KAKAK OSIS

KAKAK OSIS
PERTEMUAN PERTAMA


__ADS_3

Jangan lupa di vote dan komennya ya! Oh ya share, promote dan follow juga ya! Supaya cerita ini berkembang terus.🙏👉👉👉



" Bukan tentang besok kiamat saja yang membuat jantung manusia berdegup kenjang, bisa saja hanya karena perlakuan manis dari seseorang." - penulis


...•...


...•...


...•...


Pagi yang cerah ini suasana nampak gaduh di perpustakaan sekolah INTERNASIONAL GREEBELA.


" Woi lo bocah tengil ! Kerjain dong tugas kimia gue!" titah seorang gadis paling fenomenal di sebuah sekolah besar bernama INTERNASIONAL HIGHT SCHOOL GREEBELA.


Ia adalah Clara Amaira atau sering juga disapa Princes Clara oleh para pengikut setianya.


" Eh, sekalian dong tugas gue juga! Kan lo anak paling genius di kelas, pasti hal kecil bagi lo buat ngerjain tugas gue dan Clara," oceh Olivian Gosandras atau kerap disapa Vian teman se-ganknya Clara, yang memiliki tubuh semampai dengan rambut bergelombang tergerai.


" Maaf, tapi Vela masih punya banyak tugas dari Buk Emi kemarin, jadi Vela nggak bisa ngerjain ini, " ucap seorang gadis kurus dengan rambut yang diikat dua, bernama lengkap Ravaela Carlina Wijaya atau kerap dipanggil Vela.


" Elahh... Lo nggak usah banyak alasan deh! Jangan sok sok-an gebantah gue ! Kalo berani, lo tau kan apa akibatnya?" teriak si Princes Clara dengan gaya belagunya.


" Bener tuh! Lo nggak usah berani berani-an sama kita kita ini, kalo lo nggak ngerjain tugas sekolah gue sekarang. Oke tunggu aja!" lanjut Vian dengan nada yang mengancam dan sepertinya ia mensiasati sesuatu.


" Tapi Vela bener bener nggak bisa, atau boleh nanti aja ya, Vela ngerjain tugasnya Clara sama Vian?" ucap Vela memohon kepada dua gadis yang sedang berkacak pinggang di depannya.


" Ohhh, jadi lo udah berani ngebantah  gue? Kalo gue bilang sekarang ya sekarang dong! Lo pinter kok budeg sih?!" gretak si Clara dengan mengacungkan jari telunjuknya ke wajah Vela yang sedang menunduk.


" Udah lah Princes, kita kasi pelajaran aja, karena udah berani beraninya nentang lo! " ajak Vian sambil menaik naikan salah satu alisnya.


" SIKAT DAH! " teriak Clara, yang seketika membuat tubuh gadis kurus pendiam bernama Vela tertegun dan membuatnya mulai ketakutan.


Vian dengan cekatan menyiramkan air mineral yang ia pegang ke tubuh Vela. Sontak hal itu membuat Vela terkejut, lalu kemudian Clara dengan wajah berseringai menjambak rambut Vela dan membuat ia merintih kesakitan.


Vela hanya bisa pasrah berharap ada orang yang akan menolongnya. Namun tidak ada siapa pun disini kecuali mereka bertiga.


" Rasain lo... Ini akibat karena lo udah berani menentang Princes Clara Amaira !" ucap Clara puas.


" Aaww, sakiittt... maafin Vela, tolong jangan jahatin Vela," rintih Vela kesakitan menahan perih di kulit kepalanya yang dijambaki oleh Clara.


" Jangan kasi ampun tuh bocah ! Sini bila perlu gue robek nih buku buku lo, biar seru aha!"


" Ha ha ha ha ha," lanjut Vian, lalu ia mengambil buku PR Vela, kemudian Vian menghempas hempaskan lembaran kertas ke udara yang ia sobek dari buku Vela.


" Aaaww, jangaannn... ampuni Vela, jangan buku itu... aaaooo sakit ! " rintih kesakitan Vela kini terdengar lebih memprihatinkan.


Bulir bening dari mata Vela telah membasahi bagian wajahnya. Keadaannya sungguh kacau dengan rambut acak acak-an dan baju seragam yang basah.


" Ihh cengeng amat sih, jangan nangis atau nggak gue.. "


Clara tak bisa menggerakan tangannya yang hendak menampar pipi Vela, ternyata tangan Clara dicegat oleh Derent sang ketua OSIS. Clara langsung menurunkan tangannya cepat.


" Eh...kak Derent, ada apa ya? " tanya Clara dengan nada pura pura tak tahu.


" Lo nggak usah pura pura deh, lo mau nyakitin anak ini kan? Jujur aja!" bentak lelaki berparas tampan itu.


