
Lelaki gila,aku harus jauh-jauh dari orang itu," ucap Sena lalu berlari meninggalkan tempat dimana ia baru saja menghantam kepala bosnya.
"Hos .... Hos .... Berengsek dimana gadis itu bersembunyi, awas saja jika sampai ketemu habis kau ditanganku," gumam Raga sembari melap keringat deras yang mulai membanjiri bagian-bagian tubuhnya.
"Sebenarnya sedari tadi Sena mendengar kutukan busuk yang sedari tadi pria itu lontarkan. Namun sialnya Sena memilih diam semua keberanian yang ia tunjukkan sedari tadi mendadak hilang bak ditelan bumi.
"Sialan,kenapa belum pergi juga lelaki itu," bisik gadis itu, suaranya ditekan sepelan mungkin.Ia takut jika keberadaan diketahui oleh lelaki jahanam itu.
Setelah dirasa cukup aman ,Sena keluar dari tempatnya sembunyi ,tubuhnya yang besar sedikit membuatnya kesusahan untuk kekuar dari tempat sampah ditengah taman itu. Perlahan satu persatu kaki dan tangan Sena keluar dari tempat itu.
"Huuftt, leganya bisa keluar dari tempat ini," ucapnya Sena lalu membersihkan kotoran dedaunan yang menempel ditubuhnya.
Lain lagi dengan Anoraga,lelaki berparas tampan itu terlihat kusut dan berantakan.Setelah kegagalannya mendapatkan gajah bengkak musuhnya, ia kembali menuju ruangannya. Suasana hatinya saat ini terlihat buruk, banyak pasang mata yang tak berani menatap kearahnya. Dengan perasaan kesal lelaki itu tak segan membanting pintu ruangan miliknya. Hal itupun tak luput dari pandangan Rendy ,lelaki sebayanya yang sudah lama menjabat sebagai sekretaris dan juga tangan kanan diperusahan miliknya. Rendy paham betul bagaimana sifat jelek bosnya saat moodnya sedang tidak stabil.
"Kenapa lagi sih bos,kenapa mukanya ditekuk mulu? Sayang umur bos,ingat semakin bos marah kerutan di wajah bos semakin bertambah," ucap Rendy sembari duduk di sofa bosnya.
"Bisa tidak ,mulutmu diam dulu Ren.Itu pun kalau kamu masih pengen naik gaji bulan depan," ujar Raga .
Begitu mendengar bahaya mengancamnya, Rendy seketika berhenti berbicara.
"Siap bos," tubuhnya berdiri tegak sembari memeragakan mulutnya yang terkunci.
"Ren ... Ren ... Rendy," panggil Anoraga sedikit berteriak.
"Siap bos,ada yang bisa saya bantu bos."
"Tolong carikan saya info pemilik dari sepatu ini,dan bawa kesini hidup-hidup!" Anoraga berkata sembari melemparkan sepatu itu kearah Rendy.
Rendy yang tak siap menangkap sepatu kumal itu,terpekik kaget dan melempar kembali sepatu kumal itu menuju bosnya.
Plupp
Sepatu itu mendarat sempurna ke wajah mulus Anoraga.Melihat wajah glowing bosnya yang terkena alas sepatu, Rendy dengan sigap berlari kearah bosnya yang tengah memejamkan mata. Deru nafasnya memburu ,terlihat sekali bosnya saat ini tengah menahan amarah.Rendy yakin sepatu kumal itu tidak pernah dicuci pemiliknya.
"Berani-beraninya kau merusak kesucian wajahku ,Ren!" ucap Raga tangannya terkepal kuat nafasnya pun terlihat tak beraturan.
"S-sabar bos, tenang bos. Masih utuh kok," sela Rendy tangannya gemetar menyeka keringat di dahi bosnya.
"Keputuskan kamu tidak naik gaji bulan depan!" teriak Anoraga dengan kesal.
__ADS_1
"Yah bos, tega banget sih. Ini kan salah bos sendiri ngelempar sepatu gak ngasih aba-aba," sela Rendy membela diri.
"Keluar atau kupecat," ucap Raga sambil memejamkan mata.
......,......
Atas perintah langsung dari Anoraga,Rendy mengumpulkan seluruh pekerja cleaning servis diperusahaan Anora Corp. Sena pun mendapatkan kabar dari Nisa saat makan dikantin kantor.
"Sen,tau nggak tadi tuh. Eh, Sen Pak Rendy itu ganteng banget ya, udah ganteng ,manis, tinggi paket lengkap dah pokoknya," ucap Nisa tersenyum sembari mengaduk-aduk seblak di mangkuknya.
"Aneh, kamu itu mau cerita apa gimana sih Nis?"
"Cerita Sen."
"Trus apa yang mau kamu ceritain trus gak jadi tadi?" Tanya Sena.
