
"setelah kepergian bibi, Azam mengunci pintu ruangan kerja nya, lalu Azam berjalan kearah Vera, kini keduanya sudah berciuman panas dan Vera sudah mendesah saat Azam mulai meraih benda favourite nya aahh sayang.... Enghh Vera memangil Azam"
"Azam tersenyum dan bertanya apa kamu menyukai nya sayang...?" kata Azam sambil ******* benda favourite nya itu "
" Vera yang sudah tak mampu berkata lagi kini pasrah dengan laki laki yang di hadapan nya "
" sayang....pekik nya Vera, kemudia mengigit bibir bawah nya ketika ada sesuatu yang Masuk dalam tubuh nya "
"Azam kini memulai memaju mundurkan pingul nya dengan pelan. semakin lama semakin cepat, saat Vera menuntut nya Masuk lebih dalam lagi, kini Vera mendesah tak karuan aa-aahh, dan area sensitive nya mulai berkedut dan Vera merasa milik Azam semakin membesar ooohhh, sayang!"kata Azam mengerang karna dia mengeluarkan cairan dari dalam diri nya, begitu juga dengan Vera"
"setelah mereka selesai Azam dan Vera beristirahat sejenak, sayang...aku kekamar dulu ya kamu tidur saja disini!" jangan pulang "
" iya sayang....i love you kata Vera mencium bibir Azam, kini Vera memeluk Azam dengan kasih sayang "
" love you too darling!" balas Azam, sayang...kita pakai baju dulu kalo begini keadan kita takut nya otong Mas bangun lagi, kata Azam tersenyum nakal"
"setelah Azam dan Vera mengenakan pakaian, mereka Azam keluar ruangan bersama Vera"
"Azam kembali kekamar nya dan Vera juga ke kamarnya"
"risa yang sudah terlelap karna tadi habis bercinta dengan suaminya, dan juga pengaruh karna kandungan nya yang sudah membesar"
"Vera kini membaringkan tubuh nya di kasur yang pernah ia tempati dulu, tak lama terlelap setelah berbalas pesan dengan Azam"
__ADS_1
"pagi pun menyapa. risa membangunkan Azam sedikit pagi, karna suaminya harus mengantarkan sepupunya itu pulang ke apartment untuk berganti baju"
"Mas banggun sayang... Mas harus mengantar kak vera pulang pagi ini"
"iya Mas tau sayang... Kakak mu itu merepotkan sekali!"
"setelah Azam bangun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, risa berlalu dan kekamar kakak sepupunya itu"
"kak...banggun kakak katanya harus pulang pagi untuk bersikap siap kekantor bukan?"
"risa bisakah aku bangun sebentar lagi....aku masih ngantuk"
"kak Mas Azam sudah mandi, sebentar lagi sudah siap!"apa kakak mau membuat Mas Azam marah?"
"setelah Azam dan Vera siap di mejamakan!" perdebadan pun terjadi antara Vera dan Azam"
"risa hanya bisa diam melihat kakak sepupunya itu dan suaminya berdebat, sementara bibi tersenyum mendengar perdebadan itu"
"sayang.... Lain kali jangan izinkan dia kesini lagi aku tidak suka"
"risa kamu pilih aku atau suami kamu ini kalo kamu berani mengusirku awas kamu!"
"kak.... Mas....bisa ngak kalo jangan berabtem terus kasihan baby ku, kata risa sambil cemberut"
__ADS_1
"Vera dan Azam berapa dangan dan mereka Saling diam"
"ris.... Kakak pulang dulu ya.."makasih untuk semalam"
"iya kak jangan sungkan, kakak kalo mau kesini ya kesini aja kak risa pasti sangat senang"
"sayang....mas pergi dulu ya, Azam mencium kening risa"
"iya Mas hati hati di jalan, jangan berantem ya sama kak vera kata risa sambil mencium suami nya"
"setelah Azam pergi dari rumah bersama Vera, risa Masuk kedalam rumah dan kekamar untuk istirahat"
"Mas....kamu mesra banget sama istri manja mu...vera bicara sambil manyun"
"sayang.... Kan aku harus menjaga agar dia gak curiga sama kita, tapi Mas lebih menyukaimu!" kan Mas selalu bilang kamu yang pertama dan segalanya Ve.... "
" kamu mau apa? "tanya Azam pada Vera, biar Mas beli in jangan marah ya sayang....tarkita kehotel, mas akan jemput kamu kan sudah lama Kita gak nginep"
"beneran sayang.... Vera sangat senang dan semangat"
"iya sayang... Jangan ngambek lagi ya?"
"iya sayang...."
__ADS_1