Jodohku Gadis Selokan

Jodohku Gadis Selokan
bab 5. Pasangan Cabul ( live streaming)


__ADS_3

Sesampainya di pantry Sena berniat mencicipi kopi buatannya.Namun ia,urungkan mengingat bibir cangkir itu telah ternodai oleh mulut lelaki kadal musuhnya. Sena berusaha menenangkan hatinya yang mulai dongkol .


"Padahal tadi kan udah pas,masa sih aku salah takaran. Dasar lidah bangsawan ,salah sedikit saja main ganti."


Sena membuat kembali kopi kedua dengan takaran yang sama,kali ini matanya benar-benar fokus sesekali melihat kertas yang di pegangnya. Setelah dirasa cukup Sena kembali melipat gulungan kertas itu dan memasukannya begitu saja ke dalam tas miliknya .


"Ah,akhirnya selesai juga.Seharusnya ini sudah pas jika ada yang salah kurasa mati rasa indra pengecapnya."


Selesai membuat kopi pesanan si bos,Sena kembali lagi menuju ruangan bosnya.Dia berharap kali ini tidak ada kesalahan lagi semakin cepat pekerjaannya selesai semakin cepat pula ia bisa terbebas dari genggaman bosnya.


Sedangkan diruangan Anoraga. Sepasang kekasih tengah cekcok dengan alasan kecil. Kekasih Ceo itu terlihat merajuk.


" Sayang ,bisa tidak kamu tinggalkan sebentar pekerjaanmu.Aku ada disini loh?" kata Clara sesekali ia meraba dada bidang dibalik baju itu.


"Sebentar lagi sayang tunggulah sebentar.Proyek ini sangat penting untuk perusahaan ini," kata Anoraga sambil mengecup punggung tangan kekasihnya.


"Yasudah,terserah kau saja.Lebih baik aku pulang."


Clara berpura-pura kesal .Clara sengaja menggunakan cara itu untuk membuat Anoraga menyerah.Ia tau lelaki itu tidak akan membiarkannya begitu saja pergi dari kantornya. Apapun yang diinginkan wanita itu selalu Raga turuti termasuk membelikannya apartemen elit dikawaan pusat kota. Tentu bukan Clara namanya jika tidak bisa menaklukkan hati lelaki di depannya.


"Sayang, jangan pulang.Aku masih ingin disini bersamamu," kata Anoraga menarik pinggang kekasihnya hingga jatuh tepat di atas pangkuannya.


"Kenapa? Bukannya kamu lebih mementingkan kertas-kertas mu itu dari pada aku? Bukannya dia lebih berharga dari pada aku?" kata Clara.


"Tidak sayang ,bukan seperti itu.Hanya saja jika mas memenangkan tender ini bukan mas saja yang senang.Kamu juga akan senang,bukannya kamu ingin liburan ke Cappadocia, hmm bagaimana? Apakah kamu sudah tidak berniat kesana?" tanya Anoraga sesekali tangannya menyisihkan anak rambut yang jatuh ditelinga Clara.


"Benarkah sayang,kita akan ke Cappadocia? Kamu nggak bohong'kan?" tanya Clara memastikan.

__ADS_1


Wanita itu terlihat senang,karena memang Clara adalah wanita yang menyukai tempat-tempat romantis dan mewah. Mudah saja membujuk wanita itu jika sedang marah. Anoraga paham ,sejak kecil Clara memang hidup bergelimang harta dan kedua orangtuanya pun selalu memanjakan anak satu-satunya itu.


"Tentu sayang,apapun pun yang kamu sukai." Jawab Anoraga sembari tersenyum


"Ahhhhh, terimakasih mas.Kamu memang selalu mengerti aku.I love you mas," kata Clara wanita itu seketika memutar tubuhnya dan duduk menghadap kekasihnya. Clara terlihat sangat agresif ia mencium bibir Anoraga dan mulai melum*nya bahkan Clara dengan beraninya membuka dua kancing baju kekasihnya.Sepasang kekasih itu saling bercumbu mesra tanpa melihat sekitarnya. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang terlihat kaget melihat tingkah kebejatan sepasang kekasih itu.Kedua matanya membola ,mulutnya ikut ternganga melihat adegan bejat yang secara langsung membekas di pikirannya.


"Prankkk."


Secangkir kopi meluncur begitu saja menghantam lantai.


