Kak Bagas

Kak Bagas
Part.2


__ADS_3

Sejauh ini, hanya ada suara pengelap kaca mobil dan musik yang memenuhi suasana mobil. Kak Bagas sedang fokus, dengan kemudi. Sedangkan aku ? Aku masih malu perihal tadi. Dulu sering kali kak Bagas mengecup pipiku layaknya kasih sayamg seorang kakak terhadap adiknya. Namum sekarang? Hei,ayolah ....aku sudah besar, jadi kecupan itu nanti akan bermakna lain.


Oke,aku mulai benci keheningan.


"Kak Bagas kenapa pake seragam?" Orang yang ku panggil itu menoleh ke arah ku.


"Kepo," jawabnya singkat. Menyebalkan !


"Ish...yaudah," ucap ku berpura pura ngambek.


"Mau tau aja ,apa mau banget ? "


"Emang apa bedanya ? "


"Bedanya kalo mau aja ada syaratnya, kalo mau banget juga ada," tutur nya. Ha ? Memang apa bedanya ? Orang sama - sama bersyarat !


Aku menghela napas lalu berkata," Yang mau tau banget."


"Oke...berarti kamu harus mau lakuin satu syarat. "


"Apa ,Kak ?"


"Besok kalo kamu udah umur 20 tahun, kamu nikah sama Kak Bagas."


"Kak Bagas bercanda pasti, hehe....," kekeh ku tak percaya. Mana tau Kak Bagas hanya sedang melantur atau bagaimana.


Kak Bagas meminggirkan mobilnya lalu berkata ,"Aku serius , La. "


"Tapi 'kan aku masih kecil kak."


" 'Kan aku bilangnya pas umur 20 tahun Kila."


"Tapi,Kak...."


"Gak ada penolakan Kila. Oke...sekarang kamu harus ingat kata - kata Kak Bagas ini. Jangan sampe lupa oke?" Aku mengangguk.


"Kila...sebelum nya aku akan jawab kenapa aku pake seragam. Aku pake seragam karena itu adalah salah satu sekolah milik papah Kak Bagas. Suatu saat nanti, Kak Bagas akan pegang sekolah itu. Suatu saat nanti, Kak Bagas yang akan mimpin sekolah itu. Jadi, Kak Bagas pake seragam biar menyesuaikan dengan panitia yang lainnya, yang juga pake seragam dari sekolah mereka masing - masing. "


"Owh...jadi Kak Bagas yang punya sekolah itu ? Wah...keren Kak," ujar ku sembari tersenyum.

__ADS_1


"Oke...masalah omongan ku tadi,aku cuma pengen janji sama kamu ,Kila. Setelah aku lulus STAN dan sukses nanti, aku akan minta ijin ke kakak kamu untuk mempersunting kamu. Kak Bagas kali ini gak bercanda. Oke... kakak tau ini terlalu tinggi buat kamu. Tapi , La, Kak Bagas gak main - main. Kak Bagas sayang sama kamu, lebih dari sekedar rasa sayang kakak ke adiknya. " Pandanganku masih tertuju pada mata cokelat Kak Bagas yang indah itu. Rasanya ini seperti mimpi. Aku memang sudah mengagumi Kak Bagas sejak dulu tapi, apakah ini sungguhan ? Jika ini hanya mimpi...maka aku tak ingin terbangun lagi. Sungguh!


"Aku harus jawab apa , Kak ? Aku bingung, ini pasti mimpi 'kan?"


"Kamu gak mimpi , Kila," ujar Kak Bagas seraya mencubit pipi ku gemas.


"Aku bingung, Kak. Kalo aku cerita ke Kak Zam boleh gak ?"


"Eh...jangan dulu,La. Nanti, yang ada aku malah kena gampar kakak kamu. Masa...aku ngomongin mau ngajak nikah ke kamu. "


"Hehe, iya juga ya...kalo Kak Queensa boleh gak ? Aku butuh nasehat soalnya Kak. " Kak Bagas nampak sedang berpikir sebentar, lalu mengangguk tanda setuju.


...****************...


"Kila,bangun kita udah sampe nih." Aku mengerjapkan mataku perlahan - lahan.


Benar bukan, aku hanya mimpi,huft...


