
Vela yang ketakutan pun hanya bisa pasrah, kini telapak tangan dan kaki Vela pun mulai basah. Motor Derent kemudian melaju dengan kecepatan sedang.
Dalam perjalanan Vela berpikir seperti apa nanti reaksi para siswa yang melihat mereka berdua saat samapi di sekolah.
WADUH! gumamnya.
[cuplikan]
***
Di sekolah
" Vela, lo turun disini ya, gue mau parkir motor dulu! " setelah berkata demikian Derent meninggalkan Vela di halaman depan dan ia pun menuju parkiran sekolah.
Vela terdiam tak bergerak dari tempatnya.
" Eit bocah ngalangin jalan aja sih lo!" bentak si Princes Clara.
" Minggir, minggir!" lalu Clara mendorong Vela, dan kemudian ia berjalan masuk dengan lenggak lenggoknya, dan sama sekali tak mempedulikan Vela. Vela hanya terdiam.
Beberapa menit kemudian Darent datang.
" Hei, kok ngelamun?" tanya Derent, yang mampu memecah lamunan Vela.
" Enggak kak," jawab Vela cepat.
" Yuk buruan jalan nanti belnya keburu bunyi dih," lanjut Derent. Kemudian mereka berdua berjalan berdampingan.
Sampai di tengah lapangan basket, mereka berpisah. Vela berjalan ke sebelah kiri dan Derent berjalan ke sebelah kanan lapangan.
" AAAAOOOO!"
Semua yang ada disana kompak melihat ke sumber teriakan.
" VELAAA! " teriak Derent.
***
__ADS_1
Dimata Vela terlihat ruangan bernuansa putih dengan banyak gorden pembatas, tercium jelas bau alkohol dan obat obatan.
" Emm, Vela dimana?" tanya gadis yang sudah tersadar itu.
" Eh tenang lo lagi di UKS," sahut Derent pelan.
Vela mulai mengingat apa yang terjadi tadi kepadanya, sebuah bola basket tepat mendarat di kepalanya yang membuat pandangannya menjadi kabur seketika.
Tapi yang Vela herani sekarang kenapa ada dua laki laki disini, yang satunya Derent dan yang lagi satu siapa?
" Hemm Vela lo udah mendingan kan?" tanya laki laki di samping Derent itu.
" Udah kak," sahut Vela dengan menampilkan sedikit senyuman.
"Hehehe maafin gue ya. Tadi nggak sengaja, gue ngelempar bola basket ke kepala lo, habisnya lo lewat nggak bilang bilang sih," cengir laki laki itu serasa ia tak memiliki kesalahan apa pun.Vela pun hanya mengganguk.
" Diem lo monyet! bacot amat jadi orang," seru Derent sedikit kesal dengan laki laki bernama lengkap Koko Dwinata sahabatnya ini.
" Apaan sih sewot, btw kenalin nama gue Koko Dwinata 1 kelas sama Derent dan gue jago basket, " seru Koko dengan bangga.
" Yang nanya siapa ya?" ejek Derent.
" Btw kalian kapan jadiannya? Kok gue nggak tau sih?" tanya Koko asal saja.
Sontak Derent dan Vela terdiam kaku mendengar perkataan Koko. Apakah mereka terlihat seperti sedang berpacaran? Mengingat prilaku Derent yang begitu perhatian kepada Vela?
" Lah kok pada diem? Eh? " cengirnya sambil menggaruk pelipisnya yang tak gatal.
" Heii! Vela kamu gak apa apa kan? " suara Sifa memecah kecanggungan yang melanda mereka.
" Nggak kok," sahut Vela dengan senyumnya itu, ia memang sosok polos yang ramah senyum.
" Maaf aku baru jenguk kamu soalnya tadi yang ngasi pengumuman di lapangan Pak Handoko, panjang lebar deh jadinya pengumannya," oceh Sifa yang sepertinya sedang kesal.
Yang lainnya hanya mendengar dan tak mengubris ocehan gadis berkaca mata itu.
" Hei kenalin nam-... " sebelum Koko selesai bicara Sifa tiba tiba Sifa nyerobot tanpa minta izin terlebih dahulu.
" Namamu Koko Dwinata semua orang juga udah tau kalo kamu pemain basket kan?" seru Sifa dengan alis dinaik turunkan.
__ADS_1
" Wow...gak nyangka gua terkenal, omg hebat banget," kagum Koko kepada dirinya sendiri.
" Nggak usah lebay kalik!" sahut Derent dengan sewetnya.
" Suka suka gue dong !" jawab Koko tak kalah sewet.
" Kenalin aku Sifa kelas 11 Mipa1, aku anak yang baik dan sopan," celetuk Sifa dengan kekonyolannya itu, siapa cobak yang nanya nama dia?
Melihat gadis berkacamata ini Vela dan Derent hanya menganga, tapi Koko dibuat seolah takjub dengan prilaku Sifa yang menurutnya sangat cool.
" Sepertinya aku akan mencintai mu upss," kata Koko tak sadar sambil menutup mulutnya dengan tangan, lalu kemudian lari keluar UKS, sepertinya dia mulai salting.
" Lah kenapa Koko?" tanya Sifa, mendengar pertanyaan temannya itu Vela pun tertawa lepas melihat tingkah temannya.
Derent yang mengamati Vela tertawa manis, merasa jantungnya tengah berdegup kencang dan napasnya tersengal senggal. Kenapa dengan Derent? Apa dia sakit? Ada yang tau kah?
Krik krik krik....
Hanya Derent yang tau.
" Eh kamu udah baikan nampaknya, marilah kita pergi kembali ke kelas yang sumpek itu," ajak Sifa kepada Vela.
" Emm iya deh," sahut Vela.
" Wahai kakak Derent yang ganteng, kami ini akan balik kembali ke kelas kami itu, permisi good bye good morning dan good luck," celoteh Sifa yang mampu membuat Derent tak bisa berkata kata dan hanya melontarkan sedikit senyuman kepada Vela.
Vela pun membalasnya dengan senyum manisnya.
Dalam benak Derent " Temen Vela itu manusia apa google translite sih? "
" ANEH! "
Kemudian Derent menggelengkan kepalanya lalu pergi menuju ke kelasnya.
...Gimana nih cerita author hari ini?...
...Udah bagus belum? Kalian suka nggak?...
...Suka dong ya wkwkwkwk....
__ADS_1
...Jangan lupa ya tinggal kan baku hantam di kolom komentar dan kasi author satu bintang. Oke?...