Kak Bagas

Kak Bagas
Part. 3


__ADS_3

"Hehe. Btw , lo kesini sama kak Zam ,kah?"


"Nggak , sama pacar!" ujarku kesal


"Siapa ? Sok sok an ,lo ! Lulus aja belom."


"Gue ,pacarnya. Kenapa ?" ujar kak Bagas tiba - tiba yang sudah berdiri di samping ku dan merangkulku dengan erat dari samping.


"Kak Bagas ? Udah kak?" Perlahan aku merenggangkan rangkulan nya. Jujur,aku canggung namun ,lain halnya dengan kak Bagas yang nampak santai.


"Udah,yuk !"


"Ini pacar lo ,La?"


"Eh,bukan ! Kak Bagas, Kenalin ini Ciko. Ciko,kenalin ini kak Bagas. " Aku mengaitkan tangan mereka berdua untuk bersalaman.


"Jadi ini,yang namanya kak Bagas , La? " ujar Ciko sembari melipat tangannya dan memperhatikan kak Bagas dari atas sampai bawah.


"Iya," jawabku.


Ciko mendekat ke arahku dan berbisik,"Gantengan juga gue." Aku terkekeh mendengar itu.


"Lo mah gak ada apa- apa nya di banding dia," balas ku juga dengan berbisik.


"Ekhem." Suara deheman kak Bagas seketika membuyarkan fokus ku dengan Ciko yang sedang asik berbisik- bisik.


"Mau pulang , gak?"


"Iya ,kak. "


"Kila, gue main tempat lo ,ya ?"


"Mau ngapain?"


"Mau minta ajarin matematika yang kemarin. Gak paham ,gue. "


"Yaudah,yuk! Oh iya...kak Bagas,Ciko boleh bareng ,'kan?" Kak Bagas hanya membalas dengan anggukan tanpa suara.


.


.


.


.


.


.


.


"Assalamu'alaikum....," ucap ku saat memasuki rumah yang tak terkunci itu. Tak ada jawaban. Ku tebak, kak Izam sedang pergi menemui kak Queensa. Sudahlah...aku sudah tau ! Dia itu sudah benar- benar bucin menurut ku. Pagi harus mengirim pesan pada kak Queensa walau hanya sekedar 'say hai ' ,siang mereka bertemu di sekolah,sore pulang bersama,dan malam nya mutualan atau bahasa gaul dari video call.


Kupersilakan Kak Bagas dan Ciko duduk di sofa ruang tamu.


"Kak Bagas mau langsung pulang, atau mau disini dulu ?"


"Disini aja. Aku gak ada urusan soalnya. " Sedang tidak ada urusan , katanya ? Perasaan,kemarin Kak Izam mengatakan bila sedang banyak sekali tugas.


"Oh...yaudah. Mau aku bikinin minum?" Kak Bagas mengangguk.

__ADS_1


"Gue gak di tawarin,nih ?"


"Iya...iya ...Ciko mau minum juga ?"


"Iya, tapi gue ikut buat minum nya," jawab Ciko yang langsung berdiri dan membuntuti ku ke arah dapur.


Sekilas ,ku lihat kak Bagas yang cemberut entah kenapa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kila," panggil kak Izam. Pagi ini aku sedang sarapan bersama dua cowo tampan di samping dan seberang ku. Siapa lagi jika bukan kak Izam dan kak Bagas? Ya ! Semalam kak Bagas memutuskan untuk menginap disini. Kemarin sore,ia kembali kerumah untuk mengambil seragam dan tugas,juga sekalian mengantar Ciko pulang.


Tau apa yang terjadi antara mereka berdua kemarin? Mereka sempat adu mulut hanya karena permainan ular tangga. Ya ! Kemarin kami sempat bermain ular tangga selepas aku mengajari Ciko matematika.


.


.


.


.


.


.


"Wah...curang,lo kak !" ujar Ciko tak terima karena kak Bagas lebih unggul darinya.


"Siapa yang curang ? Orang ada tangga,ya gue naik, lah....," balas kak Bagas.


"Pasti lo, nih...yang curang pas lempar dadu nya. Iya ,'kan? Udah ngaku aja !"


"Heh ! Bocah ingusan ! Kalo iri mah bilang aja !"


"Wah...gak tau ya ,lo ?! Lo tau gak,kalo lo berani sama gue, bakal gue pastikan nama lo di blacklist sama SMP mutiara. "


"Idih...emang lo siapa ?!" ujar Ciko tak terima. Padahal , jika Ciko tau siapa kak Bagas itu, ku yakin seratus persen dia menyesali perkataannya.


