Kak Bagas

Kak Bagas
Part.1


__ADS_3

"Kak Izam ! Bangun kak," teriak ku sembari menggoyang goyangkan tangan kakak ku yang masih asik terlelap itu. Satu kali, dua kali, hingga yang kelima kali masih , saja tak bangun.


Padahal, hari ini aku harus berangkat cepat karena akan mengikuti try out di salah satu SMP. Aku sudah duduk di bangku akhir sekolah dasar. Ujian nasional sudah sebentar lagi.


Oke...aku tau ini hari minggu...tapi aku sangat bersemangat mengikuti try out itu. Mengapa ? Karena ini gratis dan katanya , peringkat sepuluh besar nya akan mendapatkan uang senilai dua ratus ribu per anak. Lumayan bukan? Uang nya dapat ku berikan pada kak Zam.


Jujur...aku kasihan dengan kakak ku ini. Saat pagi hingga sore,ia sekolah. Malam belajar ,dan saat akhir pekan ia pergi bekerja. Jadi aku ingin...sekali, membantu kakak ku itu. Oke, kembali ke topik.


"Kak...Kila bisa telat, nih. Ayo dong...bangun....," kata ku lagi ,agar Kak Izam segera bangun. Tak lama setelah itu, kakak ku yang menjabat sebagai ketua Osis di sekolahnya itu pun bangun.


"Kenapa Kila ?" ucap nya dengan suara serak, juga matanya yang belum terbuka sepenuhnya.


"Kakak lupa? Hari ini Kila ada try out....," ujar ku kesal sembari melipat tangan di depan dada. Belum sempat Kak Izam menjawab,pintu rumah ku terdengar seperti di ketuk dari luar. Aku mencoba mendengarkan lagi, dan memang benar ada orang yang mengetuk.


"Kakak cepet siap - siap. Aku aja , yang bukain pintu," tuturku pada Kak Izam.


Dengan langkah cepat aku keluar dari kamar Kak Zam, dan berjalan menuju pintu. Ku buka perlahan pintu tersebut , guna mengetahui siapa orang yang berkunjung sepagi ini. Kukira itu om Daffa,ternyata...Kak Bagas ? Kenapa dia berkunjung sepagi ini ? Tunggu tunggu, ini bukan hari sekolah loh. Kenapa Kak Bagas memakai seragam ?


"Kak Bagas ?" panggil ku pada orang yang sedang membelakangi ku itu.


Dia berbalik dan berkata , " Belum siap- siap ?" Aku bingung, apa maksud dari kakak tampan sekaligus sahabat karib kakak ku ini.


"Maksudnya , Kak ?" tanya ku memperjelas.


"Hari ini kamu try out di SMP mutiara 1 'kan?" Hah? Tau dari mana Kak Bagas tentang ini?


"Kila....," panggil nya sembari melambai- lambaikan tangannya di depan ku.


"Eh...i-iya , Kak. "


"Ayo! Ini udah mau telat. "


"Tapi aku dianter Kak Zam , kok,Kak. "

__ADS_1


"Udah bareng aku aja. Kalo nunggu Izam bisa satu abad. " Aku berpikir sejenak. Benar juga kata Kak Bagas.


"Bentar, Kak. Aku pamit Kak Zam dulu sekalian siap- siap. Kakak masuk dulu aja ya...."


Aku berlari menghampiri kamar Kak Izam ,berharap dia sudah mandi dan siap,agar aku tak merepotkan Kak Bagas.


Tapi ternyata...itu hanyalah ekspetasi ku. Tau mengapa ? Kak Izam malah tertidur lagi, huft...oke, aku tak menyalahkan nya karena dia semalam pergi bekerja dan baru pulang pukul dua malam. Mengapa aku tau? Karena aku sedang membaca novel yang Kak Queensa--pacar Kak Izam, eh ralat--maksudku calon pacar Kak Izam berikan waktu itu. Kak Queensa benar - benar sangat baik. Dia memberikan ku satu kardus penuh dengan novel yang masih terlihat baru. Katanya ,baru ia beli minggu lalu. Ia memberikan ku novel dengan syarat, nilai UN ku haruslah bagus atau minimal 26 agar dapat masuk ke SMP favorit di kota ini.


Aku menghela napas ku kasar.


"Kak...bangun, dong, itu ada kak Bagas tuh."


