
Selesai sudah aku mengobati kak Bagas,dan aku pergi melangkah menuju kamarku.
"Kila !" panggil kak Bagas. Aku pun berbalik.
"Itu...temenin ke dapur, dong." What?! Ada - ada saja, kak Bagas ini. Aku yakin , dia bukannya tak enak masuk- masuk dapur ku. Hanya saja kak Bagas ini memanglah seorang penakut. Gayanya aja sok berani ! Aslinya mental bubur !
...****************...
Hari ini aku berangkat bersama dengan kak Izam. Kak Bagas sudah kembali ke rumahnya sejak pagi tadi. Kemarin ia 'tak membawa baju seragam juga buku untuk hari ini. Saat sedang dalam perjalanan,aku mengatakan apa yang guru ku sampaikan kemarin.
"Kak Izam ! Dua hari lagi Kila UN. Terus...seminggu setelahnya ,Kila ada piknik perpisahan sama temen-temen ke Jogja."
"Oh,iya Kila. Kila mau kakak temenin apa gimana ?"
"Emangnya kakak sempet? Kila sendiri juga gak papa kok,Kak. Ada Ciko juga 'kan?"
"Tapi janji,ya ,Kila balik dengan selamat ?"
"Siap...Kak ! "
...****************...
Author POV
"Woy ! Ngalamun aja lo , Gas !" kejut Putra, salah teman terdekat Bagas. Keadaan kelas masih lah sepi. Bagas memang sangat suka berangkat lebih awal seperti ini. Malam hari ia pergi ke kelab, jadi 'tak sempat untuk mengerjakan pekerjaan rumah nya.
"Paan sih,lo !" balas Bagas dengan nada malas.
"Lo tuh kenapa ,sih? bonyok lagi ?"
"Engga. Ini masalah nya lebih berat dari masalah apapun itu. " Putra terlihat berpikir keras dan mengerutkan dahinya.
"Kenapa , sih? Lo ada masalah pribadi sama orang ?" Bagas ragu,ingin bercerita atau tidak dengan Putra. Iya ,sih...kalau di pikir- pikir Putra memang sedikit ahli dalam hal percintaan.
"Put...put...gue mau tanya ,deh. "
"Tanya aja , lah."
"Nih, ya, kemarin temen gue curhat, terus dia itu nanya ke gue ; 'kalo gue khawatir sama seseorang,apa itu artinya gue sayang sama dia ?' Dia bilang gitu, Put. Menurut lo ,iya gak sih, Put ?" Putra menyipitkan matanya dan menatap Bagas intens.
"Ini masalah temen lo ,apa lo sendiri nih?" Bagas balik menatap Putra dengan tatapan menusuk. Jika dengan orang lain Bagas sangat pandai menutupi rasa gugup nya. Namun ketika dengan Kila,dia sama sekali 'tak pandai dalam hal itu.
"Temen gue ! Ah...percuma aja lah,tanya sama lo. "
"Oke...oke...gue jawab nih,ya . Jadi gini,Gas...kalo lo--eh ralat !--temen lo maksudnya. Menurut gue nih,ya, dia tuh suka sama tuh cewek. Oh iya ,temen lo itu nyaman gak sama cewek yang di maksud ?"
"Nyaman Gas. Rasanya tuh...kalo di deket dia gue pengen terus terus an sama dia. Setiap liat matanya gue tenang,dan gak bisa berpaling sedikitpun Ki--" Bagas menghentikan ucapannya dengan segera karena dia tak sengaja keceplosan dan hampir menyebut nama Kila.
"NAH...KAN ! INI MASALAH LO. AYO NGAKU ! LO BARU SUKA SAMA SIAPA ?" gelegar Putra memenuhi seisi ruangan kelas.
__ADS_1
"Putra ! Suara lo udah kayak toa ! "
"Bagas ! Jawab dulu pertanyaan gue ! Lo baru suka ke siapa ?" ujar Putra 'tak sabaran mengetahui siapa dambaan hati sahabatnya yang satu ini. Setau Putra...Bagas tidak pernah mengalami yang namanya jatuh hati. Hidupnya yang berantakan 'karna orang tuanya yang 'tak pernah akur membuat Bagas sama sekali tak berpikir lebih untuk membuka hati kepada seseorang.
"Udah lah... lo gak bakal kenal dia. "
"Hmm...syukurlah,sekarang temen gue udah suka sama cewek," ujar Putra sembari merangkul leher Bagas.
"Apa ?! Dari dulu gue emang suka sama cewek kali ! Lo pikir ?"
