
...Chapter 23. Go To Dungeon....
Tidak membutuhkan waktu lama, Slime pun menemukan sebuah Goa yang didalamnya terdapat pintu besar yang menutupi jalan.
Pintu besar itu memiliki ukiran emas ditengah nya dan terlihat mewah meski sudah berdebu juga kusam.
Melihat itu, aku menyakini bahwa pintu didepan ku adalah pintu Dungeon.
Lalu, aku pun memerintahkan semua Slime yang ada didekat ku.
"Kalian, tunggu disini!"
"Baik, master!" jawab Slime dengan telepati.
Lalu, aku pun mendekati pintu dan memasukan kunci didalam lubang kunci. Setelah nya, aku mendorong pintu dan masuk kedalam nya.
"Petualang ku dimulai!"
Setibanya didalam, aku disambut oleh kelelawar raksasa dan aku pun bisa dengan mudah mengalahkan memakai skill Jaring Lengket.
Seusai itu, aku melanjutkan langkah ke lantai dua yang mana aku bertemu dengan ular raksasa.
Melawan monster itu, aku hanya mengunakan sihir Wind Blade untuk memotong kepala nya.
Setelah itu, aku dihadang oleh kelinci petir. Yang mana dia memiliki langkah yang sangat cepat di dukung juga skill yang mirip seperti Teleportasi.
Lalu, aku pun melawan nya dengan Firebolt sebagai pengalihan lalu, saat melihat kesempatan. Aku mengunakan Flash Stab dan menusuk nya.
Setelah mengalah kelinci, aku sontak di datangi oleh serigala petir berekor dua yang mana mereka serempak melompat dan menyerang ku.
Melihat itu, aku sontak mengunakan skill ku.
"Flash Stab."
Dengan mengunakan skill itu, aku bisa dalam sekejap berada di hadapan Serigala petir dengan jarak yang sangat dekat. Setelah itu, aku sontak menusuk nya.
"Satu."
Serigala petir yang melihat rekan nya mati, dia sontak marah dan melesat sihir petir nya. Namun, aku tidak menghindari nya melainkan mendatangi nya dengan mengunakan skill
"Flash Stab."
Aku dalam sekejap berada didekat serigala petir dan mengayunkan pedang ku.
Gerakan ku pun dibaca oleh serigala petir, dia sontak melompat mundur kebelakang nya.
Namun, aku tidak membiarkan nya. Aku sontak mengunakan gabungan skill [Aero Dinamik] dan skill [Flash Stab] yang mana kombinasi skill itu membuat ku bergerak lebih cepat dibandingkan sebelumnya dan menusuk nya.
Lalu, pertarungan pun usai. Tanpa ragu lagi, aku menyantap daging nya yang sudah dikuliti.
Setelah itu, aku melanjutkan langkah ke lantai berikutnya.
Disini, aku menghadapi beberapa monster yang tidak begitu kuat tidak hanya itu aku juga harus berhadapan dengan beberapa jebakan didalam nya.
Kemampuan Chaos Eater berfungsi hanya kepada monster yang belum ku makan. Jika, aku sudah memakan jenis monster yang sama seperti sebelumnya. Aku tidak akan mendapatkan kemampuan mangsa.
Dan, saat ini aku sudah berada di lantai 10 yang mana dilantai ini aku berhadapan dengan monster yang cukup kuat.
__ADS_1
Black Giant Armadillo.
Level 60.
Skill: Armadillo Skin.
"Fire Lance."
Rapalan ku dengan meluncurkan tombak api yang besar dari atas.
Lalu, tombak api itu mengenai telak Monster. Aku sontak senang lantaran telak mengenainya. Namun, saat aku mendarat monster itu tidak terluka sedikitpun.
Setelah itu, Armadillo mengeluarkan semburan api. Melihat itu, aku sontak merapalkan skill untuk menghindari nya.
"Fast Step."
Melihat itu, aku pun tersenyum. "Kulit mu menarik. Baiklah, Aku akan mendapatkan nya!"
Sesaat kemudian, aku pun mengunakan skill Flash Stab dan melompat lurus kearah Armadillo. Disisi lain, Armadillo juga melihat gerakan ku namun, aku lebih cepat dan merosot kan diri ke bawah tubuh Armadillo. Setelah itu, menusuk dan menarik nya.
"Matii!!"