"Iya ,Kila, kamu bareng Bagas aja , ya ? Kemarin dia kakak suruh kesini buat anter kamu," ucap Kak Izam dengan mata tertutup. Huft...sudah ku duga. Baiklah...tidak ada pilihan lain. Mau tidak mau, aku harus pergi dengan Kak Bagas.


Saat aku keluar dari kamar ku,Kak Bagas memperhatikan ku dari atas sampai bawah. Aku bingung, apa ada yang salah, dengan pakaian ku ? Kurasa tidak. Baju, rok, semua nya baik- baik saja.


"Emang harus pake yang pendek gitu, ya ,La?" Ha? Yang Kak Bagas maksud itu rok ku , kah? Kurasa ini tidak pendek,hanya melewati dengkul ku sedikit.


"Maksudnya rok, Kak ?"


"Gak ada,Kak. Rok aku ya segini semua. " Kak Bagas menghela napas sebentar lalu berdiri dan melepas sweater nya.


Dia menunduk , dan mengaitkan lengan sweater tersebut di perutku seraya berkata," Cantik an kayak gini. " Aku tersenyum mendengar kalimat pujian itu.


"Aku bisa pake jaket ku sendiri, kok,Kak. "


"Udah...ayo, kita udah telat. " Kak Bagas mengandeng tangan ku. Ketika kami sampai di ambang pintu, hujan turun dengan derasnya. Haduh...sepertinya aku akan basah kuyup.


"Ayo, La, kenapa malah diem aja ? "


"Tapi Kak , hujan. "


"Aku bawa mobil. " Ha? Mobil? Sepertinya Kak Bagas ini cenayang,deh, tau saja jika hujan akan turun.

__ADS_1


"Ayo Kila...malah bengong ," ucap nya tak sabaran.


"Iya Kak ,tapi nanti sepatu Kila basah. " Entah sudah yang keberapa kali,Kak Bagas menghela napas. Dia berbalik ke arahku. Tanpa ijin Kak Bagas langsung mengangkat tubuh ku dan menggendong ku dari depan. Terkejut? Tentu saja !


"Kak Bagas...Kila bisa jalan sendiri," ujar ku di balik badan Kak Bagas.


"Udah, diem aja. "


Kami sudah berada di dalam mobil. Bukannya Kak Bagas menurunkan ku di kursi sebelah kemudi, ia malah menggendong ku hingga ia duduk di kursi kemudi.


"Loh...kok, aku di ajak kesini Kak ?"


"Ya kamu nya pindah sendiri,lah...kalo mau tetep aku pangku kayak gini juga gakpapa. "


Sumpah demi apapun, kini posisi ku sangat dekat, dengan Kak Bagas.


"Ih...gak ! Gak mau !" Aku langsung bangun dari tempat pangkuan Kak Bagas, dan melangkah ke samping kemudi. Hampir aku sampai , namun aku malah terpleset dan sialnya, aku dengan tak sengaja mencium pipi Kak Bagas. Huwa...Kak Izam, tolong adikmu ini. Kenapa ini seperti dalam novel yang kubaca semalam ? Astaga Kila...kamu ini berdosa banget.


"Em...maaf Kak, tadi Kila gak bermaksud kayak gitu. Tadi Kila--."


"Iya, Gapapa. " Belum sempat aku menyelesaikan kalimat ku, Kak Bagas sudah memotongnya.


"Mau Kila lap ? Ini Kila bawa sapu tangan. Masih bersih , kok,belum Kila pake. "


"Gak usah, buat kenang - kenangan," ujar nya sembari tersenyum. Tunggu tunggu, Kak Bagas tersenyum ? Waw...ini benar - benar momen yang sangat langka.


"Kak Bagas senyum ?" tanya ku yang membuat Kak Bagas menjadi sedikit kikuk.


"Gak," jawabnya seraya menjalankan mobilnya.


"Oh iya , Kak, maksudnya kenang - kenangan itu...apa ya ?"


"Kamu masih bayi, gak perlu tau. Nanti kalo tau kamu bakal seneng banget. "

__ADS_1


"Ish...aku udah mau SMP , loh. Gak usah di kasih tau juga Kila tau , kok. Dasar, ganteng- ganteng , kok, ngeselin," ujarku sembari memelankan kalimat terakhir ku.


"Aku denger Kila. "


__ADS_2