Kaisar Monster

Kaisar Monster
Chapter 20 | Pekerjaan para gadis Manusia


__ADS_3

...Chapter 20. Pekerjaan para gadis Manusia....


Hari ke 41, gadis-gadis manusia itu sungguh memiliki mental yang lemah. Seusai diselamatkan, mereka hanya bisa menangis, lelah dan tidur meski begitu empat gadis pedagang masih takut kepada ku terkecuali Ruka.


"Selamat pagi, Tuan!" sapa Ruka.


"Pagi juga Ruka," sapa ku.


"Ruka, bisa ikut dengan ku!"


"Baik, Tuan!"


Lalu, aku pun mengajak Ruka untuk pergi ke kereta kuda yang berisikan barang-barang yang dirampas.


"Ini kah kereta dan barang-barang yang dicuri oleh Goblin yang menyergap mu?"


"Benar sekali, Tuan!"


Aku pun melihat ada beberapa barang yang cukup berharga namun, aku lebih tertarik dengan peralatan memasak.


"Ruka, apa kamu bisa memasak?"


Ruka pun menundukkan kepala seraya mengangguk pelan.


"Kalau begitu, buatkan aku makanan!"


Ruka pun mengangkat kepala nya dan melihat kearah ku, "Baik, Tuan!"


"Oiya, jika kamu berpikir ingin meracuni ku itu tidak akan berhasil karena aku memiliki Poison Resistance. Kamu paham?"

__ADS_1


Mendengar itu, Ruka sontak menjawab panik. "Tidak akan. Aku akan buatkan makanan yang lezat untuk Tuan."


Lalu, Ruka pun memasak ditemani oleh beberapa manusia yang lain nya.


Hal ini sangat aku rindukan sebuah makanan matang.


Beberapa saat kemudian, Ruka pun memberikan makanan matang kepada ku dan aku pun menyantap nya dengan lahap.


Sungguh makanan itu benar-benar lezat. Aku tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.


Lalu, aku pun terpikir sesuatu.


"Ruka, berikan juga makanan ini kepada keempat gadis yang bersama mu!"


"Baik, Tuan!"


Dan, seperti yang ku perintahkan. Ruka memberikan makanan kepada keempat gadis.


Ketika makan, aku melihat gadis-gadis itu tenang dan mulai menurunkan penjagaan mereka terhadap ku. Maka aku pun menghampiri mereka.


"Bagaimana keadaan kalian?"


Keempat gadis itu melihat kearah ku dan tersenyum. "Sudah lebih baik."


Setelah itu, aku pun mulai mendengar kisah mereka lebih rinci bahwasanya mereka adalah manusia dengan job pedagang.


Lalu, mereka juga menjelaskan bahwa salah satu dari mereka seorang Appraiser atau seorang penilai barang.


Ada juga seorang Blacksmith yang mampu memperbaiki dan mempertajam senjata.

__ADS_1


Sedang, gadis lain seorang penjahit dan koki. Lalu, gadis terakhir merupakan seorang alchemist atau ahli kimia, dia bernama Ryza.


Dan, sejak itu aku memerintahkan mereka untuk bekerja di desa. Jikalau mereka tidak tidak mau, aku pun menghendaki mereka pulang sendiri.


Memahami kebaikan ku, mereka berempat pun memutuskan untuk tinggal di desa Goblin.


Ryza bekerja sebagai pembuat ramuan dan racun.


Gadis Blacksmith, Tia. Aku perintahkan untuk membuat dan memperbaiki senjata beserta baju zirah.


Sedangkan, Fani yang seorang penjahit dan koki. Aku tugaskan mereka untuk melatih wanita yang lain.


Aku tidak melakukan kebaikan begitu saja karena jikalau ada yang berkhianat mereka akan ku jadikan larva atau induk dari Goblin.


Dan, Ruka. Aku tugaskan dia di pertanian, pembangunan rumah dan berlatih pedang bersama beberapa Goblin lain nya.


...****************...


Hari ke 42, aku mendapatkan informasi bahwa anggota Goblin baru ada yang memiliki bakat sihir, dia bernama Hobusei.


Hobusei sendiri merupakan penyihir berbakat yang menguasai beberapa sihir element seperti element api, angin dan air.


Maka dari itu, aku memerintahkan Hobusei untuk melatih para Goblin yang memiliki bakat. Awalnya, aku tidak tahu cara mengetahui bakat monster lalu, Petapa Agung pun memberikan informasi nya yakni mengunakan kristal sihir dan satu persatu goblin di uji coba kan.


Dan, ada beberapa Goblin yang berbakat sihir dan Hobusei pun meminta ku untuk melakukan ujian juga.


Maka dari itu, aku pun mencoba memeriksa. Hal hasil membuat Hobusei terkejut.


"Wow ... Ketua, anda luar biasa! Anda mampu menguasai semua element."

__ADS_1


Semua penduduk di desa yang mendengar itu sontak terkagum-kagum.


__ADS_2