
Di Benua Xuan Selain pembayaran dengan koin perak dan koin emas yun juga terdapat alat bayar uang kertas .
Ling chu Melihat perempuan berbaju merah dengan tampilan yang sangat menggoda dengan aroma wangi yang sangat menarik.
" Kenapa kamu ingin membayar untuk aku ,apakah kamu mengenal aku ?"
Tanya Ling chu dengan sedikit heran.
" Aku wan Siang pemilik tempat hiburan malam di kota Ini,aku berharap dengan sedikit budi baik ku ini ,di masa depan tuan muda bisa memberikan sedikit bantuan untuk aku ,karena tidak setiap saat seseorang selalu di atas kadang kala ada situasi tertentu aku juga memerlukan bantuan dari tuan muda."
Berkata dengan suara yang lembut di buat semerdu mungkin, perempuan yang bernama wan Siang itu berusaha menarik perhatian Ling Chu yang memiliki wajah sangat tampan.
" Aku tidak mau berhutang budi kepada siapa pun ,simpan kembali uang kertas mu."
Tolak Ling Chu dengan sangat tegas .
" Niat Baik aku ini jangan di sia sia kan atau aku akan kecewa, apakah kamu tidak merasa bersalah membuat seorang gadis cantik seperti aku kecewa dan sedih."
Suara yang lembut serta di sertai pandangan mata yang menggoda kepada Ling Chu.
Tetapi di abaikan Ling Chu begitu saja tanpa ada ketertarikan sedikit.
"Aku sudah membuat taruhan dengan orang itu ,dan orang itu sudah kalah ,dia yang harus membayar pedang hitam ,tidak ada yang perlu di katakan lagi ,jika kalian merasa tidak senang coba saja menghalangi aku !"
Kata Ling Chu dengan suara yang sangat serius .
Pisau yang menancap di meja di tarik keluar ,
Saat pisau tingkat langit tingkat puncak di tarik keluar, mata yang sangat tajam dari pemilik toko dan Wan Siang bisa dengan sangat jelas melihat motif pisau yang terukir di badan pisau itu.
__ADS_1
" Pisau angin ...!"
Seru Pemilik toko dan Wan Siang dengan wajah kaget.
Pisau angin adalah senjata rahasia milik dewa Angin Utara walau sangat jarang di gunakan tetapi semua orang kultivator tahu tentang pisau itu .
Rasa terkejut mereka hanya sesaat ,dengan cepat mereka berdua bisa mengendalikan diri mereka kembali seperti biasa biasa saja.
" Tuan muda memiliki kemampuan yang sangat hebat, aku Wan Siang yang cantik ini ingin tahu ,siapakah nama besar tuan muda ini ?"
" Keadaan sudah terjadi seperti ini,ini adalah kesalahan tetua Wang ,Pedang hitam ini kamu tidak perlu membayarnya sebagai tanda minta maaf ku kepada tuan muda ,sama seperti dewi Wan Siang aku juga ingin tahu siapa nama besar tuan muda ini ."
Tanya pemilik toko juga ingin tahu dengan memasang Pendengaran nya dengan tajam.
" Aku Ling Chu ,jika masalah di sini telah selesai aku akan pergi dari sini ."
Jawab Ling Chu singkat.
"Marga Ling , Pasti dia nya ,orang yang membuat keributan besar 5 tahun yang lalu sampai wisma benteng ming menurunkan pasukan kultivator mencari orang ini dan juga dewa Angin Utara karena telah di anggap telah mencuri pedang emas milik wisma keluarga Ming dan dia bermarga Ling ,aku harus bertindak cepat jangan sampai lewati orang lain "
Berkata di dalam hati pemilik toko sambil tersenyum kecil .
" Kamu berharga Ling !"
Bertanya dewi Wan Siang dengan sangat serius karena sangat jarang ada yang berani mengatakan nama marga mereka setelah pembantaian besar besaran marga Ling di Benua Xuan.
" Apakah ada masalah?"
" Tidak ,aku hanya heran saja ,sekte kuil dupa Langit telah memburu semua orang bermarga Ling dan kamu dengan sangat berani menyebut marga mu Ling secara terbuka ,apakah kamu tidak takut orang kuil dupa membunuh mu di sini ."
__ADS_1
Kata Dewi Wan Siang dengan senyum kecil menggoda lagi .
" Itu bukan urusan mu !"
Jawab Ling Chu lalu berjalan pergi dari sana.
" Tunggu ! "
Dewi Wan Siang bergerak sangat cepat menghadang Ling chu dari depan .
Senyum lebar secantik mungkin di tunjukan di depan Ling Chu .
" Marga Ling adalah marga yang sangat kuat dan juga di takuti siapa pun juga di Benua xuan ,aku sangat ingin bertemu marga Ling dan baru sekarang bisa bertemu secara langsung,aku mengundang mu ke vila Bunga ,di sana kita akan berbicara dengan tenang dan lebih dekat lagi ."
Kata Dewi Wan Siang sambil mendekati ling Chu dengan mesra .
Tatapan mata nya yang lentik sangat indah melihat Ling Chu penuh dengan godaan .
Saat kedua mata mereka bertemu dari kedua mata dewi Wan Siang mengeluarkan aura energi yang sangat aneh menyerang pikiran Ling Chu untuk mempengaruhi dan mengendalikan pikiran Ling Chu .
" Pergi ...!"
Tiba tiba pikiran Ling Chu memberikan perlawanan yang yang sangat kuat di sertai tapak kiri nya memukul ke arah dada dewi Wan Siang .
Banggggg.....
Serangan mendadak dengan kekuatan ilusi gagal mengendalikan pikiran dan Ling Chu menyerang secara mendadak dengan pukulan tapak tangan ke arah dadanya dengan sangat cepat membuat
Tubuh Dewi Wan Siang terpukul terpental jauh menabrak dinding lantai ke 3 sampai keluar jatuh ke bawah .
__ADS_1
Dan
Bersambung .