"Kita udah sampe, Kak ?" Hujan sudah mulai reda,dan hanya tersisa rintik - rintik yang tak terlalu masalah bila di terobos tanpa pelindung apapun.


"Iya, ayo turun. "


"Loh...Kak Bagas ikut turun?"


"Kak," panggil ku pada kak Bagas yang tengah menggandeng ku saat ini.


"Hm?" Kak Bagas menoleh ke bawah, atau lebih tepatnya ke arahku karena tinggi ku yang hanya sampai sikunya.


"Anak nya yang punya sekolah ini siapa ,sih, Kak ?"


"Kenapa kepo?"


"Ya...'kan pengen tau aja , Kak. Denger- denger dari temenku,dia ganteng banget," jawabku memancing kak Bagas. Temanku juga sebenarnya tak mengetahui hal itu namun, aku hanya ingin memastikan apakah mimpiku itu akan menjadi kenyataan.


"Oh...iya, ganteng banget. Namanya Bagas Geri Handoko."


"Yeuy...itu mah ,nama kak Bagas. "


"Serius loh La. Ini punya papah aku. " Aku berpura pura tak percaya.

__ADS_1


Ku sipit 'kan mata ku sembari menatap Kak Bagas. " Bohong banget ! Orang kak Bagas gak ganteng, kok. " Jujur, dalam hati aku terkekeh girang melihat perubahan wajah kak Bagas yang tadinya nampak sangar,kini berubah menjadi sangat imut karna cemberut.


"Emang ,iya ?" Aku mengangguk bersemangat menanggapi ucapan kak Bagas.


"Yaudah ya , Kak,Kila ke kelas yang buat try out dulu. Udah telat ,nih. " Kulepaskan tangan ku dari genggaman kak Bagas tadi ,dan hendak berjalan.


"Eh...eh...enak aja ya, kamu. Udah ngatain, main nyelonong aja. Sini,ikut aku ke kelas ku." Kak Bagas kembali menggandeng tanganku.


"Kak...Kila mau try out ,ih ! "


"Ini juga 'kan mau try out,Kila. "


"Tapi Kila maunya kelas yang disana, soalnya ada temen Kila juga disitu," protes ku agar kak Bagas mau mengalah.


Alih- alih mengalah, manusia yang sedang menggandeng ku ini malah mempercepat langkahnya.


"Kamu disini aja ya , Kila ? Ntar biar kak Bagas gampang yang awasin. " Oke,aku kalah lagi. Jangan pernah sekali - kali kalian menentang perkataan orang ini jika tak mau kena imbasnya !


...----------------...


Dua jam telah berlalu. Akhirnya,semua ujian telah usai. Aku keluar seorang diri dan hanya berdiri mematung di depan pintu. Kak Bagas sedang sibuk di dalam sana untuk membereskan hasil ujian tadi.


Sekitar sepuluh menit sudah aku menunggu namun, tak ada tanda - tanda kak Bagas keluar dari ruangan. Haduh...harus berapa lama lagi aku harus menunggu? Perut ku ini rasanya sudah sangat lapar.


"Kila ?" panggil seorang cowo yang kini berdiri di sampingku.


"Ciko?" Ya...dia Ciko ! Namanya aslinya itu Miko namun,karena dia sangat suka sekali makan ciki,akhirnya aku sebut dia dengan nama tersebut. Orang yang ku balas sapaannya itu menghela napas gusar dan memutar bola matanya malas.


"Kila...gue udah berapa kali bilang , sih? Nama gue itu, Miko ! M-I-K-O ! Miko !"


"Udah sama aja. Oh iya ,lo ikut juga ?"


"Ya jelas ! Secara ya ,gue itu 'kan anak yang rajin belajar ,sholeh,beriman ,juga baik hati dan tidak sombong. "


Aku menonyor kepalanya kesal. "Hih...kayak gitu kok bilangnya gak sombong , huuu...."


"Hehe...btw, lo kesini sama kak Zam ,kah?"


"Nggak , sama pacar!"

__ADS_1


"Siapa ? Sok sok an ,lo ! Lulus aja belom."


"Gue ,pacarnya. Kenapa ?" ujar kak Bagas tiba - tiba yang sudah berdiri di samping ku dan merangkulku dengan erat dari samping.


__ADS_2