
"setelah Azam makan siang dengan Vera mereka tepap duduk di sofa dan membicarakan masalah minggu depan"
"sayang....Mas balik ke kantor dulu ya, nanti sore Mas akan datang ke sini lagi untuk mengambil hadiah dari mu sayang"
"iya Mas, Vera siap kapan aja sayang"
"kamu memang wanita idaman bagi laki - laki Ve, mas sangat beruntung mendapat calon istri seperti mu, tak pernah menolak untuk bercinta dan selalu membuat Mas ketaihan terus"
"risa setelah selesai menyiapkan pakaian suaminya dan perlengkapan lahiran yang akan di bawa ke RS nanti kalo lahiran, kini dia turun ke bawah akan mengambil minum, tapi tiba - tiba ada pesan Masuk dari suaminya "
"ris... bisakah Mas minta tolong masak in makan malam nya Mas ya dan suruh supir antar ke kantor karna Mas sibuk tidak ada waktu untuk makan di luar"
"iya Mas.... Risa akan masak buat Mas " apa Mas lembur dengan teman nya atau sendiri? "
" aku rasa ada teman Mas, tapi Mas gak tau dia keluar atau tidak! "
"kalo begitu risa masak lebih saja Mas siapa tau teman Mas mau makan bersama di kantor"
"baik lah ris,nanti Mas akan kasih tau dia agar tidak makan di luar"
"setelah beberapa jam supir risa datang kekantor Azam dan membawa makan malam tuan nya, selelah Azam mendapat kan kirim an dari istrinya!" Azam meluncur ke toko Vera "
" hello sayang... Mas datang membawa makan malam kita, ini masakan chef favourite mu sayang!"
"benarkah Mas!" Vera kemudian memeluk dan mencium bibir azam, mas kunci pintu dulu!"malu kalo ada yang Masuk, pas kita lagi enak- enak nya"
"iya sayang....azam mengunci pintu toko yang sudah sepi dan hampir tutup itu"
"sayang... apa kamu merindukan ku?"
"tentu Mas aku sangat merindukan mu Mas, mas, adek minta Mobil ya kan adek sering keluar ketemu kelayen"
__ADS_1
"iya sayang.. Mas akan beli in nanti setelah pernikahan kita"
"adek mau nya minggu ini Mas agar kalo kita bulan madu bawa Mobil baru"
"ya sudah kalo gitu dua hari lagi kita beli kamu pilih saja"
"makasih Mas, Vera mencium Azam dan mulai membuka kancing baju Azam, Azam tak mau kalah dari wanita nya"
"setelah pergulatan panas dan ******* yang bersahutan mereka kini Keduanya, mengatur napas mereka sebelum megenakan pakaian masing masing"
"sayang kamu sangat hebat puji Azam pada Vera"
"Mas juga sangat kuat adek hampir kuwalahan untuk mengimbagi mu Mas"
"sayang ayo kita makan dulu Mas...adek sudah lapar"
"iya dek...mas mandi dulu ya takutnya risa mencium minyak wangi nya adek"
"iya sayang...adek mengerti, sana mandi nya cepetan, adek maunya di suapin mas"
"Vera duduk di pankuan Azam, dan memegang sesuatu, mas, adek mau ngasih sesuatu sama Mas"
..."apa itu sayang?"Vera memberikan pada Azam dan Azam membuka itu, betapa terkejut nya setelah dia tau benda yang dia pegan itu"...
"sayang...ini serious kamu hamil?"
"iya Mas aku hamil anak kita, kan hampir tiap hari kita melakukan nya"
"Ve kan aku sudah bilang minum obat yang aku berikan pada mu dulu, kamu tau kan risa belum melahirkan"
"Mas, kenapa Mas selalu mementingkan risa, sedang aku yang selalu memuaskan mu"
__ADS_1
"sayang, bukan begitu maksud Mas!" ya sudah jangan marah lagi sini Azam memeluk Vera "
" Vera hanya mengikuti pelukan Azam dan pura-pura menangis, kalo Mas tidak mau anak kita aku bisa gugurin dia "
" sayang...jangan begitu biar bagaimana pun ini anak kita Mas akan terima dan menyayanginya seperti anak Mas dan risa Mas tidak akan membeda - bedakan anak Mas meskipun itu dari kamu atau dari risa "
" ayo makan dulu setelah itu kita pulang, kata Azam pada Vera "
" setelah makan Azam mengantar Vera pulang sesampainya di apartment Azam berpesan pada Vera, dek besok kita ke dokter kandungan, untuk memeriksa anak kita dan sekalian belanja buat kebutuhan kehamilan kamu "
" iya Mas adek besok akan siap - siap Vera Masuk kedalam apartment nya "
" sementara Azam pulang ke apartment nya dengan risa, di dalam perjalanan Azam berpikir harus lebih memperhatikan Vera karna sedang hamil buah cinta mereka berdua "
"sesampainya dirumah Azam langsung mandi dan tidur di sebelah istrinya itu, dia memandang risa,lalu terlelap"
"meskipun Vera sedang hamil, tapi itu tak membuatnya berhenti untuk melakukan percintan nya dengan Ken, yang saat ini ada di dalam kamar nya"
"Ken sebagai lelaki normal mau - mau saja di ajak bercinta dengan Vera"
"pagi ini Ken dan Vera masih tidur berpelukan setelah menghabiskan malam panjang nya"
"Vera terbangun dan dia membangunkan Ken, Ken bangun sudah waktunya kamu kembali kemarmu"
"ya sudah aku kembali ke kamar ku dulu ya kata Ken"
"sesampai nya di kamar Ken langsung mandi, dan Vera kembali megenakan pakaina nya dan merapikan tempat tidur nya, baru saja Vera merebahkan tubuh nya"
"Azam membuka kamar Vera, pagi sayang..azam mencium Vera dan perutnya yang masih ra ini papa nak gimana kabarmu semalam nak?"
"Vera mengelus kepala Azam pelan, mas...kamu sudah sampai sini pagi sekali"
__ADS_1
"iya sayang, mas hawatir sama anak kita, dek, Mas ingin setelah kita menikah, adek tingal bersama Mas dan risa, agar Mas bisa memperhatikan adek dan anak kita"
"Hey pembaca yang budiman, dan yang setia membaca karya ku ini, author disini menggucapkan banyak terimakasih ya"