Kak Bagas

Kak Bagas
Part. 7


__ADS_3

Bagas sudah berada di apartemennya. Sebenarnya,apart ini sudah ia beli sejak lama. Karena ingin lebih dekat dengan Kila,Bagas mencari - cari alasan agar di izinkan tinggal di rumah Izam.


Bagas menatap langit - langit apartemennya yang berwarna putih polos itu. Memikirkan apa jadinya bila ia dan Kila benar - benar bersatu. Memikirkan bagaimana ekspresi sahabatnya ketika ia mengetahui adik nya di cintai oleh sahabatnya sendiri. Entahlah... Bagas pun tak tahu harus seperti apa. Memang benar dulu Bagas dingin dan cuek terhadap Kila. Namun sekarang sudah beda,ceritanya. Kila yang dulu dan sekarang itu berbeda. Kila yang dulu sudah di anggap nya sebagai adik kandung nya sendiri. Kila yang sekarang,adalah Kila yang membuat hati Bagas lebih tenang,senyumannya menentramkan,juga hadir nya di nantikan.


Jujur...saat ini Bagas benar-benar merindukan Kila. Bagas teringat sesuatu. Ya ! Dia kan bisa menghubungi Kila !


Room Chat


Kak Bagas :


Kila, udah tidur ?


Melihat sebuah notifikasi dari Bagas,Kila langsung bergegas membuka aplikasi hijau tersebut.


^^^Syakila :^^^


^^^Belum. Kenapa Kak ?^^^


Kak Bagas:


Gapapa,Kila.


Udah makan?


Udah belajar ?


^^^Syakila :^^^


^^^Udah kok,Kak...kakak sendiri,udah makan ?^^^


Kak Bagas:


Udah juga.


Oh iya ,Kila,besok ke sekolah aku jemput,ya ?


^^^Syakila :^^^


^^^Emang gak ngerepotin,Kak ?^^^


Kak Bagas :


Engga,kalo buat Kila.


Kila tersenyum sipu dari balik ponselnya itu. Bagas memang selalu berhasil membuat pertahanan nya runtuh.


Kak Bagas:


Kila...


^^^Syakila :^^^


^^^Iya,Kak ?^^^


Kak Bagas :


Boleh tanya ?


^^^Syakila :^^^


^^^Boleh,tanya aja. ^^^


Kak Bagas :


Kamu udah pernah pacaran?


^^^Syakila :^^^


^^^Belum,Kak Izam gak izin in. ^^^


Kak Bagas:


Iya juga,ya...kan kamu masih SD.

__ADS_1


^^^Syakila :^^^


^^^Kila udah mau lulus kali,Kak 😴 ^^^


Kak Bagas:


πŸ˜†eh iya ,ya


^^^Syakila :^^^


^^^Kak Bagas sendiri,emang udah pernah pacaran?^^^


Kak Bagas:


Ya belum...orang belum ada yang buat aku jatuh cinta. Sekarang ada sih...tapi gak berani ngomongnya.


Kila tertunduk lesu membaca pesan Bagas. Tenang Kila...tenang ! Jangan terlalu berharap banyak ! Sekarang lihat,kak Bagas sudah ada orang yang di cintainya.


^^^Syakila: ^^^


^^^Kenapa gak bilang,Kak ? Kalo suka ,itu harusnya bilang. Tahu gak Kak ? Kebanyakan orang patah hati itu karena dia gak berani mengungkap kan perasaannya ke orang itu. ^^^


Kak Bagas:


Jadi harus bilang,nih?


^^^Syakila:^^^


^^^Iya dong Kak ! Harus ! Mending secepat nya kalo bisa. ^^^


Kak Bagas:


Oke,aku bakal bilang besok. Tapi kamu temenin aku,ya,Kila?


Gila! Bagaimana mungkin Kila kuat melihat orang yang disukai nya dengan orang lain?


^^^Syakila :^^^


Kak Bagas:


Ya kamu,Kila πŸ˜—


^^^Syakila:^^^


^^^Ish...emotnya πŸ˜‘^^^


Kak Bagas :


Kenapa? πŸ˜‚


Atau mau yang ini 😘?


^^^Syakila:^^^


^^^KAK BAGAS πŸ˜’πŸ‘Ώ^^^


Kak Bagas:


Apa sayang 😘


^^^Syakila:^^^


^^^Kak Bagas ,ih ! Katanya punya gebetan ! Kenapa gitu 😑^^^


Kak Bagas:


πŸ˜†πŸ˜†becanda sayang πŸ˜™


Ok nih,aku jujur ya ,siapa orang itu.