" Eh enggak kok kak! A-aku sama Vian cuma bercanda doang, aduh perutku tiba tiba sakit nih, permisi kak aku ke toilet dulu," kemudian Clara mengkode Vian dengan kerjipan mata dan bersiap untuk kabur.


" Kalo kalian berani ngebully para siswa lagi! Nggak segan gua laporin kalian ke kepsek!" teriak Derent kepada Clara dan Vian yang tengah berlari menjauh dari perpustakaan.


Ya setidaknya si gank Duo Macan, yaitu Calara dan Vian cukup merasa ketakutan dengan ancaman Derent tadi, dan membuat jurus lari mereka semakin cepat.


***


" Lo nggak apa apa kan?" tanya Derent kepada Vela yang tengah menunduk.

__ADS_1


" Nggak apa ap-.. "


Brukk...


Sebelum Vela selesai mengatakan sesuatu tiba tiba, Vela terjatuh.


Melihat hal tersebut Derent menjadi panik, dengan cepat ia mengambil tubuh Vela lalu mendekap Vela dalam gendongannya.


Derent melebarkan langkahnya agar ia bisa cepat sampai ke UKS sebelum bel Upacara Bendera terdengar.


Puluhan pasang mata melihat mereka berdua saat melintas dilapangan. Ada yang kepo, kenapa Vela si siswi baru itu, ada juga yang penasaran tentang apa yang tengah terjadi pada mereka.


Begitu pula dengan Sifa yang melihat temannya Vela pingsan dan digendong oleh Kak Derent. Dengan cepat ia berlari menghampiri Darent.


" Kak, ada apa dengan Vela?


Kak Derent, kenapa dia? " kata gadis yang bernama lengkap Sifana Glorya dengan kepanikan yang menggebu gebu.


" Yaa gue jelasin entar aja! Sekarang tolong bantu bukain pintunya !" perintah Derent.


Dengan cepat Sifa membuka pintu UKS dan membantu membaringkan tubuh Vela yang lunglai tersebut. Sifa dengan cekatan mengambil balsem dan menyodorkannya ke hidung Vela.


Tet tet ....


" Upacara segera dimulai, semua siswa berkumpul dilapangan upacara!" Begitulah suara yang terdengar jelas di setiap telinga warga sekolah.


" Tolong jagain anak ini sebentar dik, gue mau Upacara Bendera dulu," ucap Derent kepada Sifa yang tengah sibuk menyadarkan temannya itu.


Sifa hanya mengangguk mengerti. Karena ia sudah tahu bahwa Derent harus segera bersiap untuk menjadi pemimpin upacara. Maklum saja, ia adalah ketua Osis yang sangat bertanggung jawab.


Tidak salah banyak yang sangat senang jika ia menjabat sebagai ketua OSIS, selain tanpam dan bertanggung jawab ia juga sosok yang ramah, dan baik hati.


" Argh... dimana ini?" mata Vela mulai terbuka, dengan tangan yang memegangi kepalanya yang masih lumayan sakit.


" Vela kamu udah sadar? Syukurlah kamu nggak apa apa, kamu lagi di UKS, tadi kak Derent yang bawa kamu, tapi sekarang dia udah pergi ke lapangan upacara," ucap Sifa dengan jelas dan membuat Vela sudah cukup paham mengapa dia bisa disini.


" Sebenarnya apa yang terjadi sama kamu, Vel?" tanya Sifa sedikit penasaran.


" Sebenarnya.... "


Vela menceritakan secara detail apa yang terjadi padanya.


" Dasar si Clara yang katanya princes princes itu, nggak punya akhlak!" ucapnya geram.


" Untung aja kamu diselamatin sama kak Derent. Kalo enggak, aduhh. Bisa memar-memar tu mukak mu," lanjut Sifa kembali.


" Hemm, " sahut Vela sambil mendengus meratapi semua yang sudah terjadi.


" Ni sisir, benerin rambutmu pakai ini!" ucap gadis berkaca mata bernama Sifa.


Sifa merupakan seorang sahabat yang sangat baik hati dan perhatian. Memanglah merupakan definisi sahabat yang sesungguhnya.


" Terimakasih Sifa," sahut Vela dan langsung beranjak untuk menyisir rambutnya yang acak-acakan.


Beberapa menit mereka berbincang...


Terdengar suara gaduh, nampaknya barisan upacara telah dibubarkan dan kemudian terdengar suara ketukan pintu.


Tok.. Tok.. Tok..


" Permisi, gimana keadaan lo?" tanya lelaki yang masuk ke UKS, ya dia adalah Derent Winanda Gunawan.


" Udah baikan kak, " jawab Vela dengan senyum tipisnya namun, masih terlihat manis.


" Oh baguslah, btw gue belum pernah lihat lo? Lo anak baru ya?" tanya Derent lagi.


