KAKAK OSIS

KAKAK OSIS
KESEMPATAN


__ADS_3

Hi para readers setia!


Jangan lupa save di library baca kalian ya!


Yang pada mageran nih bisa baca baca cerita dari author dijamin baper.



Istirahat ke2 yang panas terik ini, terlihat seorang gadis berkepang 2 tengah berjalan membawa setumpuk buku.


Tiba tiba sesorang menabrak punggungnya sehingga membuat buku yang ia bawa jatuh berserakan.


" Eh maaf gua gak sengaja," kata laki laki itu.


" Gakpapa," jawab Vela cepat, sambil merarapikan buku yang terjatuh.


" Eh lo Vela?" kata laki laki itu yang tak lain adalah Derent, ia baru sadar saat memperhatikan lebih lekat gadis bernama Vela tersebut.


" Emm ya kak," sahutnya sambil tersenyum manis.


" Lo mau kemana? kok bawa bawa buku banyak banget," tanya Derent saat melihat buku fisika yang dibawa oleh Vela.


" Vela mau ke perpustakaan, kata Bu Emi Vela akan ikut lomba fisika bulan depan. Jadi Vela disuruh Bu Emi guru fisika Vela, buat lebih giat belajar, terus kakak mau kemana?" kata Vela balik bertanya untuk basa basi semata.


" Gua mau ke perpus juga ngerjain remidial fisika nih," ucapnya sedikit malu karena ia gagal dalam ulangan fisika, sedangkan adik kelasnya ini malah akan ikut lomba fisika bulan depan.


" Kalo gitu boleh gua ikut belajar sama lo nggak?" tanya Derent.


" Iya kak boleh!" sahut Vela dengan senang hati.


Lalu mereka berdua berjalan berdampingan menuju perpustakaan


***


" Vela ni jawabannya apa ya?  Gua kok gak tau?" tanya Derent kebingungan.


" Coba pinjem buku panduannya kak," pinta gadis itu. Derent pun menyodorkan buku kelas 12 mapel fisika yang dibawanya.

__ADS_1


" Jadi ini cara nyarinya gini kak, terus kalo ini rumusnya tinggal dirubah kak," ucapnya sambil mengorak orek sebuah kertas kosong, Derent pun memerhatikannya dengan seksama.


Lalu ia menatap gadis bernama Vela itu dengan lekat, entah apa yang ada dipikiran Derent sekarang.


" Kak udah ngerti?" tanya Vela dan kemudian ia melihat ke arah Derent, manik mata coklat milik gadis itu langsung bertabrakan dengan manik mata hitam Derent, kejadian tatap tatapan pun tak terelakan.


Derent dan Vela pun menetralkan keadaan saat sebuah suara mulai terdengar masuk ke dalam perpustakaan.


" Velaaa, nih ada contoh soal olimpiade yang di kasi sama Bu Emi, kamu dicariin dari tadi eh malah disini sama kak Derent. Sampai keliling sekolah aku nyari kamu, aku kira kamu hilang masuk ke portal dimensi alpha kayak di novel fiksi yang kubaca, novel nya keren tau uwu banget!" coletah ria seorang gadis berkacamata, tak lain adalah Sifa yang tengah membawa berlembar lembar soal fisika, kemudian ia mendaratkan pantatnya disebuah kursi di sebelah Vela.


" Oh maaf, Vela gak bilang kalau pergi ke perpus," ucap Vela pelan.


" Hehehe, aku tadi cuma boong kok😅. Masak seorang Sifa gak tau keberadaan Vela sahabatnya, Mustahil !!" ucap Sifa sambil meninju ninju layaknya tokoh pahlawan super.


Derent yang disana pun hanya terdiam dan mengerjakan kembali tugas fisikanya itu.


***


Seorang gadis di sebuah halte nampak risau sambil menelpon seseorang.


" Halo kak, kok Vela gak dijemput?" ucap gadis itu risau.


" Kenapa kak Vano gak bilang tadi !" gerutunya sedikit kesal.


" Abisnya kakak lupa sih, suruh mama aja jemput kamu !"


" Mama kan tadi bilang kalau ada urusan bisnis di Bandung, pulangnya paling sorean, masak Vela nunggu sampe sore?" ucap Vela mendengus sebal.


"  Kalo gitu pesan ojol aja ya, good bye dik,"


" Ya deh kak, da da, " lanjut Vela dengan nada pasrah saja.


Tut... tut... tut....


Telepon sudah terputus,


Vela pun dengan risau memcoba memesan jasa ojek online dari aplikasi di ponselnya.

__ADS_1


Tinnn...


Sebuah moge merah berhenti di depannya, lalu sang pengendara dengan jaket jean biru donkernya menyapa gadis yang duduk di halte itu.


" Vela, lo kok gak pulang sih? " tanya laki laki itu, ya siapa lagi kalau bukan Derent Winanda Gunawan.


" Emm... Kakaknya Vela gak bisa jemput karena ada kelas tambahan, terus mama Vela lagi ada urusan di Bandung, sekarang Vela mau mesen ojok kok kak," ucap Vela yang masih terlihat cemas.


" Ohhh jadi gitu?" sahut Derent, membentuk bibirnya 0.


" I-iya kak, kalau kak Derent kok masih disini?" tanya Vela mulai penasaran.


" Lo gak tau ya kalau ada rapat Osis?" tanya Derent kembali, sambil menapilkan gigi berserinya yang tertata rapi.


" E-ng-ngak kak," sahut Vela sambil menunduk karena pastilah pipinya tengah merah seperti tomat karena menahan malu.


" Yuk ikut gua!" seru Deren mengajak Vela untuk ikut bersamanya.


" Ta-ta-tapi kak," ucap Vela bingung harus berbuat apa.


" Udah ikut aja, tuh ojol kan bisa dibatalin, kasian kalok lo nunggu lama," ucap Derent penuh perhatian.


Vela hanya bisa mengangguk lalu men- cancel ojol pesanannya, ia juga sedikit takut dengan Derent. Kemudian ia naik ke motor milik Derent tersebut.


" Btw rumah lo dimana?" tanya Derent sambil melihat wajah Vela dari spion motornya.


" Di jalan kutilang kak, masuk ke perumahan ijo gading, rumah no 10," sahut Vela memberi alamat detail rumahnya.


" Oke deh,  pengangan yang erat ya, gua mau ngebut!" teriak Derent sambil melajukan motornya, dengan cepat Vela memegang pinggang lelaki tanpam bernama Derent itu.


Vela tidak mau terhempas di bawa angin mengingat tubuhnya yang tak berisi itu. Sebenarnya Derent hanya bercanda bahwa ia akan ngebut, tapi namanya juga nyari kesempatan dalam kesempitan.


Dasar Derent, bisa ditiru ya buat yang pdkt;)



...Stop dulu skip skip nya tolong sisakan tanda jejak bintangnya dong:) 1 bintang buat cerita ini buat author jadi bahagia;)...

__ADS_1


...Thankyou -...


__ADS_2