Jodohku Gadis Selokan

Jodohku Gadis Selokan
bab 2 Lelaki menyebalkan


__ADS_3

Matahari kembali naik peraduan, seorang lelaki tengah menatap pantulan dirinya dicermin besar kamarnya. Anoraga tengah bersiap pria berparas tampan itu tengah memakai setelan kemeja birumuda dengan perpaduan luaran yang terlihat sangat sempurna melekat pada tubuhnya, tubuh tinggi nan atletis memberi nilai tambahan pada penampilannya.Dengan sangat percaya diri ,ia lalu turun menuju ruang makan.


"Morning,Mom-Dad," sapanya begitu sampai di ruang makan.


"Morning sayang," balas Mamanya lalu mencium kepala anaknya.


"Papa kemana Ma?" tanya Anoraga.


"Tuh,papamu ada di sana," tunjuk Mama Lili dengan matanya.


Jeff smith menatap interaksi kedua anak dan ibu itu dengan menggeleng pelan. Sudah beberapa tahun ini keduanya selalu saja tak pernah absen saling mengumbar kemesraan didepannya. Bukan hanya saling mencium pipi dan berpelukan kegiatan itu pun tak lepas dari pandangan lelaki paruh baya itu.


"Raga, Papa mau berbicara dengan mu," ucap Papa Jeff lalu melipat koran dan meletakannya begitu saja dimeja.


"Iya, Pa." Jawabnya malas.


Tuan Jeff lalu menuju ruang Kerjanya,dan diikuti Raga dibelakangnya.


Anoraga tau,Papanya pasti ingin membahas kembali perihal perjodohan yang sudah beberapa kali mereka bicarakan, dan selalu pula berakir sama. Mereka akan saling mendiamkan satu sama lain,hingga sang Mamalah yang bekerja keras membuat keduanya berbaikan.


Tok .... Tok ...Tok


"Masukan," perintah Papanya.


"Apa yang mau Papa bicarakan?" tanya Anoraga dengan sedikit kesal.


"Duduklah Boy, duduk dulu," perintah Papa Jeff.


"Langsung saja Pa,apa yang ingin Papa bicarakan? Raga mau kekantor Pa," selanya sembari menyenderkan punggungnya di kursi.


"Tentu saja kamu sudah tau alasan Papa memanggilmu kesini, Boy. Kapan kamu akan mengenalkan calonmu kesini?" tanya Papa Jeff menatap dingin kearah anaknya.


Deg


Lagi dan lagi wajah Raga berubah pias,dia kemudian berdiri lantas meraih minuman dingin di dalam kulkas.


"Pah,bisa tidak jangan dulu bahas perjodohan. Raga belum pengen nikah Pah!" bantah Raga.


"Kamu sudah berjanji Nak,lelaki sejati pantang mengingkari janjinya," sela Papa Jeff.


"Sudah kubilang Pah, Raga belum siap.Begitu juga Clara ,Raga udah janji Pah akan nungguin karirnya sukses.Soal jodoh Papa tidak perlu kawatir, Raga tau mana yang tepat untuk diri Raga dan Raga udah punya calon sendiri. Raga izin undur diri Pah," ucap Raga lalu meninggalkan Papanya.

__ADS_1


Begitu keluar dari ruangan Papanya, Nyonya Lili memandang kepergian anaknya dengan bertanya-tanya.


Setelah kepergian Raga,tuan Jeff kembali menemui istri tercintanya.Nyonya Lili yakin ada yang tidak beres dengan kedua Ayah dan Anak itu.


"Raga kenapa ,Pah? Tidak seperti biasanya dia pergi tanpa memakan makanannya?Apa terjadi sesuatu dengan kalian?" selidik Mama Lili.


Tuan Jeff memilih pergi lalu duduk di sofa tamu, matanya memandang kearah luar.


"Pah,jawab dong?" tanya nyonya Lili.


"Huhh, seperti biasanyalah ,Ma. Papa cuma tidak mau anak itu menjadi perjaka tua," ucap Papa Jeff.


"Haiss,sudahlah Pah. Raga itu sudah dewasa di tentu tau mana yang terbaik untuk dirinya.Mama yakin kok sebentar lagi dia akan bawa calon menantu kita kesini," ucap Mama Lili sambil mengambil teh untuk suaminya.


"Dan jika yang dibawa perempuan ular itu ,apa Mama tetap setuju?" tanya Papa Jeff.


"Entahlah, Pah. Mama sebetulnya tidak rela jika perempuan itu yang harus menjadi menantu kita."


