
"Mmm.. baiklah aku tidak mau ada kejadian kedua kalinya, lain kali tanpa seizin ku jangan biarkan Nona keluar ingat itu"
"baik.. kami mengerti tuan" ucap keduanya.
Terdengar suara telepon " Halo tuan ada perintah apa" ucap suara lelaki di ujung telepon
"Ikuti adik saya dan laporkan semuanya kepada saya ucap Aiden "
"Baik tuan" aiden keluar dari mansion menuju ke kantornya dia adalah presdir Andara group.
beberapa jam kemudian terdengar suara telepon Aiden bergetar
"Ya" singkat Aiden. "katakan laporanmu ucap Aiden"
"Baik tuan, Nona bersama teman-temannya di cafe Z"
"Apa yang dia lakukan ?" tanya Aiden
"Hanya mengobrol saja tuan ucap lelaki dibalik telepon itu"
"Baiklah teruskan pekerjaanmu" ucap tegas Aiden.
Sarah sudah selesai dengan aktivitasnya dia akhirnya kembali ke Mansion
"Aduh Nona.. kenapa lama sekali pulangnya ucap kuatir pelayan pribadinya itu.
"Banyak urusan tadi Mba, kenapa Mbak sepertinya panik gitu?"
"Nona jangan keluar lagi tanpa izin dari Tuan yah nona" ucap getir pelayan itu.
"Kenapa Mbak?"
"Tadi saya hampir dipecat Nona, Untung saja ada kepala pelayan yang menolongku."
"Kenapa bisa Mba, aku kan hanya keluar bersama teman-teman saja" tanya Sarah
"Pokoknya Nona harus izin dulu ya ,pinta pelayan itu memohon"
"Baiklah Mba, kayaknya Kak Aiden sangat menakutkan ya Mbak ?" yang hanya dibalas anggukan takut oleh pelayan itu.
"Baiklah Mba, maafkan aku ya nanti aku akan izin kalau mau keluar."
"Makasih Nona"
Aiden telah tiba, ia memasuki Mansion dan langsung ke ruang kerjanya ,tak lama setelah itu terdengar suara bunyi pesan masuk dari handphonenya.
"sayang kamu di mana ?aku rindu kamu" isi pesan Siska
__ADS_1
"Datanglah ke Mansion balas singkat Aiden"
Siska adalah seorang wanita yang sangat dimanjakan oleh Aiden dia tidak pernah berhubungan dengan lelaki manapun selain Aiden tapi dia bukanlah kekasih Aiden ini lebih bisa disebut seperti wanita cantik pemuas nafsu yang penurut, yah kurang lebih seperti itulah hubungan mereka berdua.
Apapun keinginan Siska pasti dipenuhi, sekalipun yang diinginkannya sangat sulit, Aiden pasti memenuhinya walaupun banyak juga wanita-wanita yang sering bersama Aiden tapi mereka lebih menyukai wajah, harta dan juga status yang lebih tinggi yang dimiliki Oleh Aiden dan mereka masih suka berhubungan dengan lelaki lainnya, beda halnya dengan Siska, ia adalah wanita yang tidak pernah menentang perkataan Aiden, itulah alasannya ia menyukainya dan memanjakannya.
Kemudian Siska datang Dan disambut oleh beberapa pelayan yang sudah terbiasa dengan kedatangannya.
"Selamat datang Nona Siska" ucap serentak pelayanan itu. yang hanya di jawab oleh anggukan saja oleh Siska. Kini ia menaiki anak tangga menuju lantai atas memasuki Mansion dan tiba-tiba saja terhenti, melihat seorang wanita yang sedang menerima telepon sambil mengobrol dan tertawa kecil.
"Siapa wanita itu? apa dia salah satu perempuan Aiden lagi ? batin Siska.
"Hai.. sapa Siska, seketika Sarah berbalik menatap bingung wanita di hadapannya itu segera mengakhiri teleponnya."
"Nona siapa?" tanya Sarah bingung.
"Saya yang seharusnya tanya, saya baru melihat Nona di rumah ini apakah Nona adalah salah satu kekasih Aiden lagi" ucap Siska.
"Kekasih ??? bingung Sara. apakah kakak saya memiliki kekasih Tanya Sarah, Siska tersentak kaget.
"Kakak??? batin Siska. "maksud kamu Aiden adalah kakak kamu?"
"Ya benar sekali Nona jawab Sarah"
Syok Siska "Maafkan saya Nona saya belum mengetahui kalau tuan Aiden mempunyai seorang adik yang cantik seperti Nona ucap Siska, Sarah yang mendengarnya pun hanya tersenyum saja.
