
...Chapter 22. Tamer...
Dihari 45 ini merupakan hari yang cerah maka dari itu, aku memutuskan untuk solo Leveling dan mempercayakan desa kepada para petinggi Goblin disana.
Perjalanan ku tidak ada sesuatu yang menarik, monster yang ada disekitar ku tidak ada yang berani menyerang mungkin mereka sadar akan kemampuan ku.
Karena itulah yang pergi ke area yang belum terjelajahi dan sekitar setengah hari, aku tiba di hutan yang lebih rimbun dan memiliki aura yang lebih mencekam. Aku yakin didalam hutan itu ada monster yang kuat namun, hasil sama.
Perjalanan ku semakin dalam ke hutan asing yang mana juga kabut semakin tebal hingga pandangan ku tertutup. Maka dari itu, aku mempercayakan arah pada petapa Agung.
"Petapa Agung, kemana aku harus pergi?"
[Lurus ke barat!]
Aku pun menuruti nya dan terus melangkah lurus ke barat hingga ada Slime yang sedang berdiri dihadapan ku.
"Slime? Kenapa ada Slime ditengah hutan berkabut ini?" gumam ku sendiri.
Sesaat kemudian, Slime itu berbalik badan dan berjalan ke arah barat.
Menyadari pergerakan Slime yang aneh seakan-akan meminta ku untuk mengikuti nya. Maka aku pun memutuskan untuk mengikuti nya.
Dan, nampak nya Slime ini menuntunku ke sebuah tempat.
Lalu, seusai dengan dugaan ku. Slime itu mengarahkan ku pada rumah kayu yang menempel pada sebuah pohon besar.
"Disini kah tempat yang ingin kamu tunjukkan?"
Saat aku bertanya itu, Slime diam sejenak dan membalikkan badan kearah ku. Lalu, melompat-lompat.
"Baiklah. Aku akan masuk."
Lalu, aku pun menghampiri rumah kayu itu dan membuka nya yang dimana aku disambut oleh sebuah ruangan yang sangat gelap. Tidak hanya itu, akar, batang dan daun menjalar pada interior rumah kayu tersebut.
Lalu, rumah itu hanya memiliki satu ruangan dan aku melihat manusia yang sudah menjadi tengkorak duduk dengan rapih diatas kursi.
"Jadi, dia kah pemilik dari rumah ini."
__ADS_1
Aku pun menghampiri tengkorak itu dan terlihat dari jubah nya. Tengkorak itu merupakan seorang petualang di masa hidupnya dahulu.
"Jadi, mari kita lihat kemampuan mu!"
Lalu, aku mengambil tulang dari tengkorak itu dan memakan nya.
Ding!
[Anda mendapatkan skill Taming Master.]
[Anda telah naik level 46.]
Melihat itu, aku tersenyum senang.
"Ehh? Seperti nya, aku mendapatkan kemampuan yang menarik."
Piung! Piung!
Mendengar suara itu, aku sontak menoleh kearah bawah yang dimana suara itu berasal dari kerumunan Slime.
"Apa kalian ingin aku jinakkan?"
Saat aku bertanya itu, seluruh Slime melompat-lompat.
Melihat ekpresi mereka, aku pun tersenyum kecil.
"Baiklah, jika kalian tidak keberatan menjadi peliharaan dari seorang Goblin seperti ku."
Lalu, aku pun meluruskan tangan.
"Taming."
Sesaat mengunakan skill itu, tumpukan pemberitahuan datang.
Ding!
[Slime berhasil terjinak kan.]
__ADS_1
[Slime berhasil terjinak kan.]
[Slime berhasil terjinak kan.]
....
Dan, sekitar 30 Slime berhasil aku jinakkan dengan mudah.
Selain itu, aku juga tidak hanya mampu menjinakkan melainkan berkomunikasi dan berbagi indra terutama kemampuan Slime yang dimana monster ini memiliki kemampuan unik yakni
Link.
Sebuah kemampuan yang dimana, aku mampu merapalkan sihir melalui Slime.
Dan, ini sebuah kemampuan yang luar biasa.
Memahami pemilik rumah itu merupakan sosok yang luar biasa. Maka dari itu, aku pun mengambil sekop dan memberikan pemakaman yang layak serta memberikan nisan dari besi yang ku buat dengan mengunakan skill Transmutasi.
Sesudah nya, aku mengambil semua barang-barang nya termasuk kunci misterius. Aku yang penasaran sontak bertanya kepada Petapa Agung.
"Petapa Agung, kamu tahu kunci apa ini?"
[Pintu Dungeon.]
"Jika memang ini kunci pintu Dungeon, berarti ada Dungeon di dekat sini."
Memahami itu, aku pun sontak memberikan perintah kepada para Slime.
"Kalian carilah Dungeon didekat sini! Juga, kalian boleh meminta tolong Slime lain untuk membantu."
"Baik, Master!" jawab serentak para Slime.
Lalu, seluruh Slime menyebar ke segala arah.
"Hohoho ... seperti nya tidak buruk jika Goblin memelihara puluhan Slime."
...****************...
__ADS_1