"Andai saja, Rani masih hidup mungkin sekarang kita tau dimana mereka tinggal.Papa yakin Ma, anak itu sudah besar sekarang." Ucap Papa Jeff sambil menyeruput teh bunga buatan istrinya.


"Andai saja,kita lebih dulu pindah kesini ya Pah, mungkin Mbak Rani belum pindah.


"Iya,sih.Ada benernya kenapa ya Mama dulu kok bisa suka sama Papah? Apalagi Papah kan peot perjaka tua,"ucap Mama Lili berpura-pura menyesal.


Tuan Jeff mendongak menatap kearah istrinya.


"Mama menyesal menikah dengan Papa?" Tuan Jeff melolot mendengar ucapan istrinya.


"Ya,kira-kira seperti itu," jawab Nyonya Loli sembari menahan tawa.


Papa jeff dibuat semakin jengkel dengan jawaban istrinya. Perlahan tapi pasti tuan Jeff menarik pinggang sang istri lalu membopongnya kedalam kamar.


"Papa tidak akan kasih ampun ke Mama," ujar tuan Jeff dengan senyum buas diwajahnya.


..........


Setelah menyelesaikan pekerjaannya Sena duduk selonjoran didekat tangga yang berdampingan dengan lift CEO. Dia bahkan tidak menyadari kedatangan seseorang dibelakangnya, saat hendak berdiri tubuhnya tak sengaja menabrak dada tegap milik orang itu. Brak, tubuhnya terpental kebelakang lagi dan lagi kesialan kembali memihak padanya.


Tubuh gembul dan pantat yang mendarat bebas kelantai tentu saja membuat gadis itu memaki keras orang yang menabraknya.


"Kalau jalan lihat-lihat dong.Jangan main nyelonong aja,emangnya ini jalan milik nenek moyangmu?" teriak Sena.

__ADS_1


Baru saja akan memasuki lift,orang itu mendadak menghentikan langkahnya,ia menyadari seperti pernah mendengar makian itu.Dia lalu memutar arahnya dan berbalik.


"Akhirnya,aku menemukan mu," gumam lelaki itu.


"Dasar Lelaki kadal,penguntit.Anda orang yang menabrak saya kemarin,kan?"


"Baru ingat rupanya," tanya orang itu sembari melaju kearah Sena.


"A-apa yang anda lakukan?" gertak Sena.


Jujur saja ia sedikit takut setelah melempari orang itu dengan sepatu kumal miliknya, tentu saja bukan Sena namanya jika dia tidak bisa mengontrol rasa takutnya.


"Stay cool Sena,tenang hadapi dengan tenang," batin Sena


"Apa yang akan saya lakukan itu terserah saya,kamu tidak ada hak bertanya apapun!" Ucap Raga lalu menatap tajam kearah gadis gembul itu dengan senyum remeh diwajahnya.


"Mata anda mau saya colok.Jangan dekat-dekat atau saya akan teriak," ucap Sena tanganya beralih menutupi area dadanya.


"Cih,dasar gajah bengkak.Siapa juga yang tertarik dengan bentukan tubuh mu. Memandangnya saja membuatku mual," jawab Arga tersenyum remeh sambil berpura-pura menutupi hidungnya dengan tangan.


"Dasar penipu,mulut sepertimu sudah kujumpai ribuan kali.Jika anda berniat buruk kepada saya , saya akan berteriak. Dan saya pastikan anda akan segera digebukin oleh orang-orang sini," ancam Sena ia membalas senyum remeh dari lelaki di depannya.


"Dasar bodoh,tidak usah terlalu berexspetasi tinggi.Saya tidak tertarik secuil pun dengan tubuh kotormu,atau jangan-jangan sudah banyak ribuan lelaki yang mencicipinya," ujar Arga ia sengaja memancing amarah wanita didepannya.


"Lihat saja,penderitaan mu akan dimulai lebih awal," batin Arga lalu berjalan meninggalkan perempuan di depannya.


Benar saja wajah Sena berubah merah setelah mendengar ucapan dari lelaki didepanya. Dengan tatapan kesal Sena lalu melepas sepatunya dan melemparkannya kearah pemuda itu.


Gedubrakk


Sepatu usang itu mendarat bebas di kepala Anoraga. Kedua kalinya pula,ia harus menerima hantaman sepatu kumal itu dari gadis yang sama.


"Awas kau gadis sialan,tunggu pembalasan ku," gumam Anoraga .


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2