KAKAK OSIS

KAKAK OSIS
KANTIN


__ADS_3


...***...


" uhukkk uhukk hum! " batuk Derent tersedak.


" Kak nggak apapa?" tanya Vela khawatir.


" Eh enggak gue sehat kok, yuk kita duduk disana aja," sahut Derent sambil menunjuk ke salah satu meja putih di sudut kantin. Vela hanya bisa mengangguk, meng'iya'kan ajakan Derent tersebut.


Mereka duduk berhadap hadapan, tidak ada percakapan diantara mereka. Hal yang Vela rasakan saat ini adalah canggung.


Melihat wajah Vela yang begitu canggung, karena kasian Derent pun membuka percakapannya dengan Vela.


" Kata temen lo Sifa, lo tuh lumayan pinter kan?" tanya Derent dengan lembut.


" Hemm.. eng-engak kok kak, Kakak kan juga pinter," sahut Vela terbata bata karena ia sedang gugup.


" Jangan gugup gitu deh, lo jadi lucu ha ha ha," tawa Derent, dan mampu membuat blushing di pipi gadis bernama Vela itu.


" Gua bodoh Vela, dikelas aja gue masih ranking 23 dari 30 siswa, padahal mama papa gua nuntut supaya gue bisa jadi juara umum di kelas 12," ucap Derent dengan nada kecewa.


" Hem kak Derent nggak boleh gitu, mama sama papa kakak maunya biar kakak jadi kebanggan mereka, menurut Vela nggak ada orang bodoh sama orang pinter. Yang ada itu orang malas sama orang rajin kak. Kalo kakak nggak rajin belajar jadinya nilainya kecil deh gitu juga sebaliknya, usaha nggak akan menghianati hasil, believe your self" celoteh polos seorang Vela yang membuat hati Derent sedikit lebih tenang.


" Humm, ya juga mungkin gue aja yang sering ngegame dan nggak usaha sungguh sungguh," ucap Derent sambil menarik napasnya.


" Lah, lo kok pinter juga ya? Gue suka cara lo buat nasehatin orang, polos tapi keren," puji Derent kepada Vela, yang mebuat semburat merah terlihat jelas dikedua pipi tirusnya.


" Nih makanannya 2 nasi goringgg, 1 bobathea dan jus jeruk hangatnya, selamat makan para pelangganku," ucap Bi Maimunah dengan ramah.


" Eits... Kak jangan lupa doa, he he he maaf kak," cegat Vela saat senduk makan itu hendak masuk ke mulut Derent.

__ADS_1


" Oh ya, gue hampir lupa," sahut Derent sambil menunjukan gigi putih berserinya itu. Lalu kemudian mereka berdoa bersama.


" Yang lahap ya makannya biar lo cepet gemuk," ucap Derent sedikit mengejeknya. Vela pun hanya tersenyum kecil.


Nasgor dipiring Vela masih tersisa setengah dari bagian piringnya. Ia pun hanya memandang dan mengaduk aduk sisa makanannya dengan garpu. Lalu Derent menatap Vela dan padangannya turun menuju makanan Vela tersebut.


Vela yang menyadari hal itu merasa tak enak. Kenapa dia tidak menghargai makanan yang diberi oleh kak Derent ini, dengan cepat ia pun kembali memakan makanannya dan menunjukan senyum terpaksa kepada Derent.


Derent pun juga balik memberi senyum dengan mulut yang masih terisi makanan.


Pantas saja Vela kurus begini makan saja amat dipaksakan, apa yang membuat selera makannya berkurang? Entahlah, mungkin Vela merasa tak enak badan -batin Derent.


Makanan keduanya pun telah ludes, lalu Darent meneguk Bobathea yang dipesannya. Vela menatap satu sudut bibir Derent nampak ada sedikit noda disana, Vela mengeluarkan saputangan yang sering ia bawa.


Kemudian dengan lembut ia mengusap sudut bibir itu, hal tersebut membuat Derent berhasil membeku seketika. Entah mengapa ia merasa nyaman bersama dengan Vela padahal Vela baru saja ia kenal karena tragedi tadi di perpus.


Biasanya dengan para siswi penggemarnya ia cenderung acuh, apalagi dengan para gadis yang genit kepadanya, Derent tidak pernah mengubris hal itu. Tapi mengapa hal ini berbeda dengan Vela apakah ini cinta pada pandangan pertama?


Seketika tingkah Vela itu menyadarkan Derent dari pikirannya yang berkelana kemana mana.


" Eh... maaf gue nggak ngedenger lo tadi," ucap Derent sambil menggaruk lehernya yang terasa panas, karena pedasnya nasi goreng buatan Bi Maimunah.


" Hemm, tunggu disini gue mau bayar makanannya dulu, lo mau nambah beli apa? " tanya Derent menawarkan. Vela hanya menggeleng.


" Nggak kak, udah kenyang kok," katanya sambil tersenyum tipis.


" Oh oke deh," lalu Derent beranjak dari tempat duduknya menuju ke tempat pembayaran.


" Sekarang lo mau kemana nih?" ucap Darent sambil keluar kantin bersama Vela.


" Enggak kemana-mana kak, Vela ke kelas aja biar nggak ketinggalan pelajaran," sahut Vela tak lupa dengan senyum indahnya itu.

__ADS_1


" Mau gue temenin sampe kelas?" tawar Derent.


" Enggak usah kak nanti ngerepotin aja, Vela bisa sendiri kok, Vela udah hafal jalan ke kelas jadi nggak akan tersesat deh," ucap Vela polos.


" Iya deh. Kalo gitu gue nongkrong ma temen temen gue ya, bye! "


Baru saja Vela melangkahkan kakinya, sebuah tangan memegang tangan kurusnya yang putih itu.


" Kalo ada yang macam macam sama lo lagi, bilang ke gue aja oke?" ucap Derent sungguh-sungguh seolah tak mau jika Vela disakiti lagi.


Derent menatap tajam manik mata coklat milik Vela.


Vela hanya mengangguk dan tersenyum, lalu Derent melepas pegangan tangannya itu pelan pelan. Vela kemudian pergi menjauh dari kantin sedangkan Derent masih terdiam disana menatap punggung Vela yang semakin menjauh.


" Derent bodoh! apa yang lo lakuin tadi, aduh!" umpat Derent seolah menyalahkan dirinya yang memberi perhatian lebih kepada Vela, sepertinya Derent sudah merasakan percikan percikan asmara.


wkwk😁


...•...


...•...


...•...


..." Nggak ada orang bodoh sama orang pinter. Yang ada itu orang malas sama orang rajin kak. Kalo kakak nggak rajin belajar jadinya nilainya kecil deh gitu juga sebaliknya, usaha nggak akan menghianati hasil, believe your self" - RAVAELA...


...Gimana cerita di part KANTIN dari ******* author berjudul KAKAK OSIS?...


...Bagus gak sih? Semoga bagus ya walau pendek dan typo bertebaran dimana mana,tetep jadi readers setia ya....


...Jangan lupa baku hantam dan bintangnya dong! 😊...

__ADS_1


...TERIMAKASIH...


__ADS_2