Kaisar Monster

Kaisar Monster
Chapter 32 | Orc daratan tinggi


__ADS_3

...Chapter 32. Orc daratan tinggi....


Masih dihari 49, aku dan Emma tiba di lokasi persembahan yang dimana pandangan kami tertutup oleh kabut yang sangat tebal hingga aku hanya bisa melihat Emma yang ada didekat ku.


"Disini kah lokasi nya?"


"Iya, disini," jawab Emma.


"Kalau, begitu ..." Aku menghadap kearah kabut tebal dan membuka mulut seraya merapalkan ....


"Gluttony."


Skill ini pun mengisap seluruh kabut yang ada disekitar kami dan masuk kedalam mulut ku serta tak lama sistem juga memberitahu sesuatu.


Ding!


[Anda mendapatkan skill Mist.]


Setelah mengisap semua terlihat lah beberapa demon disekitar kami yang mana mereka sontak kesal dan mengangkat senjata nya kearah kami.


"Siapa kamu?! Berani nya menghilang sihir ini!" seru kesal menodongkan senjata yang dipegang nya kearah ku.


Aku pun menjawab nya dengan santai, "Aku key, seorang Goblin dan dia ..." Aku memperkenalkan Emma, "Dia Emma, seorang Orc daratan tinggi."


Emma yang melihat itu, dia pun terkejut.


"Kenapa ada demon disini? Bukan kah ini tanah suci Naga Agung Altair?"


Mendengar itu, aku pun menjelaskan nya. "Emma, kamu telah di tipu oleh mereka. Altair tidak akan pernah membuat kabut dan meminta tumbal."


Emma yang mendengar itu, dia pun sontak terkejut lagi. "Bohong kah? Jadi, selama ini?"


"Benar. Ini adalah akal busuk dari para Demon."


Para Demon yang mendengar itu, mereka pun sontak marah.


"Bedebah! Serang Goblin jelek itu!" seru salah satu demon.

__ADS_1


Seruan itu pun didengar oleh para demon yang lain dan memulai serangan kearah kami.


Melihat itu, aku pun tidak tinggal diam. Aku juga sontak mengambil pedang dan mengunakan teknik original ku.


"Accel."


Dengan kecepatan tinggi, aku melesatkan dan menebas satu persatu para demon bahkan sampai mereka tidak bisa melakukan serangan balik.


Memahami kemampuan itu, aku pun terkagum sendiri.


"Kemampuan Gluttony memang luar biasa."


Lalu, aku beralih pandangan ke Emma.


"Emma, kamu baik-baik saja?"


"Iya. Saya baik-baik saja. Tapi, apakah benar ini kebohongan dari para demon saja?"


"Emma, seperti nya kamu tidak percaya dengan ku. Baiklah, bagaimana kalau kita panggil Altair."


"Eh?" gumam bingung Emma.


Sesaat kemudian, Altair pun keluar dari dimensi kabut dengan wujud manusia nya.


"Tuan, ada apa?" Altair melihat sekeliling nya. "Apakah ada monster yang kuat?!"


Pandangan pun teralih kepada para demon yang sudah mati. "Seperti nya tidak ada." Altair kembali melihat ku, "Jadi, ada apa Tuan memanggil ku?"


"Aku hanya ingin bertanya. Apakah kamu meminta tumbal Orc daratan tinggi dan mengirimkan kabut dengan bantuan para demon?"


Altair pun sontak melipatkan kedua tangan nya. "Aishh! Tidak mungkin aku meminta tolong kepala ras rendah seperti itu. Lagipula, bagaimana bisa aku mengusik area luar Goa."


"Jadi. Begitu." Aku pun menoleh kearah Emma, "Emma, kamu dengar sendiri. Pelaku yang meminta tumbal bukanlah, Altair. Melainkan demon itu sendiri."


"Tuan, siapa dia?"


"Dia Emma, Orc daratan tinggi dan ..." Aku juga memperkenalkan Altair. "Emma, dia Altair. Sang Naga Agung yang kamu sebutkan."

__ADS_1


"Eh? Sang naga agung, Altair." gumam Emma tidak percaya.


Melihat ekspresi itu, Altair sontak mengeluarkan sisik naga nya yang sudah terkelupas. Lalu, melemparkan nya kepada Emma.


"Lihatlah! Ini sisik ku jika kamu masih tidak percaya, haruskah aku menghancurkan desa mu dahulu!" seru kesal Altair dengan tatapan tajam.


Melihat tatapan yang dingin itu membuat emma ketakutan dan dia bersujud dihadapan Altair.


"Naga Agung Altair, maafkan ketidaksopanan saya!"


"Wajar saja kamu bingung karena tidak mungkin naga agung seperti ku memiliki Tuan seorang Goblin. Tapi, dia Tuan ku dan lebih kuat dari ku. Hahaha ..."


Mendengar itu, aku hanya bisa senyum kecil.


Setelah itu, kami pun kembali ke desa Orc daratan tinggi dan disana, para Orc daratan tinggi merayakan pesta kedatangan ku dan Altair. Hal itu dilakukan sesaat Emma menjelaskan semua kejadian nya.


Keesokan paginya, seluruh Orc daratan tinggi berlutut satu kaki dihadapan ku.


"Tuan Key, Nona Altair. Izinkan kami untuk tinggal di dimensi anda dan melayani anda!" pinta Emma yang mewakili seluruh Orc daratan tinggi yang berlutut satu kaki.


"Apakah kalian tidak masalah dipimpin oleh Goblin seperti ku?"


"Tuan, kami tahu bahwa anda bukan lah Goblin biasa bahkan mampu menjadi Tuan dari Sang Naga Agung Altair. Maka, izinkan kami juga melayani anda!" jawab Emma.


Altair pun memperkuat ucapan Emma.


"Tuan, lebih baik anda menerima mereka. Lagipula, mereka sudah hidup kelaparan disini karena minim nya sumber daya."


"Baiklah, jika kamu berkata seperti itu."


Altair pun tersenyum mendengar jawabanku dan aku kembali menghadap para Orc daratan tinggi.


"Aku izinkan kalian!"


Para Orc daratan tinggi pun serempak menjawab, "Terimakasih, Tuan."


Dan, mereka pun berimigrasi ke dunia kabut.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2