^^^Syakila :^^^


^^^Siapa,Kak ?^^^

__ADS_1


Kak Bagas:


Orang itu kamu,Kila. Kamu yang udah berhasil buka hati aku. Kamu adalah orang yang udah buat titik terang buat aku,Kila. Kamu juga buat aku berubah...tapi Kila,aku gak enak,sama Izam. Walau bagaimana pun,kamu itu adiknya Izam. Izam sahabat aku ,dan aku takut perasaan ini ganggu persahabatan aku sama Izam karena dia gak setuju sama rasa ini.


"Kenapa kak Bagas ngetik nya lama banget? Duh...mana kebelet lagi. Yaudah,deh,aku pipis dulu," ucap Kila lalu meninggalkan ponsel nya dalam posisi masih dalam aplikasi.


Tak berselang lama,Izam mendatangi kamar Kila guna memberikan susu hangat untuk adiknya itu. Izam masuk ke dalam kamar yang tadi belum sempat Kila tutup. Izam mencari-cari adik semata wayangnya itu,tetapi tidak ada di kamarnya. Mungkin sedang ke kamar mandi,pikirnya. Tiba-tiba,pandangan Izam jatuh pada ponsel Kila yang tergeletak begitu saja di kasur.


"Kila baru chat an?" Dengan ragu Izam mengambil ponsel tersebut. Sebenarnya Izam tak ingin mengganggu privasi adiknya itu. Namun ,walau bagaimanapun Izam tetap harus mengawasi adik nya tersebut.


Deg


.


.


.


"Bagas ?" Kaget ? Tentu saja ! Dengan cepat Izam menghapus pesan tersebut,dan menaruh ponsel Kila ke posisi semula. Ia berjalan ke arah kamarnya,dan mengambil ponsel,lalu mencari nomor telepon milik Bagas. Tak butuh waktu lama,Bagas pun mengangkatnya.


"Halo,Gas."


"Halo. Kenapa,nih? Tumben."


"Bisa, lo ke sini sekarang ?"


"Bisa ! Tapi ada apa ,sih?"


"Pokoknya lo ke sini sekarang. Cepet !"


Telepon terputus. Di sisi lain,Bagas menelpon Queensa untuk segera bersiap guna ikut dengan nya ke rumah Izam. Entah ini hanya firasat Bagas,atau memang benar-benar akan terjadi. Ia merasa,Izam sudah mengetahui faktanya. Pesan yang dikirim nya tadi sudah dibaca,namun belum ada tanda -tanda dari Kila membalas pesan tersebut.


"Kenapa tiba - tiba ?" tanya Queensa ketika Bagas telah sampai di depan rumahnya.


"Kayaknya Izam udah tau,deh, masalah gue yang suka ke Kila."


"Yang bener , lo ?! Ah...jangan ngaco,deh. Gak lucu sumpah !"


"Gue serius ini ! Ahhh...pusing,gue."


...----------------...


"Sa...gue harus gimana ?" khawatir Bagas ketika mereka sudah tiba di depan rumah Izam.


"Ya mau gak mau, lo harus berani hadapin,Gas." Bagas menghela napas panjang lalu keluar dari mobilnya bersama Queensa.


"Assalamu'alaikum."


"Waalaikumusalam," jawab Izam dari dalam rumah. Queensa melihat wajah khawatir tertampak pada raut muka Bagas. Queensa menepuk nepuk pundak Bagas pelan guna menenangkannya.


"Loh...Ensa ? Kamu juga ikut ?"


"Iya. Tadi , sebenernya baru dari toko buku,dan malah ketemu Bagas. Yaudah,deh...di ajak bareng." Izam mengangguk lalu mempersilakan mereka berdua masuk.


"Kalian duduk dulu. Gue mau panggil Kila sebentar. " Mendengar nama Kila di sebut...membuat Bagas benar -benar yakin akan firasat nya itu.


"Loh...Kak Sa, Kak Bagas ? Tumben...ada apa ?"


"Kila,kamu duduk dulu,ya ," titah Izam.


"Jadi...di sini gue ngumpulin kalian , khususnya Bagas dan Kila,untuk nanya in sesuatu. "


"Tanya apa , Kak Zam ?"


"Gini , Bagas dulu , deh. Gas...lo beneran ,suka sama Kila ? Atau itu cuma sekedar rasa biasa karena lo udah nganggep dia adik lo sendiri ?" Kila terkejut,sementara Bagas dan Queensa sama - sama terdiam. Bagas menguatkan hatinya,lalu memberanikan diri untuk mengatakan segalanya.


"Iya ,Zam. Sorry, tapi kayaknya perasaan gue ini nyata,bukan sekedar rasa sayang kakak ke adek nya. "


"Tapi bukannya Kak Bagas udah punya gebetan ?" sahut Kila tak percaya.


"Dan orang itu adalah kamu,Kila," jawab Izam. "Tadi, waktu kamu gak ada di kamar,Kakak baca chat nya Bagas,dan orang yang dia maksud itu kamu,Kila. "


"Maaf,Zam. Gue bener- bener minta maaf."

__ADS_1


__ADS_2