Aku menggeser tempatku mendekati Ciko dan berbisik," Ciko ih, udah ! Dia anaknya yang punya sekolah itu !" Benar bukan ? Ciko tampak terkejut mendengar penuturan ku barusan.


"Serius?" Aku mengangguk.


"Emang bener, lo anak nya yang punya sekolahan ?" tanya Ciko kepada kak Bagas.


"Iya ! Kenapa ?"


"Oh...yaudah,lo boleh jalan dua kali," ujarnya dengan nada rendah. Dalam hati aku tergelak melihat perubahan wajah Ciko yang tadinya menyeramkan menjadi seimut boneka teddy bear.


.


.


.


.


.


Baik back to topic.


"Kenapa,kak?" jawabku.

__ADS_1


"Kakak nanti pulangnya agak malem,ya ?"


Aku menghela napasku sebentar. "Yah,kak...terus Kila sendiri ,gitu?"


"Ya gitu,Kila. "


"Ah,elah...nanti Kila kalo laper gimana ?"


"Tenang,nanti kakak tinggalin uang. Kamu bisa order pake gopud nanti. "


"Huft...yaudah,deh," ujarku pasrah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini sedang kelasku sedang ada pelajaran olahraga. Aku kesal ! Tau kenapa ? Karena materinya adalah voli ! Jujur,aku sangat buruk dalam bidang ini. Alih- alih mencetak poin,untuk mendapatkan nilai praktek saja aku tak sanggup. Sampai- sampai,guru olahraga ku lelah sendiri dan akhirnya memberiku nilai pas KKM. Tak apalah,yang penting nilai materi dapat membantuku.


"Kila,nanti lo dijemput siapa ?" tanya Ciko yang kini berdiri disamping ku.


"Biasa," jawabku malas.


"Emang kak Bagas itu siapa lo ,sih?"


"Sahabat kakak gue."


"Terus kenapa mau banget disuruh-suruh antar jemput lo ?"


"Gak sering,kok,cuma pas kak Izam sibuk aja. "


"Tapi Kila --."


"Udah,deh, Ciko ! Gak usah kepo ! Mending lo ambil nilai,sana !" perintah ku pada Ciko yang amat cerewet ini. Jika kutanggapi pertanyaan nya,bisa- bisa sampai besok pun tak selesai.


.


.


.


.


.


.


Istirahat


Oh iya ,aku sampai lupa ! Aku belum cerita 'kan,jika aku tak memiliki teman dekat selain Ciko ? Ya ! Teman dekat ku hanya Ciko. Ada satu lagi. Gio namanya ,tapi kali tak terlalu dekat sih....


Pergi ke kantin dengan Ciko ,satu ekstrakurikuler dengan Ciko,kerja kelompok dengan Ciko,semuanya dengan Ciko kecuali ke kamar mandi,tentu saja !


Meski kami masih duduk di bangku sekolah dasar,tak jarang pula ada rumor teman kami ada yang berpacaran. Salah satunya, Gio dengan sang kembang kelas -- Rina, namanya. Rina cantik ,pintar juga. Banyak yang menyukainya. Namun sayang, Rina ini terlalu sombong. Kudengar dari salah satu penggosip dikelas ku,Rina sebenarnya menyakai Ciko. Karena Ciko yang amat pemilih dengan orang,jadi sulit baginya untuk mendekati Ciko. Aku heran,mengapa Rina malah berpacaran dengan Gio ? Sudahlah...aku tak peduli dengannya ! Namun aku peduli dengan Gio. Oke baiklah...kami masih SD dan masihlah labil dalam mencintai seseorang. Tapi apakah harus seperti ini ?


Lupakan perempuan itu! Kini aku dan Ciko sedang berada di kantin bersama untuk menyantap 'soto Jawa mbok Lastri' soto ini dikenal enak dan harganya pun pas dikantong pelajar sekolah dasar seperti kami.


"Lo mikir gak sih, kalo kak Bagas tuh suka sama lo ?" Aku tersedak es jeruk yang sedang kuminum saat mendengar perkataan Ciko barusan.


"Yaampun Ciko ! Topiknya masih sama dari tadi perasaan !"


"Gue rasa dia suka sama lo ,Kila ! Masa lo gak ngerasa sih ?"


Aku menyimak perkataannya sembari memainkan sedotan ku. "Ya terus kenapa ,kalo kak Bagas suka ke gue ?" jawabku cuek. Sejujurnya,aku lah yang menyukai kak Bagas. Hanya saja...masih terlalu canggung dan aneh bila menceritakan nya pada seseorang.

__ADS_1


"Ya gak boleh ! Dia 'kan tua !"


Aku menyipitkan mataku sembari menatap mata Ciko intens. "Lo cemburu ?"


__ADS_2