"Ma-Maafkan saya tuan, saya tidak sengaja." Ucapnya gugup matanya tak berani menatap kearah tuannya.Sena memilih pergi begitu saja dari pada harus satu ruangan dengan sepasang kekasih bejat itu.Sena merasa jijik dan malu sebagai wanita baru kali ini ia melihat adegan tak senonoh dengan mata kepalanya sendiri .


"Dasar tidak punya malu, om-om cabul masih sempatnya nyetak anak diatas,kursi. Untung belum lihat pas anu-anu, " Ucap Sena geram,ia berkali-kali memukuli kepalanya sendiri.Dia berharap dengan cara itu dia dapat melupakan kejadian buruk yang baru saja dilihatnya.


"Sayang,dia siapa sih?Berani sekali mengganggu kesenangan kita?" tanya Clara ,tubuhnya hendak berdiri mengejar wanita yang baru saja membuat kesenangannya terhenti.


"Sudah sayang,biarkan dia pekerja baru disini.Sudah-sudah nanti kita bisa melanjutkannya lagi," kata Anoraga.


"Mas tau sayang.Sudah lebih baik kamu tenang dulu atau mungkin kamu mau kesalon perawatan.Biar diantar Rendy?" ujar Raga.


Anoraga paham,Clara adalah wanita yang tidak akan membiarkan siapapun mengganggunya, sudah barang pasti akan ada keributan yang besar jika telat sedikit saja.


"Benarkah mas?Tapi, aku pengen kamu yang nganter?"


"Mas tidak bisa sayang.Mas harus kerja, nanti sepulang dari kantor mas janji akan langsung ke apartemen kamu," Anoraga kembali memberi pengertian pada kekasihnya,setelah bujuk rayu dan blackcard ditanganya kekasihnya itu memilih setuju dan pergi meninggalkannya.


Sepeninggal kekasihnya Anoraga terlihat murka,wajahnya memerah menahan amarah.Tumpukan kertas putih yang tersusun rapi pun menjadi sasaran amukan pria itu.

__ADS_1


"Brengsek, berani sekali gadis itu melanggar peraturan.Tunggulah kau akan menerima balasannya," Anoraga terlihat marah tangannya terkepal kuat dengan guratan otot yang tercetak jelas di punggung tangannya.


....,.........


Malam harinya Anoraga menepati janjinya dia memilih pulang menuju apartemen yang dia beli untuk Clara. Sesampainya disana lelaki itu masuk begitu saja kedalam apartemen kekasihnya, dia tidak melihat tanda-tanda keberadaan kekasihnya itu. Clara wanita itu tengah sibuk oleh beberapa bahan makanan yang tengah disiapkannya tangannya cukup terampil memainkan pisau dan peralatan dapur. Setelah mengetahui kedatangan kekasihnya, wanita itu menyambut sang kekasih dengan senyuman. Tanganya meraih tas dan juga melepas kancing kemeja kekasihnya. Satu kecupan kecil mendarat di kening wanita itu, Clara dia memang mempunyai sifat jelek saat moodnya sedang tidak baik tapi ada satu sifat Clara yang membuat Raga begitu mencintainya. Sifat hangat dan kelembutan wanita itulah yang membuat Raga semakin percaya bahwa Clara adalah kandidat yang tepat sebagai calon istrinya.


"I love sayang," ucap Raga memeluk tubuh sang kekasih dari belakang.


"Hentikanlah mas,aku sedang memasak.Lebih baik kamu mandi dulu," ucapnya manja sambil terus bergelut dengan pisau ditangannya.


"No,Baby kamu belum menjawabnya," pelukannya semakin dipererat sebelum mendapat apa yang ia mau.


"Okey-okey baiklah.Love you too mas.Kamu memang tidak pernah berubah sudah sana mandi," ucap Clara.


Tangannya sengaja melepaskan pelukan erat di tubuh kecilnya.


Sepeninggal kekasihnya Clara kembali melanjutkan kegiatan masaknya.Namun harus terhenti saat mendengar sebuah notifikasi dari ponsel sang kekasih.


📩 Boy, Papa minta segeralah pulang Papa ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan mu."


"Ckk, apalagi yang diinginkan lelaki tua itu? tidak akan kubiarkan Mas Raga pulang malam ini."


Tak ingin Raga curiga buru-buru Clara segera menghapus isi dari pesan itu,ia lalu mengembalikan ponsel itu pada posisi semula.


.


.

__ADS_1


.


.Bersambung


__ADS_2