebentar lagi di akan sadar anda sebaiknya menunggunya disana," ucap Dokter.


Sepeninggal Dokter pergi Nyonya Lili kembali menemani penyelamatnya.Setelah kesadaran mulai pulih orang itu perlahan membuka matanya,pandangannya sedikit memburam.


"Kamu baik-baik saja?Apa ada yang sakit Nak?" tanya Nyonya Lili.


Orang itu menggeleng.


"Bagaimana keadaan anda,Nyonya? Apa anda baik-baik saja?" tanyanya sembari memegangi kepala.


Wanita paruh baya itu tersenyum sembari meraih tangan wanita muda didepannya.


"Terimakasih telah menolong saya, kamu tidak perlu kawatir. Saya baik-baik saja," ucap Nyonya Lili.


"Tidak Nyonya saya senang bisa membantu anda." Orang itu membalas senyuman dari Nyonya Lili.


" Kenapa kamu membahayakan nyawa kamu sendiri? Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan mu?"


"Saya iklas menolong anda Nyonya.Terimakasih telah membawa saya kesini."


Nyonya Lili tersenyum ramah.


" Siapa namamu Nak, kenapa malam itu kamu berada disana?"

__ADS_1


"Saya Sena Nyonya, panggil saja Sena. Kebetulan saat itu saya baru saja pulang dari tempat kerja dan tak sengaja melihat anda disana."


Akhirnya keduanya sempat berbincang-bincang saling menceritakan keseharian nya.


"Nak, kalau begitu istirahatlah kamu besok sudah boleh pulang.Anak Ibu yang akan mengantarkan mu pulang," ucapnya sembari tersenyum.


"Tidak perlu repot-repot ,Nyonya. Saya bisa pulang sendiri kebetulan besok keluarga saya akan menjemput saya kesini,"tolaknya halus.


"Nak Sena,tolong jangan menolak biarkan kami melakukan tanggung jawab kami."


" Maaf Nyonya,saya benar-benar tidak bisa. Sudah banyak biaya yang anda keluarkan untuk saya," Sena tetap berusaha keras menolak tawaran dari Nyonya Lili.


" Kalau begitu ,tunggulah kami dulu besok.Saya harap kamu tidak menolak niat baik Ibu," ujar Nyonya Lili.


Mau tak mau Sena akhirnya mengiyakan niat baik dari wanita paruh baya didepannya.


*


*


*


Keesokan harinya ,seorang wanita paruh baya tergopoh-gopoh berjalan ke lorong rumah sakit.Matanya yang sembab terlihat kembali berair, sembari menyusuri setiap ruangan disepanjang lorong. Wanita itu bersama seorang perawat yang menuntunnya menuju depan ruangan yang ia cari.


"Nah, Ibu ini ruangan yang anda cari. Kalau begitu saya tinggal dulu ya, Bu."


Wanita itu meraih gagang pintu dan mulai membukanya.


"Assalamualaikum ..."


" Waalaikumsalam ,Ibuk ..."


Air mata kedua anak dan Ibu itu kembali luruh,iya senang sekaligus sedih melihat kondisi anak semata wayangnya terluka.


"Bagaimana bisa kamu seperti ini Nak, kenapa tidak langsung kabari ibuk?Jika saja Ibuk tidak dikasi tahu pihak rumah sakit dan wanita yang menelfon ke nomor Ibuk mungkin Ibu tidak ada disini."


"Maafkan Sena, Buk.Sena cuma tidak ingin Ibu kepikiran di kampung, Ibu naik apa kesini?"


"Kamu tidak perlu tau Nak yang penting Ibu sudah ada disini? Ikut Ibu pulang ya ke kampung. Biarkan Ibu merawat lukamu," ujar Ibu Rani.


"Buk,sepertinya tidak bisa.Sena terlanjur terikat dengan pekerjaan baru Buk.Gajinya lumayan buat hidup kita nanti di kampung.Sena gapapa ko Buk, Ibuk gak usah kawatir."


Sena, gadis itu masih terus saja berusaha meyakinkan ibunya.Dengan harap wanita paruh baya itu menyetujui keputusan yang dia ambil. Tak berapa lama dokter datang dan memberi tau persetujuannya untuk pulang dari rumah sakit saat ini juga. Dengan bantuan Ibunya Sena dituntun untuk berdiri dan membantu mengemasi barang miliknya, tak banyak yang ia miliki hanya baju terakhir dan tas kecil yang melekat pada tubuhnya.


" Sena,Ibuk keluar sebentar ya mau beli bubur buat kita sarapan.Kamu tunggu sebentar disini,Ibu tidak akan lama,"ucap Ibu Rani.

__ADS_1


Gadis itu mengangguk, selepas wanita paruh baya itu pergi Sena kembali duduk di ruangan luas itu, matanya meneliti seluruh isi dari ruangan itu. Sangat luas, itulah bayangan Sena ruangan ini pun tiga kali lebih besar dari kos yang ia sewa.


"Baru kali ini, masuk rumah sakit tapi gak kaya rumah sakit.Jadi betah deh disini," ucapnya sambil merebahkan punggungnya ke sofa mewah di ruangan itu.


"Bahkan tempat duduknya aja lebih empuk dari pada kasurku," gumam Sena tanpa sadar.


Tatapan mata Sena,teralih tepat pada seorang yang sudah berdiri tepat didepan pintu. Matanya menatap tajam,seakan menguliti Sena hidup-hidup.


"Tu-tuan ..."


Ucapan Sena terpotong begitu saja,melihat orang itu masuk lalu melemparkan kantong yang berisi baju dan sepatu untuk gadis itu.


"Apa ini untuk saya?" tanyanya memastikan.


"Apa matamu buta?"


Bukan jawaban yang didapat melainkan pertanyaan yang membuat emosinya kembali naik.


"Tidak tuan,maaf. Saya hanya memastikan," jelas Sena.


Tangannya kembali meraih kantong itu dan membukanya .


"Apa tidak salah,apa benar ini untukku? Lalu, dari mana lelaki kadal ini tau aku ada disini?" batin Sena.


"Hey,kamu cepatlah berganti baju itu dari orangtua ku," jawabnya lalu duduk di tengah sofa .


Belum cukup keterkejutan dari bosnya,lelaki itu kembali memberi tau hal yang lebih mengejutkan lagi baginya.


"Jadi, nyonya Lili orangtua dari tuan Anoraga.Sungguh sial nasipku,kenapa bisa bertemu kembali dengan orang ini.Sayang sekali Nyonya Lili memiliki putra seperti tuan Raga," batin Sena.


"Hey, kau tuli atau apa?" bentak Anoraga.


Setelah cukup lama,lelaki muda itu memanggil gadis aneh didepanya.Akhirnya dengan tidak sabar Anoraga mendorong tubuh gadis muda didepannya, tubuh wanita itu tak sengaja jatuh lalu menghantam tubuhnya .Berada pada posisi yang tak menguntungkan membuat Sena sekuat tenaga memukul dada lelaki didepanya.


" Aaaaaa , Dasar cabul, tidak tau diri.Kau berani memegangnya?" teriak Sena lalu memukul bahkan menjambak lelaki itu dengan brutal.


" Lepaskan ... Lepaskan aku gadis aneh.Lepaskan tangan kotormu, aku tidak sengaja melakukannya. Aku hanya memegangnya sekali," teriak Anoraga disela-sela usahanya meloloskan diri.


Namun sayang kegiatan kedua manusia berbeda jenis itu terhenti begitu pintu kembali terbuka.


"Apa yang kalian lakukan?" .....


*


*

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2