KAKAK TAMPANKU

KAKAK TAMPANKU
Episode 7


__ADS_3

Siska mencium Aiden namun Siska hanya bekerja seorang diri, Aiden tidak menolak ciumannya tapi dia juga tidak membalas ciumannya.


Siska merasa bahwa Aiden tidak seperti dulu lagi, ia merasakan bahwa perubahan dari dirinya, biasanya Aiden selalu membalas ciuman Siska tapi kali ini tidak sama Skali, Siska menghentikan ciumannya.


"maafkan aku"


"harus berapa kali kamu minta maaf, aku sudah bosan dengan permintaan maafmu ucap Aiden."


"bagaimana aku tidak meminta maaf, aku merasa kau telah membuang ku. Aiden tak mengeluarkan sepatah katapun ataupun untuk menjawab pertanyaan Siska, keadaan nampak hening."


"keluarlah Aku sedang sibuk, Aku tak ingin membicarakan hal yang tidak penting ucap Aiden dengan dinginnya."


Siska menyeka air matanya kemudian pergi meninggalkan Aiden seorang diri.


Asisten Rey yang berjaga depan pintu pun kaget melihat Siska keluar dengan air mata yang terus mengalir.


"bukankah Tuan selalu memanjakannya ?mengapa dia menangis seperti itu batin asisten Rey."


"Asisten Rey... " teriak Aiden.


"Iya Tuan"


"Belikan pakaian dan perhiasan keluaran terbaru dan kirim ke rumah Siska, jika dia marah dan membuangnya katakan saja sesuatu yang bisa membuatnya diam."


"baik tuan"


ting tong.. suara berpintu


"Asisten Rei .." ucap siska


"maaf mengganggu Nona, saya ke sini atas perintah Tuan, kemudian beberapa orang memasukkan semua pakaian dan aksesoris ke dalam rumah Siska"


"ada apa ini Siska heran nampak banyak sekali aiden memberikannya pakaian dan aksesoris."


"apa ini adalah imbalan saya selama ini ucap lirih Siska" asisten Rey hanya terdiam.


"saya hanya menuruti perintah dari Tuan Nona, silakan tanyakan ke Tuan saja"


siska kemudian mengambil semua pakaian yang sudah dimasukkan tadi dan membuangnya ke depan pintu.


"apa yang anda lakukan ucap asisten Rei tak habis pikir dengan kelakuan Nona Siska"


"aku tak butuh semuanya" kata siska

__ADS_1


"Nona.. ini adalah pakaian edisi musim ini mengapa Nona membuangnya begitu saja tanya asisten Rey, biar bagaimanapun ini adalah Kesungguhan Tuan.


"katakan saja kepada tuanmu itu bahwa aku tak membutuhkan semua ini"


"sampai saat ini aku masih heran mengapa Tuan selalu memanjakannya, dia membuang semuanya, apakah dia tidak menghargai sesuatu yang diberikan oleh Tuan batin asisten Rey.


"Nona sangat aneh mungkinkah Tuan marah jika Nona tidak membuat kesalahan? Sebagai saran saja nona, seharusnya nona bisa mengerti apapun yang di lakukan oleh Tuan, Karna ia sudah memikirkan nya secara matang."


siska terdiam. "yah dia benar, aku memang membuat kesalahan batin Siska"


"pulanglah Aku capek"


"baiklah Nona, Aku akan memberi laporan Bahwa Nona sangat menyukai hadiahnya kemudian asisten Rey pergi meninggalkan rumah Siska."


tepat pukul 08.00 pagi. Aiden menyuruh pelayannya untuk membangunkan Sarah agar segera bersiap-siap ke kantor.


tok tok tok.." Nona sarah.. panggil pelayan dibalik pintu."


Sarah membuka matanya " iya Aku akan segera bangun teriak sarah"


Akhirnya sarah bangunan tidur yang kemudian mandi dan berpakaian layaknya orang kantoran kemudian ia menuju meja makan untuk makan bersama kakaknya yaitu Aiden.


"Hari ini kamu masuk kantor ucap Aiden"


"keperluan kamu sudah disiapkan oleh asisten Rey "


"baik lah kak"


Sarah dan Aiden menyelesaikan makanannya kemudian menuju ke kantor, setibanya di depan perusahaan.


"kakak masuk duluan saja, biar aku lewat belakang saja" ucap Sarah.


"kenapa?" heran Aiden


"Hanya tidak mau saja" ucap sarah.