"Yah...kan gue kirain brou...." Bagas menjitak kepala Putra lalu berdiri dari kursinya meninggalkan Putra.
Bagas berjalan keluar kelas menuju ke perpustakaan. Setibanya di sana,ia tak sengaja berpapasan dengan Queensa,doi Izam.
" Bagas !" sapa Queensa.
"Iya ,Sa. Ngapain di sini ? Cari buku ?"
"Yeuy...gue mah emang hari- hari di perpustakaan kali,Gas. Lo sendiri ngapain? Tumben amat," ujar Queensa yang bingung mengapa kakak kelas nya ini kemari,biasanya tidak pernah.
"Lagi galau. " Mendengar ucapan dramatis Bagas,membuat Queensa langsung tergelak. Benarkah, ini Bagas ? Sudah satu tahun dirinya mengenal sosok Bagas yang dingin dan cuek. Dan sekarang...sedang galau katanya? HAHA.
"Queensa ! Kecil in suara lo !" peringat Bagas dan Queensa langsung berhenti tertawa.
"Galau kenapa sih?"
"Sambil duduk aja deh,ceritanya. " Bagas berjalan menuju bangku perpustakaan dekat jendela. Disana sepi dan tenang. Dan juga,keadaan perpustakaan pagi ini belum lah terlalu padat.
"Jadi ,gimana ? "
"Tapi lo harus janji, ya ?"
"Janji apaan ?"
"Jangan bilang ini ke siapa - siapa dan jangan kaget." Queensa mengerutkan alisnya heran. Sebenarnya apa yang akan Bagas bicarakan?
"Jadi...gue itu baru suka sama seseorang."
"Hah?! Serius ? Wah...akhirnya!" Queensa terlihat sangat bahagia mendengar kabar tersebut. Lain halnya dengan Bagas yang menganga 'tak percaya dengan semua orang. Tadi Putra,sekarang Queensa...nanti siapa lagi ? Memangnya mereka pikir Bagas 'tak normal gitu ?
"Hadeh...kenapa jadi gini lagi,sih."
"Hehe...udah ,lanjut - lanjut. "
"Tapi,Sa ,orang yang gue suka in ini masih SD tingkat akhir gitu. " Queensa menanggapi nya dengan wajah biasa saja.
"Emang kenapa ? Kan,sebenernya lo juga masih SMP 'kan?"
"Iya juga ,sih...tapi masalahnya bukan itu , Sa. "
__ADS_1
"Lah...terus apa ,dong?"
"Masalahnya itu ada di orangnya."
"Emang siapa,sih? "
"Kila,adiknya Izam. "
Satu detik
.
.
Dua detik
.
.
Tiga detik
.
.
"WHAT ! BAGAS LO SERIUS MASA--" Sebelum seisi perpustakaan mengetahui hal itu 'karna teriakan Queensa,Bagas dengan cepat membekap mulut Queensa.
"Bisa diem gak sih? Kan gue dah bilang jangan kaget !" ujar Bagas setelah melepaskan tangannya dari mulut Queensa.
"Ya kan gue masih kaget aja,Gas ! Emang beneran ? Kok bisa ? Sejak kapan?" cerocos Queensa tanpa henti.
"Etdah...satu-satu kek,kalo tanya."
"Iya,udah pokoknya itu ! Kok bisa ?"
"Gak tau juga,gue ."
"Emang gimana rasanya kalo deket Kila ?"
"Ya nyaman gitu,Sa. Rasanya pengen lama - lama sama Kila terus. Dan sebenarnya,udah dari lama gue punya apart sendiri,tapi gue sengaja gak bilang ke Izam biar di izin in buat nginep di sana. Padahal mah,gue cuma pengen deket-deket Kila. "
Queensa mengembuskan napas kasar lalu berkata ," Gila emang lo ! Adek temen sendiri juga di embat...tapi jangan sering - sering deh lo nginep sana. Ntar khilaf lagi. "
"Yaelah,Sa ...gue juga ngerti kali. Lo pikir gue bakal ngelakuin apa ,emang?" Queensa mengedikkan bahunya sebagai jawaban.
"Terus rencana lo sekarang apa ,Gas? Jujur ke Izam ,kalo lo suka sama Kila ?"
"Emmm...gue belum berani,Sa. Takut Izam nya marah atau jadi ilfeel sama gue."
__ADS_1
"Iya juga ,ya, mana mau Izam punya adik ipar om-om," ejek Queensa sembari terkekeh.
"Ba*gcat emang lo !"