
...Chapter 28. Tanah baru dan Hadiah kedua (+21)...
Pada hari 46, aku pun mengajak seluruh penduduk desa Goblin untuk berpindah ke dimensi kabut yang dimana membuat mereka terkagum-kagum.
Sebuah tanah yang subur, air yang bersih, sayuran dan buah-buahan yang berlimpah serta beberapa hewan liar yang bisa di buru.
Itulah juga tanah impian mereka.
Tidak hanya itu saja, Altair memiliki sihir ruang yang mampu memindahkan seluruh desa termasuk rumah sampai barang-barang terkecil sekalipun.
"Dengan ini, semua nya sudah berpindah. Apakah Tuan sudah puas?" ucap bangga Altair dengan menolak pinggang.
Aku pun tersenyum kecil, "Iya. Kamu memang hebat, Altair."
Altair pun tersenyum lebar.
Beberapa saat kemudian, sejumlah Slime datang yang mana diantara mereka ada Slime yang sudah ku jinakkan tapi, dihadapan ku jumlah mereka bertambah.
"Master, kami membawa beberapa teman," ucap salah satu Slime.
"Tidak masalah," jawab ku.
Dan, aku pun menjinakkan Slime yang baru datang ada sekitar 20 dan dengan ini aku memiliki peliharaan 50 Slime.
Lalu, aku juga menempatkan mereka ke dimensi kabut dan saat sedang memandangi alam dunia kabut yang mana para Goblin sudah memulai aktifitas nya seperti biasa dan lebih menikmati dibandingkan hidup di desa Goblin.
Ditengah itu, Goburi datang dan memberikan sebuah saran kepada ku.
"Ketua, adakah anda berpikir untuk mencari Horde Goblin yang lain untuk bergabung dengan anda?"
"Kenapa?"
"Seperti nya, ketua ketahui. Tidak semua ketua Horde sebaik anda dalam mengurus anak buah bahkan ada Horde yang membiarkan Goblin bawahan mati kelaparan."
Mendengar itu, aku pun terkejut. "Benarkah, ada yang seperti itu?!"
"Maka dari itu ..." Goburi membungkukkan badannya, "Saya mohon Selamat para Goblin yang terlantar!"
"Baiklah, jika begitu. Aku akan mencari mereka."
__ADS_1
Altair pun menyambung ucapannya, "Kalau begitu, aku akan ikut dengan Tuan."
"Eh? Tapi, bagaimana jika dunia kabut ini di datangi oleh monster buas?"
Saat aku bertanya itu, ada sosok Altair yang memiliki tubuh yang lebih kecil.
"Kalau memang ada, saya akan mengurus nya."
Melihat sosok nya, aku pun terkejut lantaran dia mirip seperti Altair yang masih berusia 6 tahun.
"Karena ada saya, jadi tenang saja. Meski monster menyerang, saya akan usir mereka!"
"Altair, apakah ini anak mu?"
"Dia bukan anak ku. Tapi ini bagian diri ku."
Mendengar itu, aku pun memahami kemampuan nya tersebut.
"Oh, jadi kamu bisa klon."
"Iya, begitu lah," jawab Altair dengan senyuman lebar.
"Ya sudah kalau begitu."
Aku pun memutuskan untuk berangkat besok untuk berkelana mencari sarang Goblin dan Istirahat namun, malam harinya tiba-tiba Altair datang ke kamar ku.
"Altair, ada apa?"
Altair tidak menjawab, dia hanya tersenyum yang mana senyuman itu berbeda dari senyuman biasa nya.
"Tuan, aku ingin memberikan hadiah kedua."
"Memberikan hadiah kedua?" ucap bingung ku dengan perkataan Altair.
Tanpa menjawab pertanyaan, Altair menghampiri ku dan sontak mengalungkan diri nya ke leherku. Lalu, mencium bibir ku.
Kehangatan yang kurasakan dari bibir Altair membuat ku mengerti dengan ucapan nya. Maka aku pun menerima bibir ku dan kami pun bermain ldah.
Setelah lama bermain, Altair melepaskan ciumannya dengan tersenyum senang.
__ADS_1
"Aku tidak menyangka Tuan handal dalam ciuman."
"Aku bisa lebih dari itu," jawab percaya diri ku dengan senyuman kecil.
Lalu, kami pun saling bertukar pandang dan tidak lama juga melanjutkan ciuman kami yang mana kali ini tangan ku ikut bergerak beraba dada dan memainkan nya.
Altair pun terlihat menikmati nya maka, aku lanjutkan ke bawah hingga dia tidak bisa menahan hasrat nya, Altair pun mendorong ku ke kasur dan melepaskan seluruh pakaian nya.
"Tidak adil. Jika aku saja yang dapat pelayan nya."
Lalu, Altair pun melayani ku diatas sampai ke Junior hingga berdiri tegak.
Melihat itu, Altair tersenyum nakal dan memamerkan lubang nya yang sudah berair. Maka dia tidak segan-segan memasukan nya dari atas dan memompa nya sendiri diatas.
Aku pun menikmati itu seraya mermas dada Altair sampai aku juga ingin melayani nya maka, aku membalikan badan Altair dan menempatkan nya ke bawah ku. Lalu, memompakan nya.
Dan, kami pun saling menikmati. Lalu, ditengah itu juga sistem memberikan pemberitahuan nya.
Ding!
[Altair telah memberikan unik skill metastasis melalui hubungan sek.]
Ding!
[Altair telah memberikan Extra Skill Space Manipulation melalui hubungan sek.]
Melihat itu, aku pun menghentikan sejenak aktifitas dan menatap Altair.
"Altair, apakah kamu yakin?"
Altair pun membelai pipi kanan, "Apapun akan kulakukan demi Tuan ku."
Aku yang mendengar itu sontak memberikan senyuman kecil, "Terimakasih, Altair."
Lalu, aku mencium bibir nya dan melanjutkan kenikmatan kami.
Aku bertanya seperti itu karena sudah mengetahui kemampuan dari pemberian nya yakni skill metastasis.
Sebuah kemampuan yang dimana aku mampu memberikan skill atau kekuatan kepada seseorang dalam bentuk salinan dan proses yang Altair lakukan adalah proses dari skill Metastasis itu sendiri.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...