Kak Bagas

Kak Bagas
Part. 6


__ADS_3

"Terus rencana lo sekarang apa ,Gas? Jujur ke Izam ,kalo lo suka sama Kila ?"


"Emmm...gue belum berani,Sa. Takut Izam nya marah atau jadi ilfeel sama gue."


"Iya juga ,ya, mana mau Izam punya adik ipar om-om," ejek Queensa sembari terkekeh.


"Ba*gcat emang lo !"


...****************...


Sejak tadi Izam berkeliling area sekolahan guna mencari Bagas yang menghilang entah kemana. Padahal,hari ini Izam sangat memerlukan Bagas karena hanya Bagas yang dapat membantu tugas nya untuk mendokumentasikan beberapa data kebutuhan Osis. Kantin sudah ia telusuri,rooftop juga sudah. Kemana lagi bocah itu ? Izam sampai menghela napas sendiri memikirkan kemana perginya Bagas. Kalau- kalau ponsel Bagas 'tak ia tinggalkan di kelas, Izam pasti sudah menemukannya sejak tadi.


Akhirnya,Izam menyerah dan memutuskan untuk pergi ke perpustakaan karena ada buku yang sedang dicarinya. Izam menyelusuri loker khusus buku sejarah,berjalan kembali melewati buku karya ilmiah,dan sampai lah Izam di loker paling ujung yang menyimpan buku tentang pelajaran anak IPA. Ketika sedang fokus mencari, perhatian nya teralihkan oleh suara yang amat ia kenali.


"WHAT ! BAGAS LO SERIUS MASA--"


Queensa ? Pikir Izam. Ya ! Tidak salah lagi itu suara Queensa. Tapi tunggu ,Queensa menyebut kata 'Gas' tadi. Itu berarti,Queensa sedang dengan Bagas.


Dengan langkah pasti Izam berjalan ke arah sumber suara tersebut. Tak butuh lama,akhirnya ia melihat dua orang yang sedang asik berbincang duduk di paling pojok ruangan ini. Izam menghampiri mereka dan duduk dengan santai nya di samping Queensa. Dua objek yang 'tak menyadari keberadaan Izam itu pun terlonjak kaget.


"Izam?!" seru keduanya secara bersamaan.


Izam hanya mengangkat sebelah alis nya dan menyenderkan kepalanya pada pundak Queensa. Queensa sama sekali 'tak menolak karena you know lah... bagaimana perasaan kedua orang itu. Bagas bernapas gusar lalu menatap Izam malas.


"Kalo mau pacaran jangan di sini !"


"Terus di mana ,dong?" canda Izam yang sama sekali 'tak marah di katai berpacaran dengan Queensa. Kalau Queensa mah sudah biasa dengan Izam yang seperti ini.


"Di hotel !"


"Hush ! Mulut lo !" ujar Queensa dan Izam bersamaan.


"Ya risih aja. Gak tau apa,gue jomblo?"


"Bentar lagi kan engga,Gas," ucap Queensa tanpa sadar. Izam yang heran dengan ucapan Queensa, langsung menegakkan badannya kembali.


"Bagas punya gebetan ?" Bagas memelototkan matanya tajam ke arah Queensa untuk memberi kode.


"Itu...Zam, katanya dia ada gebetan dari sekolah lain. " Izam mengangguk paham dan kembali menyenderkan kepalanya pada pundak Queensa.


"Zam,jangan kayak gini,ih ! Kita di liatin banyak orang," peringat Queensa sembari menggeser pundaknya. Namun sial,Izam tetap kekeh dan tidak memperdulikan ucapan Queensa barusan.


"Gak peduli,tuh,lagi pula mereka aja yang iri sama kita. "


"Gue bingung,sama kalian berdua. Saling kasih perhatian, ngomong udah 'aku-kamu',sering romantis- romantis an bareng,tapi tetep aja bilang gak pacaran. "


"Emang gak pacaran," sahut Queensa.


"Kamu nya yang gak peka. Orang aku udah pernah bilang,kok. Kamu aja yang nolak. "

__ADS_1


"Kapan ? Aku lupa ,tuh !" Lagi - lagi Bagas menghela napas gusar entah sudah yang keberapa kali melihat kedua manusia di depannya ini. Bagas berdiri,dan pergi meninggalkan kedua insan itu. Baru beberapa langkah ,tiba- tiba dia teringat dengan Kila yang katanya hari ini pulang lebih awal. Bagas berbalik.


"Zam ! Kila pulang jam 10,'kan, hari ini?"