Karena serangan ku itu, darah keluar dengan deras dari perut Armadillo dan setelah melewati tubuh Armadillo. Aku bangkit berdiri dan Armadillo jatuh mati seketika.
"Makanan siap!" ucap ku sambil tersenyum senang seraya menoleh ke belakang.
Setelah itu, aku pun tidak ingin membuang kesempatan makanan seenak ini maka dari itu, aku berbalik badan dan menyantapnya yang mana aku mendapatkan pemberitahuan.
Ding!
[Anda telah mendapatkan skill Armadillo Skin.]
Ding!
Melihat itu, aku tersenyum senang. "Sungguh kemampuan yang menarik."
Setelah menghabiskan semua daging Armadillo, aku memasukan kulit nya kedalam cincin penyimpanan yang mungkin berguna untuk membuat perisai atau armor. Seusai itu, aku melanjutkan perjalanan.
Setibanya di lantai 22, langkah ku dihadang oleh monster kelabang besar.
Kelabang Iblis.
Level 66.
Skill: Pelumpuh.
Lalu, sesaat dia menyerang. Aku sontak melakukan serangan balik.
"Wind Blade."
Serangan tebasan angin itu aku lakukan berulang-ulang hingga akhir nya dia terpotong-potong.
Syukur, dia tidak seperti Armadillo yang memiliki kulit kebal terhadap serangan sihir dan aku pun mendapatkan;
Sihir Pelumpuh.
Anti Skill Pelumpuh.
__ADS_1
Selama tidak ada masalah di desa, aku akan terus melangkah turun ke lantai berikutnya.
Dan, sampai di lantai 30. Aku mencium bau busuk yang menyengat hingga menusuk hidung ku sampai aku melihat ada jasad seekor naga di tengah ruangan berbatu tersebut.
Aku yang penasaran dengan jasad Goblin itu, maka aku pun memeriksa nya dan sesaat aku mendekati nya tiba-tiba jasad naga itu membuka matanya dan bangkit berdiri.
Aku yang melihat itu sontak melompat mundur dan memasang posisi siaga.
"Undead Dragon kah? Ayo bertarung dengan ku!"
Setelah naga Undead itu berdiri tegak, dia sontak melihat ku dengan menyemburkan semburan asam. Melihat itu, aku sontak menghindari nya dengan Fast Step.
Sang Naga Undead pun juga melakukan semburan dengan cepat yang bertubi-tubi hingga membuat ku terus berlari dan sulit melakukan serangan balik.
Setelah ada senggang, aku merapalkan skill ku.
"Armadillo Skin."
Seusai merapalkan itu, kulit ku berubah menjadi coklat dan bersisik.
Dan, aku pun memberanikan diri menyerang maju kearah Undead Dragon dengan mengunakan Aero Dinamik sehingga aku dalam sekejap sudah berada di dekat kepala Undead Dragon dan mengayunkan pedang keatas.
"Matilah kau naga busuk!" Lalu, aku merapalkan dan melesat skill api bola raksasa. "Giant Fire Ball."
DBOM!
Ledakan besar pun terjadi dan api itu melahap naga tengkorak.
Meski sudah dalam keadaan terbakar, naga tengkorak mengunakan kepalanya untuk menyerang ku hingga aku terhempas ke dinding dan mengeluarkan darah. Walau begitu, aku tersenyum melihat naga tengkorak menggeliat kesakitan dan tidak lama kemudian, naga itu pun mati hangus terbakar.
Setelah itu, aku pun merapalkan sihir penyembuhan dan bangkit berdiri.
"Yosh, sekarang waktu untuk menikmati. Jasad naga yang sudah di bakar matang. Gigigi...."
Tanpa membuang waktu, aku pun menghampiri dan menyantapnya.
Lalu, ditengah makan sebuah pemberitahuan muncul.
Ding!
[Anda telah mendapatkan skill Acid Manipulation.]
Ding!
[Anda telah mendapatkan skill Dragon Power.]
Ding!
[Selamat! Anda telah mendapatkan Unique Skill Immortality.]
Ding!
[Level anda telah meningkat ke level 57.]
Melihat pemberitahuan itu, aku sontak menghentikan makan.
"Skill Immortality? Keabadian?! Wow ... Luar biasa! Yang berarti, aku tidak bisa mati. Yeeee .... GiGiGi!"
__ADS_1
Dan, penjelajahan ku masih berlanjut ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...