"Oh itu ,hampir aja lupa Sen.Tadi Pak Rendy nyuruh kita kumpul di didepan pantry,dia nyuruh kita semua kumpul disana. Ada apa ya Sen ,apa Pak Rendy ngadain biro jodoh ya?" tanya Nisa.
"Mana ada Pak Rendy nyari jodoh disini, gak mungkin dia ngelirik yang sebangsa kita Nis. Udah ya jangan kebanyakan halu," jawab Sena terkikik geli melihat raut kesal sahabatnya.
Sena sebenarnya cukup malas untuk ikut perkumpulan dengan teman lainya.Jika bukan karena bujuk rayu dari temanya Nisa, dia memilih menetap di kantin menghabiskan separuh baksonya yang masih tersisa. Begitu acara dimulai masing-masing teman yang bekerja disana dicek satu- persatu oleh petugas pilihan dari tuan Rendy.
Tak sengaja matanya menatap sosok seorang yang sangat dikenalinya.Alangkah terkejutnya Sena melihat lelaki yang sangat dibencinya berjalan menuju kearahnya.Sena pun menyumpai sumpah serapah yang tiada hentinya .
Sesaat pandangan mata keduanya bertemu,kedua bola mata Anoraga membola melihat orang yang tengah dicarinya berada didepan mata.Wajah Raga mulai memerah,tangannya terkepal kuat menandakan ia mempunyai dendam kesumat pada wanita itu.
"Mau ,lari kemana kau gadis sialan." Anoraga tersenyum remeh kearah wanita yang ia cari.
Setelah mengetahui bahwa Anoraga adalah CEO muda pemilik dari tempatnya bekerja.Seluruh tubuh Sena mendadak lemas bahkan dia hampir saja pingsan ditempat.
Sena begitu terkejut mendengar fakta bahwa orang yang dihinanya habis-habisan adalah seorang CEO perusahaan.
"Matilah aku,gimana nih kalau sampai tuan Anoraga memecat ku.Gimana nasip keluargaku dikampung," Sena terus saja menyesali perbuatannya.Ia memikirkan nasipnya kelak jika dipecat daru tempatnya bekerja.
Masih ditempat yang sama rasa gugupnya tk kunjung berhenti saat tuan pemilik perusahaan itu berjalan menuju arahnya.
"Mana sifat angkuh yang kau tunjukkan tadi Nona Sena?" bisik Anoraga dia sengaja menekankan nama wanita itu, dia ingin Sena tau bahwa dirinyalah yang berkuasa paling besar diperusahaan ini.
"Mm ... Mm ...Maafkan saya tuan." Akhirnya satu kata lolos begitu saja dari mulut Sena.Matanya tak berani menatap kearah Anoraga.
__ADS_1
"Kau takut padaku?" tanya Anoraga sinis.
"Maaf tuan,maafkan saya." ucapnya masih dengan menundukan kepala.
" Cih,tidak semudah itu gadis selokan kau harus mengganti rugi atas apa yang kau lakukan padaku!"
"Tapi tuan saya ...." Belum sempat Sena melanjutkan bicaranya,lelaki kejam itu sudah lebih dulu memotong ucapanya.
" Perlu kau ketahui nona kau sudah menyerahnya CV mu keperusahaan ku.Dan tentu saja tidak semudah itu jika kau merencanakan untuk keluar dari sini.Jika kau melakukannya tentu saja ada denda finalti yang harus kau bayar.Asal kau tau gajimu saja belum tentu cukup untuk mrmbayarnya," bisik Anoraga .
Sidut bibir lelaki itu terangkat sempurna,sebuah kemenangan berada ditangan pria itu.
"Oh dan satu lagi. Setelah ini datanglah keruanganku." Ujar Anorga sebelum benar-benar meninggalkan wanita pendek didepanya .
Setelah kepergian dari bos pemilik perusahaan ini, beberapa teman Sena menatap bingung kearah Sena.
"Sen,apa yang terjadi? Loe buat kesalahan ya?" tanya Nisa kawatir.
"Aku gapapa Nis," ucap Sena lalu berjalan meninggalkan Nisa.
"Lah Sen,bukannya kita mau balik ke kantin.Mau kemana loe?" teriak Nisa setelah Sena benar-benar jauh dari tempatnya berdiri.
Di tengah-tengah pekerjaannya Sena mendapatkan telfon dari temanya.Yang mengatakan bahwa dia harus segera menuju keruangan CEO.
"Sen,tuan Rendy tadi nyariin kamu.Kamu cepetan kesana ya," pinta Desi.
"Iya terimakasih Des,hampir saja aku melupakan tugasku," jawab Sena .
"Maksutnya apa Sen?Tugas apa ?"
"Bukan apa-apa kok. Makasih ya Des,aku pergi dulu."
.
.
.
Bersambung..
__ADS_1