Kaisar Monster

Kaisar Monster
Chapter 29 | Sarang Horde Goblin Shaman


__ADS_3

...Chapter 29. Sarang Horde Goblin Shaman....


Dihari 47, para Slime berhasil menemukan sarang Goblin yang tidak jauh dari hutan tempat Altair dikurung.


Setiap Horde memiliki kehormatan nya sendiri maka dari itu, kehadiran ku mungkin tidak akan dihormati nya dan tepat seperti dugaan ku dengan pisau dan tawa.


Setibanya aku dan Altair didalam Goa, kamu sontak disambut oleh para Goblin yang sudah mengelilingi kami.


"Tuan, seperti nya anda tidak sambut hangat disini."


"Ku pikir ini sambutan yang cukup hangat. Maka, aku akan mencoba bernegosiasi dengan mereka."


Aku dan Altair pun saling bertukar senyum.


Lalu, aku pun menatap tajam kearah para Goblin yang tentu saja mengunakan skill Intimidasi.


"Kalian hanya memiliki dua pilihan, menyerah menjadi anak buah ku atau mati!"


"Gigigi ... kami tidak akan patuh terhadap ketua lemah seperti mu. Serang!" ucap salah satu Goblin yang memiliki kulit merah.


Sesaat kemudian, semua Goblin yang mengelilingi kami melompat dengan pisau yang diayunkan.


Melihat itu, aku juga memberikan perintah. "Lawan mereka dan bunuh mereka yang melawan!"


"Oke," jawab Altair.


Setelah itu, Altair melawan balik para Goblin hijau rendahan dan berhasil mengalahkan dan membunuh mereka dengan cepat hingga membuat para Goblin hijau yang belum menyerang kami terdiam dan mundur satu langkah.


Sedangkan, Goblin merah yang merupakan pemimpin mereka melihat kekuatan pasukan yang berbeda jauh dari para goblin, Goblin merah berbalik badan yang ingin melarikan diri. Namun, aku menghentikan nya dengan memegang leher nya dari belakang dan mengangkat nya.


"Sudah aku bilang bukan, jika tidak patuh dengan ku maka hukumannya kematian!"


Mendengar ucapan ku, Goblin merah itu menoleh kebelakang dan menatap ku dengan penuh ketakutan. Meski begitu, aku tidak peduli karena ini adalah pilihan nya.


"Petir."


Sesaat aku merapalkan itu, seluruh tubuh Goblin merah yang ku pegang diselimuti oleh petir dan dia pun kejang-kejang sampai-sampai mulut nya berbusa dan mata nya kosong hingga berujung pada kematian.

__ADS_1


Setelah Goblin merah mati, aku pun melemparkan nya ke depan dihadapan para Goblin hijau yang tersisa hingga mereka semakin ketakutan dan melarikan diri.


Saat melihat itu, Altair ingin mengejar nya namun, aku hentikan.


"Sudah, biarkan! Tujuan kita menemui ketua mereka!" Aku pun melanjutkan langkah. "Ayo!"


"Oke." jawab Altair.


Setelah itu, aku dan Altair melanjutkan langkah sampai pada ujung Goa yang mana terdapat ruangan besar dan terlihat banyak Goblin disana dalam posisi siaga seraya menodongkan senjata nya kepada kami. Selain Goblin hijau kecil, di ruangan itu terlihat dua Hobgoblin hijau yang memiliki tinggi tiga meter.


Lalu, terlihat juga satu Goblin yang memakai jubah compang-camping dan memiliki anting ditelinga nya seraya memegang tongkat dengan permata diujung.


Dan saat menoleh kesamping, aku melihat ada empat wanita yang tidak mengenakan pakaian sehelai terkapar di lantai seperti boneka. Selain itu juga ada dua wanita yang di ikat pada dinding Goa.


"Ketua Horde Timur, kenapa kamu datang ke sini?" tanya Goblin Shaman.


"Tunduk lah kepada ku! Dan, kembali ke desa!"


"Tidak akan! Kekuasaan ku disini! aku tidak akan pergi dan tunduk kepada siapa pun kecuali kamu ingin bergabung dan menjadi anak buah ku. Gigigi..." ucap Goblin Shaman.


Mendengar itu, aku tersenyum lalu menarik pedang yang ada pinggang ku. "Jika begitu, Mati lah!"


Melihat bola api yang melesat kearah kami, aku sontak meluruskan tangan dan merapalkan skill.


"Gluttony."


Seusai merapalkan skill itu dan tangan ku memegang bola api besar. Tiba-tiba bola api itu pun terpecah dan menghilang.


Kemampuan itu merupakan kemampuan dari Gluttony. Selain mampu memecah mangsa menjadi beberapa bagian, Gluttony juga mampu memecah sihir.


Melihat aku yang berhasil memecahkan sihir api andalan nya, Goblin Shaman itu sontak terkejut dan mundur satu langkah. "Tidak mungkin, bagaimana bisa?" Lalu, dalam panik nya Goblin Shaman melihat sekeliling dan memberikan perintah kepada anak buah nya. "Apa yang kalian lakukan?! Serang mereka!"


"Gwuahh...!" raung beberapa Goblin.


Lalu, Hobgoblin dan beberapa Goblin lainnya menyerang secara bersamaan. Melihat itu, aku pun juga memberikan perintah.


"Serang!"

__ADS_1


Mendengar itu, Altair menghunuskan pedangnya dan melawan Goblin lawan yang datang dan Altair menang dengan mudah bahkan Dua Hobgoblin berhasil dikalahkan nya.


Saat melihat pertarungan ini, aku seakan-akan melihat seorang petani melawan seorang ksatria dan itulah perbedaan kekuatan kami.


Setelah Altair berhasil melumpuhkan pasukan Goblin lawan, aku melihat Goblin Shaman sedang merapalkan skill sihir api lebih besar yang mana api itu berbentuk ular raksasa.


Saat melihat itu, aku sontak mengambil tindakan.


"Tidak akan aku biarkan!" Lalu, aku melesatkan skill. "Fast Step!"


Sesaat kemudian, aku pun berada belakang Goblin Shaman dan mengangkat senjata ke atas.


Saat aku melakukan itu, Goblin Shaman menoleh kebelakang dengan tatapan cemas dan takut. Namun, aku tidak peduli dan memenggal kepalanya.


Lalu, sihir pun terpecah dan Goblin Shaman mati di hadapan ku.


Melihat pemimpin itu mati, para Goblin terdiam kaku dan aku pun memanfaatkan kesempatan tersebut.


"Kalian, Dengar!"


Semua Goblin terkejut dan melihat kearah ku.


"Aku akan berikan kesempatan lagi. Buatlah pilihan! Tunduk kepada ku atau mati disini!"


Para Goblin yang mendengar ucapan ku, mereka saling menatap lalu, mereka pun serempak bersujud dihadapan ku.


"Kami mengabdikan diri kepada mu, ketua ku!" seru serempak para Goblin.


"Keputusan yang tepat. Aku akan menerima nya!"


"Ketua yang kuasa!" jawab serentak para Goblin.


Seusai itu, aku dan lainnya kembali ke desa kabut dengan membawa prajurit Goblin yang baru, enam wanita manusia dan beberapa anak-anak Goblin yang terlahir dari Larva.


Selain itu juga aku menjarah semua senjata dan makanan di sarang Goblin tersebut.


Dengan ini misi selesai ...

__ADS_1


...◆◆ ◇...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2