"Iya Nona" jawab Siska
"Kamu kekasih kak Aiden? tanya penasaran Sarah"
Siska terdiam "bisa dibilang begitu Nona jawab Siska terbata-bata"
"Oh baiklah, kak Aiden ada di ruangan kerjanya pergilah ucap Sarah."
"Baik nona"
Siska Sepanjangan perjalanan ke ruang kerja Aiden masih terus memikirkan Sarah, sejak kapan Aiden punya seorang adik ? apakah aku melewatkan sesuatu batin Siska, Setibanya ia di ruang kerja Aiden, Ia berlari menghambur memeluk Aiden dan Auden hanya terdiam saja saat dipeluk oleh Siska.
" Argh .. Aku penasaran kepada wanita tadi, kalau aku bertanya kepada Aiden ,apakah dia akan marah batin Siska. Apa yang harus kulakukan ,aku sanga resah kepada wanita cantik itu."
"sayang bolehkah aku menanyakan sesuatu padamu?"
Aiden tak menjawab pertanyaan Siska
"Aku bertemu nona cantik di ruangan tengah namanya Sarah kalau boleh tahu dia itu siapa Tanya Siska pelan namun dia sedikit takut."
Brukk.. tiba-tiba saja suara bantingan dokumen di atas meja kerja Aiden.
__ADS_1
"Apakah selama ini aku terlalu memanjakanmu bentak Aiden"
Siska nampak panik yang tadinya dia duduk di atas pangkuan Aiden, kini ia telah berdiri gemetaran karena rasa takut atas kemarahan Aiden.
"Ma..Maafkan aku sayang, maafkan pertanyaanku yang lancang sambil menundukkan kepalanya"
"Aku baik padamu, aku menyayangimu tapi sepertinya kau sudah tak mengharapkannya lagi benar begitu geram Aiden"
"Bukan begitu sayang, please ..maafkan aku, aku janji ini yang pertama dan terakhir kalinya ucap Siska sambil duduk bersimpuh di lantai dan memegang tangan Aiden
Aiden menghempaskan tangan Siska, "apa kau pernah melihat aku memberikan kesempatan kepada seorang wanita, aku kira kau tahu aturannya." Aiden berdiri kemudian meninggalkan ruang kerjanya dan Siska yang masih bersimpuh lemes tak berdaya.
Deggg... hati Siska seolah terkena bom atom yang dahsyat yang kini hancur berkeping-keping karena satu pertanyaan darinya, dia menyadari bahwa sebelum menjadi wanita Aiden, dia sudah menyatui berbagai persyaratan yang Aiden ajukan, termasuk berjanji takkan bertanya apapun meski dia begitu penasaran terhadap kehidupan pribadi Aiden.
Kini dia menyesal dia telah melanggar kesepakatan itu yang hanya karena penasaran semata, wajah Siska terlihat nampak menyesal.
pelayan.. teriak Aiden dengan nada yang cukup tinggi. Aiden memanggil pelayan mansionnya itu
"Kemana Sarah tanya Aiden ke salah satu pelayannya itu."
"Nona Sarah ada di taman belakang tuan jawab terbata bata pelayan itu."
"Apa yang dia lakukan tanya Aiden yang masih dengan nada tingginya"
"Dia sedang menanam bunga tuan"
Aiden meninggalkan pelayan itu, melangkahkan kakinya menuju taman belakang. dilihatnya dari kejauhan Sarah yang sedang asyik dengan apa yang dia lakukan. di kejauhan itu dia memandangi Sarah dengan intensinya, terus memandangi Sarah
" Apa dia selalu secantik itu? padahal dia hanya menanam bunga, mengapa aku sangat nyaman hanya dengan memenangi wajahnya batin Aiden"
tiba-tiba saja..
"Kau menyukai mawar putih ucap Aiden"
"Eh kakak, ngapain kakak ke sini ucap Sarah"
"Apa aku tidak boleh berada di taman rumahku sendiri hehehe"
"Bukan begitu Kak, maafkan aku ucap Sarah sambil tersenyum"
"Apa kamu menyukai bunga? maksudnya apa yang kamu suka dari mawar putih itu? bukannya mawar merah jauh lebih cantik" ucap Aiden
" Iya aku menyukainya dan aku hanya menyukai mawar putih hehehe sambil tersenyum Aiden memandangi wajah Sarah yang tersenyum."
deg.. "Ada apa denganku kenapa jantungku berdegup kencang sepertinya ada yang salah dengan diriku, ya betul pasti ada yang salah tapi yang tak bisa kupungkiri adalah dia memang sangat cantik bila dia sedang tersenyum seperti itu batin Aiden"
"Kak bolehkah aku kerja? aku bosan di rumah terus tanya Sarah." pertanyaan Sarah membubarkan lamunan Aiden.
__ADS_1
-BERSAMBUNG-