"apakah hanya itu alasanmu?"


"sebenarnya aku nggak mau dilihat sama karyawan kakak, kalau kita turunnya di mobil yang sama, aku nggak mau diperlakukan dengan istimewa di sini."


Memijit pelipisnya "Hmmm.. Baiklah kalau itu mau kamu, Sarah diperkenalkan oleh manajer atas perintah Tuan Aiden. para karyawan menyambut Sarah dan saling memperkenalkan diri mereka masing-masing, akhirnya Sarah bisa bekerja dengan nyaman.


Tiba tiba saja ruangan menjadi ribut, "Wah dia ganteng banget dan wanita yang di sampingnya juga cantik sih."

__ADS_1


"sarah kamu lihat deh di surat kabar dan majalah semuanya penuh dengan wajah tampan presdir kita, tampan banget kan?"


"tapi siapa wanita ini pasti dia sengaja ngedekatin idolaku, heh .. seandainya saja aku jadi pacarnya, hehehe ucap salah satu karyawan itu."


sarah hanya tersenyum melihat para rekan kerjanya yang mengidolakan kakaknya itu nampaknya tidak ada ya mengetahui bahwasanya dia adalah adik dari presdir mereka.


sarah memang orangnya cepat bergaul dengan rekan kerjanya, akan tetapi ada juga beberapa orang yang sangat jengkel dengannya, Yah tentu saja karena Sarah adalah wanita yang sangat cantik dan selalu sopan dalam tutur katanya karena itu beberapa karyawan laki-laki pasti mencoba mendekatinya, itulah yang membuat wanita-wanita lainnya begitu iri.


Karena ada beberapa karyawan baru, akhirnya para karyawan lainnya memutuskan untuk makan dan minum minum bersama.


setelah pulang kerja para senior dan karyawan baru akhirnya menuju ke salah satu restoran untuk makan minum bersama.


berbagai macam-macam makanan dihidangkan tak lupa juga minuman beralkohol rendah sampai tinggi.


"sarah ayo minum" ucap salah satu senior.


"maaf aku nggak minum" ucap sarah.


"sarah kali ini saja, itu tanda bahwa kamu menghargai kami sebagai seniormu ayolah segelas saja"


Sarah sedikit berpikir.." Baiklah " Sarah meminumnya akan tetapi bukan segelas karena teman-teman yang lain ikut menyodorkan gelasnya masing-masing untuk diminum oleh Sarah hingga akhirnya sarah pun mabuk begitu juga dengan yang lainnya.


akhirnya Sarah dan beberapa teman sekantornya ambruk karena Mabuk.


suara telepon tertulis "Kakak"


"sarah bangun.. telepon kamu bunyi tuh ucap salah satu teman yang setengah mabuk namun sudah tak lekas bangun lagi, akhirnya dia mencoba mengangkatnya."


"Halo.. ini kakaknya Sarah ya ? sarah nya sudah tidur, datang jemput saja di restoran x tut bunyi telepon wanita itu mati."


Aiden nampak cemas tapi juga marah dengan keadaan Sarah yang mabuk itu, ia mengendarai mobilnya sendiri tanpa supirnya dengan kecepatan penuh dan amarah yang memuncak.


setiba di restoran ia menjadi pusat perhatian karena dia sungguh mengeluarkan aura kemarahannya tapi juga tetap Tampan, para gadis pun yang ada di restoran itu seketika terpanah. para wanita-wanita itu saling berbisik memujanya dan ada juga beberapa orang yang cukup mengenalnya dan sangat beruntung bisa melihat Presdir di depannya dengan jarak yang sedekat itu.


ia mencari ruangan Sarah dan akhirnya menemukannya dalam keadaan tidur di pundak salah satu teman cowok sekantornya.


"dasar wanita ini dia tidak pintar menjaga dirinya batin Aiden"


Aiden pun langsung mengangkat Sarah keluar dari restoran itu dan memasukkannya ke dalam mobil mengendarai mobilnya menuju mansion mereka.


setiba yang dimansion Aiden menggendong Sarah menuju kamar dan membaringkan sarah ke tempat tidurnya, ketika Aiden menyelimuti tubuh Sarah seketika Sarah membuka matanya dan memanggil " lelaki tampan hehehe.. "ucap Sarah yang masih mabuk.


"sepertinya dia minumnya sangat banyak batin aiden."

__ADS_1


-BERSAMBUNG-


__ADS_2