KAKAK TAMPANKU

KAKAK TAMPANKU
Episode 1


__ADS_3

Di sebuah rumah yang sederhana, tampak seorang gadis polos berambut panjang nan cantik bernama Sarah, iya mendengar suara ketukan pintu berkali-kali, kemudian gadis itu melangkahkan kakinya membuka pintu rumahnya.


crack .. suara pintu rumah. seketika saja dua orang pria tampan itu terpanah. asisten Rei terpanah akan kecantikan gadis di hadapannya itu, begitu pula dengan tuannya tuan Aiden Jarvis.


"apakah dia akan menjadi adikku ??? sepertinya dia sangat polos, dia tampak manis dan juga cantik. batin Aiden


ehem ehem suara deheman Aiden seketika membuyarkan lamunan asisten Rei, oh iya apa benar ini rumah Nona Sarah tanya asisten Rei


" iya benar, ada apa ya ? suara lembut Sarah. apakah Nona Sarah mengenal nyonya Freya


" oh nyonya Freya, iya saya mengenalnya dia Ibu angkat saya, jawab Sarah.


" Ibu angkat ??? tanya tuan aiden


" iya betul ibu angkat saya tapi saya sudah menganggapnya sebagai ibu kandung saya sendiri. mengapa tuan-tuan ini menanyakan Ibu saya ? apa ada sesuatu yang terjadi dengan Ibu saya soalnya sudah 3 hari dia tak memberi kabar, aku sangat kuatir kepadanya. Aiden dan asisten Rey saling berpandangan.


" apakah Nona tidak tahu kalau nyonya Freya sudah meninggal 3 hari yang lalu."


" apaaaa ? meninggal ? tiba-tiba saja Sarah jatuh terduduk lemas, nggak mungkin Tuan pasti Tuan bohong kan, iya kan ? suara getir Sarah.


" Maaf Nona tapi itu memang benar ucap asisten Rei."


"nggak mungkin tuan" Sarah menangis terseduh-seduh hingga ia tiba-tiba saja jatuh tak sadarkan diri.


" bagaimana ini Tuan, Nona Sarah sepertinya pingsan." yang tadinya Aiden hanya melihat saja nampak cukup kuatir juga melihatnya, kemudian ia menggendong Sarah membawanya ke dalam mobil untuk segera di bawah ke mansionnya, sepanjang perjalanan Aiden hanya memandangi wajah pucat Sarah, ia mengingat kata-kata ibunya yang di dalam surat itu bahwa dia harus menjaga Sarah dengan baik walaupun sebenarnya Aiden yang tidak begitu dekat dengan mamanya selalu saja bersikap dingin. akan tetapi dia juga sudah berjanji kepada mamanya agar menganggap Sarah seperti saudara sendiri.


Nampak mobil memasuki area Mansion, berhenti tepat didepak pintu Mansion, asisten Rey membukakan pintu mobil . Aiden memasuki mansionnya dengan langkah besar dan sangat cepat. aiden membawa Sarah ke kamarnya dan membaringkannya secara perlahan dan dipanggilnya dokter pribadi keluarga mereka.


" bagaimana kondisinya ? tanya Aiden

__ADS_1


" dia hanya syok saja Tuan, nanti juga dia baikan kalau sudah bangun berikan saja makanan yang cukup dan dia juga jangan terlalu banyak tekanan ucap dokter. aiden menghela nafasnya dengan berat berjalan menuju sofa rumahnya menyandarkan tubuh dan kepalanya berusaha mengingat kembali permintaan Mamanya itu.


*flashback on*


Deringan suara telepon Aiden.


" Tuan.. keadaan nyonya Freya bertambah buruk dia ingin anda menemuinya sekarang."


