
"Azam mencium Vera sayang, apa kamu sudah siap menerima nya....?"
"Vera menjawab dengan senyum mengoda tentu saja sayang aku sangat siap"
"Azam yang mendengar jawab dari Vera segera mencium dan memulai semua hinga mereka melakukan nya lagi, Azam tau Vera tak akan puas kalo hanya sekali saja mendapatkan pelepasan itu, terkadang Azam ada rasa was was bila nanti Azam tak mampu memuaskan Vera akan mencari laki laki lain"
"mau tak mau Azam seri meminun obat dari Vera agar dia bisa memuaskan Vera di atas ranjang, apa lagi kalo risa juga harus mendapat jatah malam dari nya dulu"
"setelah mereka mendapat pelepasan lagi yang kedua Azam mengajak Vera untuk makan dulu, sayang ayo kita makan dulu agar tenanga kita kembali bujuk Azam pada Vera, karna sudah jam 7:00malam tanpa terasa sudah 3jam mereka habiskan untuk bercinta,"
..."baik lah sayang jawab Vera pada Azam yang kini sudah berada di sofa kamar Vera, karna mereka selalu makan di kamar setelah melakukan hubungan panas itu, zam kamu adalah laki laki yang sangat hebat sayang goda Vera pada Azam kini yang duduk di sebelah nya"...
"Ve aku akan melakukan apa pun untuk memuaskan mu sayang karna kamu lah wanita yang sangat pandai dan sangat sempurna di mataku kata Azam pada Vera,"
"sayang adai aku hamil bagai mana?"
__ADS_1
"Ve aku sudah pernah bicara ini padamu bukan, kalo jangan sekarang karna aku harus fokus pada kehamil risa,"
"oh jadi kamu menolak ke hadiran anak kita... Vera langsung mendengus kesal"
"sayang bukan begitu tentu aku tidak menolak nya tapi aku ingin fokus pada bayi yang risa kandung supaya tidak terjadi apa"
"tapi kan sebentar lagi risa akan melahirkan apa lagi yang kamu kuwatir kan pokok nya mulai bulan depan aku gak akan minum obat itu lagi, karna bulan depan risa sudah melewati empat bulan dan dia sudah mendapat hanya bukan.... ?"
"sayang tunggu Sampai risa melahirkan Ve... ya aku tidak mau kamu nanti tidak ada yang mengurus mu dan anak kita Ve.."
"Azam yang merasa delema hanya bisa mengatakan iya saja dari pada Vera marah pada nya dan takmembrinya jatah lagi"
"apa kamu benar benar sudah siap kalo kita punya anak Ve....tanya Azam pada Vera "
"tentu saja siap sayang asal kamu selalu ada di sampaing ku, meskipun tidak setiap hari sayang asal kamu masih datang kemari melihat ku dan anak kita nanti kata Vera yang sedang menyandarkan kepalanya pada bahu Azam"
__ADS_1
"Ve kamu beda dengan risa, kamu mandiri, cantik, dan kamu bisa memuaskan lelaki yang kamu cintai di atas ranjang mu sayang"
"sedangkan risa dia tak pernah bekerja dia hanya menjadi ibu rumah tanga dan yah pas pasan di ranjang, andai dulu kamu tak meningalkan ku pasti kita sudah menikah dan bahagia"
"sayang..... Sekarang pun kita tetap bahagia meskipun secara sembunyi sembunyi tapi aku tetap bahagia bisa bersama mu zam, vera mulai mengecup bibi Azam dan turun ke leher hinga membuat Azam terpancing kembali nafsu nya"
"sayang apa kamu mau melakukan nya sekarang?"
"iya sekali lagi zam karna sebentar lagi kamu pasti pulang kita lakukan di sofa ini saja sayang kata Vera,"
"baik lah sayang Azam dan Vera sedari tadi hanya mengunakan kaos oblong besar saja itu membuat keduanya dengan mudah melakukan percintan nya sekarang, sehinga dengan mudah nya mereka melepaskan baju yang mereka gunakan , karna Azam akan segera pulang setelah mendapatkan apa yang Azam ingin kan "
" Vera kini yang mengambil adil dalam permainan ini Azam hanya pasrah karna Azam tau kalo Vera sangat pandai dalam urusan ranjang dan tak selanga lama Azam dan Vera menyelesaikan percintan itu Azam mengecup bibir Vera dan megucapkan terimakasih dengan nafas yang tidak teratur "
" Vera hanya tersenyum dan memejamkan mata nya kalo pulang, pulanglah sayang aku mau tidur kata Vera"
__ADS_1
"Azam bangun dan mengendong Vera ke tempat tidur dan menyelimuti nya kemudian Azam mandi dan pulang"