"Iya. Kenapa ?"


"Nanti bilang ke om Daffa gak usah jemput Kila. Gue aja yang jemput. Kebetulan ,nanti gue mau izin keluar sekolah dulu ada urusan."


"Urusan apa ?"


"Itu...apa tuh...."


"Beli apart,Gas. Gitu aja udah lupa," sahut Queensa.


"Nah...itu dia ! " Huft ...terima kasih Queensa....


...****************...


KILA POV


Sudah pukul 10.00 ,namun tidak ada tanda - tanda dari om Daffa yang datang. Terhitung,sudah 10 menit aku berdiri di depan pagar sekolah. Tadi Ciko sempat menawarkan untuk pulang bersama,namun aku menolaknya dengan dalih om Daffa sudah dalam perjalanan. Ku edarkan pandangan ku ke segala arah. Sebuah motor mendekat ke arahku. Motor yang tidak asing di mataku. Itu motor kak Bagas


! Ya ! Aku tidak salah lagi ! Motor tersebut berhenti tepat di depan ku.


Kak Bagas membuka helm fullface - nya dan tersenyum ke arah ku.


"Kak Bagas ngapain ke sini?"


"Emang gak sekolah ?"


"Udah," ucapnya santai. Pusing aku jika bicara dengan kak Bagas yang ujung-ujung nya kalah juga.


"Kak...yang bener dong ! Jangan bercanda gitu...," rengek ku.


"Aku ada urusan liat apartemen ,Kila. Dan kebetulan searah sama sekolah kamu. Yaudah,aku jemput kamu sekalian. " Aku menatap tajam kak Bagas.


"Kenapa liatin nya kayak gitu ?"


"Gak papa !" ucap ku kesal lalu mengambil helm yang berada di jok belakang motor kak Bagas dan langsung naik tanpa bantuan kak Bagas.


"Pelan-pelan Kila,ntar jatuh. "


"Hm...." Bukannya menjalankan motornya,kak Bagas malah melepaskan jaket yang sedang ia kenakan.


"Pake,nih. "


"Gak usah."


"Pake,Kila. Itu rok kamu kependekan. " Oke- oke,aku mengalah kembali dengan orang ini !

__ADS_1


Motor sudah di jalankan,dan tidak ada satu pun percakapan antara kami.


"Kila mau es krim ?"


"Engga !"


"Mau makan?"


"Engga !"


"Terus mau apa ,dong?"


"Mau nya pulang,terus Kak Bagas balik ke sekolah lagi. "


AUTHOR POV


Jika Kila sudah seperti itu,mau tidak mau Bagas harus tetap menuruti nya.


Sesampai nya mereka di rumah,Kila langsung masuk ke dalam rumahnya dan diikuti dengan Bagas.


"Kenapa ikut masuk,sih ?"


"Emang gak boleh ?"


"Ya boleh. Tapi kan Kila udah bilang,Kak Bagas balik ke sekolah !"


"Iya Kila,aku balik,kok. Tapi nanti ya ?"


"Kenapa gak sekarang ?"


"Mau masak buat kamu. Tadi Izam bilang,katanya di rumah gak ada makanan. Ya udah ,makanya aku mau masak buat kamu. "


"Emang bisa ?"


"Bisa,kok. "


"Masak apaan emang?"


"Mie." Mendengar ucapan polos Bagas,Kila tergelak. Kalo itu sih...dia juga bisa.


"Kila juga bisa,kali, Kak. "


"Udah,mending Kila cepet ganti baju,terus ke dapur, oke ?"


"Tapi beneran,loh,Kak. Kila bisa masak sendiri. Kakak kan harus balik ke sekolah ! Jangan mentang- mentang pinter terus seenak nya bolos gitu ! "


"Iya...iya...tapi setelah masak in kamu oke ? Plis...untuk kali ini jangan nolak," mohon Bagas kepada Kila. Sebenarnya itu hanya alasan Bagas agar selalu dekat ,dengan Kila. Tapi terkadang Bagas berpikir rasanya lucu saja melihat Kila yang merengek kepadanya. Setiap Kila merengek...Bagas semakin gencar untuk menggoda Kila. Imut saja wajah Kila hehe.


"Oke. Tapi janji,habis itu balik ke sekolah, ya ?"

__ADS_1


"Siap,bos !" seru Bagas sembari hormat kepada Kila "Lagi pula...gue mah malah seneng kalo lama - lama di sini," lanjut Bagas dengan suara lirih.


"Kila denger."


__ADS_2