' apakah dia sudah mau mati ??? ucap dingin Aiden. asisten Rei tak menjawab pertanyaan tuannya itu


" baiklah aku mengerti, aku akan ke sana. aiden bersikap sangat ingin kepada mamanya, bagaimana tidak aiden menganggap bahwa Mamanya itu adalah seorang pembunuh, itu karena sewaktu kecil papah dan Mamanya selalu saja bertengkar hingga mengakibatkan perceraian keduanya. papanya yang sangat sedih dan terpukul mengendarai mobil dan berakhir dengan kecelakaan tragis dan nyawa papanya sudah tidak tertolong lagi, saat itulah Aiden mulai bersikap dingin kepada mamanya dan menganggap bahwa mamanya adalah seorang pembunuh.


Akhirnya aiden memasuki rumah sakit, tampak terdengar suara tangis dari orang yang berada di sisinya, sementara aiden melihat mamanya dari balik jendela kaca, ia melihat mamanya yang pucat dan penuh dengan banyak selang di hidungnya. asisten Rey mendekati Aiden


"maaf tuan , Nyonya sudah tidak bisa tertolong lagi." Aiden yang mendengarnya pun tak memberikan respon apapun. Aiden memasuki kamar mamanya menatap mamanya melihat ada secarik kertas di tangan Mamanya itu kemudian ia membuka yang isinya adalah..


*flashback off*


satu jam berlalu sepertinya Aiden sangat kuatir kepada Sarah, dia kembali berdiri sambil jalan mendekati Sarah.


"mengapa dia belum bangun juga? apakah dia sudah mati sambil menusuk-nusuk jari telunjuknya di pipi Sarah." Sarah menggeliat layaknya bayi. Aiden kaget kemudian menarik kembali tangannya.


Sarah perlahan-lahan membuka matanya dilihatnya seorang yang nampak samar-samar, hingga membuka matanya dengan sempurna " Tuan " ucap Sarah.


" ya " jawab seketika Aiden. Sarah melihat sekelilingnya nampak ruangan yang dilihat itu terlihat asing baginya.


"saya di mana ?"ucap sarah


" dimension saya "singkat aiden

__ADS_1


" kenapa saya ada di sini tuan? dengan nada yang masih bingung."


" saya membawamu ke sini karna kamu pingsan Nona."


"pingsan ??? berusaha mengingat kembali akhirnya sarah tersadar sepenuhnya, gimana keadaan Ibu saya tuan ? Tanya Sarah dengan lirihnya."


Aiden tak menjawabnya ia hanya diam saja, sarah yang mulai mengerti isyarat Aiden pun menitikkan air matanya.


"apakah ibu saya benar-benar sudah tidak ada lagi di dunia ini tuan?? tolong jawablah


Dan dilihatnya mata Sarah yang sudah berlinang air mata membasahi pipi mulusnya . tok tok tok .. suara ketukan pintu, yang ternyata asisten rumah tangganya tuan saya membawakan bubur untuk Nona ucap bi ima.


"ia masuklah bi" seru Aiden berjalan menghampiri Sarah yang dilihatnya matanya masih sembab karena barusan menangis. Nona makan dulu buburnya ini masih hangat ucap Bi Ima. Sarah hanya menatap Aiden dengan mata yang penuh harap agar Aiden menjawab pertanyaannya tadi. Aiden yang menyadari tatapan sarah, pada akhirnya mengatakan


"makanlah dulu baru aku akan menjawab semua pertanyaanmu. "


"baiklah" ucap lesu Sarah . Ia makan dengan lahapnya, Aiden hanya terus memandanginya terus-menerus.


" apakah kamu lapar Nona ??? tanya Aiden


" ya tadi saya belum sempat untuk makan tuan" Jawab Sarah dengan jujurnya


"Wah.. kamu wanita yang jujur nona."


" tidak ada untungnya aku berbohong padamu Tuan." segera menyelesaikan makanannya.


Kemudian sarah pun mendekati Aiden dan mendekap tangannya. Tuan tolong ceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada ibuku.


-BERSAMBUNG-

__ADS_1


__ADS_2