" Oh iya kak. Dia anak baru, baru seminggu ini sih sekolah disini. Namanya Ravaela Carlina Wijaya bisa dipanggil Vela. Dia ini murid paling pinter di sekolah lamanya. Sekarang dia ikut di kelas 11 MIPA-1 sekelas sama aku kak," ucap Sifa menjelaskan panjang lebar untuk membantu menjaga tenaga temannya agar tidak terbuang buang, ya karena si Vela kan habis pingsan.

__ADS_1


" Iya kak," sahut Vela dengan senyum paling manisnya.


" Oh... kenalin nama gue Derent Finanda Wijaya, gue kelas 12 IPS-4 dan gua juga merupakan ketua Osis yang baru bertugas 5 bulan di tahun ini," kata Derent sambil menjulurkan tangannya. Dengan senang hati Vela membalas jabatan tangan dari Derent tersebut.


" Ekhem...nama aku Sifana Glorya bisa dipanggil Sifa," ucapnya dengan cengiran tak berdosa itu.


Sontak Derent dan Vela pun menertawai sikap gadis itu. Sifa pun hanya bisa nyengir kuda sambil menggaruk garuk kepalanya yang tak gatal.


" Hehehe, apa aku salah bicara," ucap Sifa sekali lagi.


Suasana menjadi hening seketika.


" Ya tuhan aku lupa sekarang lagi dapet mapel si guru gendut dan galak itu. Vela, aku tinggalin kamu dulu ya? Nanti aku mintain izin kalok kamu lagi sakit di UKS. Bye bye, jangan lupa kembaliin sisir aku!" teriak Sifa yang konyol itu dan sedang terlihat tergesa gesa berlari keluar UKS.


Vela hanya bisa menganga melihat tingkah sahabat kecil sedari ia masih bau kencur itu.


" Kenapa dia?" tanya Derent yang masih berada disana.


" Eee...nggak tau kak, kayaknya lagi panik," ucap Vela polos.


" Hahahahaha" terdengar tawa ramah Derent yang membut jantung Vela berdegup dua kali lipat lebih kencang dari biasanya.


Semakin tampan saja Derent yang tengah tertawa itu, membuat senyum tipis terlukis di bibir Vela.


" Kakak kenapa nggak balik ke kelas?" tanya Vela malu malu macan, eh malu malu kucing maksudnya.


" Hemm... kebetulan sih guru gue lagi absen, jadinya jamkos deh. Dari pada ribut nggak penting di kelas gue lebih milih nemenin lo disini, kasian kan lo abis dikeroyok si gank macan, masak gue tinggalin," ucap Derent hingga membuat Vela melongo dengan prilaku manis Derent tersebut.


" Hei lo udah makan belum?"


Kriookk....


Sebelum Vela menjawab perutnya sudah terlebih dahulu menyaut dan membuat Derent tertawa kecil.


" Aduh...berarti lo belum makan kan?" tanya Derent sekali lagi, Vela pun hanya mengangguk sambil menunduk, pastilah pipinya sedang blushing saat ini, karena sedang menahan rasa malunya.


" Yuk kita kekantin bareng, mau kan?" tanya Derent.


" Tapi kak uang Vela lagi di tas terus tasnya kan di kel-..." sebelum Vela menyelesaikan ucapannya, sebuah telunjuk mendarat tepat di bibirnya.


Hal tersebut berhasil membuat matanya membulat sempurna karena telunjuk tersebut adalah milik Derent.


" Udah pakek uang gue aja," ucap Derent tersenyum manis sambil menurunkan telunjuknya.


Vela sempat bengong dan memcoba menjernihkan kembali pikirannya.


" Yuk Vela," ucap Derent membuyarkan lamunan Vela.


Mereka berdua berjalan ke kantin untuk sedikit menikmati makanan yang ada disana.


" Bi Maimunah, pesen Bobathea satu sama nasgornya ya," ucap lelaki bernama Derent itu.


" Ada lagi nggak bro?" sahut Bi Maimunah pedagang kantin.


" Lo mau pesen apaan?" tanyanya kepada Vela yang nampak melamun terus.


" Eh apa aja boleh kak !" ucap Vela terkejut.


" Hemm tambah lagi 1 jeruk hangat sama nasgor bi," lanjut Derent.


" Oke pasangan baru, tunggu disana ya!" sahut si Bi Maimunah asal.


" uhukkk uhukk ! "


Yuhuuuu siapa sih yang batuk?


...Next😋 100 vote...

__ADS_1


update terbaru dari novel ini❤. Tolong sisakan jejak bintangnya yaa! Jangan lupa baku hantam dan kekepoannya ketik di kolom komentar aja! Bacanya jangan malu malu ya! Karena cerita ******* ini masih gratis..😁😁


__ADS_2