
" Kalau saya nungguin kamu jalan seperti bebek itu, kapan kita bisa sampai ke mobil Nona Sarah. Aiden menekankan setiap ucapannya."
" jangan gaduh, bersikap baiklah aku sangat lelah sarah yang mendengar perkataan kakaknya hanya diam saja.'
" Tapi aku bisa jalan kok ucap Sarah yang kemudian Aiden hanya menetap kesal Sarah, baiklah baiklah.. aku akan menurut. pasrah Sarah
" Tapi aku ingin pulang ke rumah aku Kak, ucap Sarah."
" nggak usah !!! tinggal saja di mansion saya, di sana luas tidak seperti rumahmu."
" lagi-lagi kakak menghina rumahku, kesal Sarah.
Hmmm... haruskah aku tinggal di mansion kakak, tapi aku nggak mau tinggal bersama kakak, dia selalu saja mengejekku batin Sarah.
"apa yang kau pikirkan di otak bodohmu itu tanya Aiden."
Sarah melirik Aidan dengan tajamnya terlihat jelas Sarah sangat kesal terhadap kakaknya itu.
" pokoknya aku mau pulang ke rumah. tegas Sarah yang masih digendong oleh kakaknya itu menuju mobil
" tidak " tegas Aiden.
setibanya di mobil Aiden menurunkan sarah perlahan-lahan di dalam mobil.
" tapi pakaian aku masih di rumah Kak, alasan Sarah
" Semua yang kamu butuhkan sudah ada di mansion, sudah disediakan oleh asisten Rei."
" wah.. kapan belinya Dunia orang kaya memang sudah tebak." batin Sarah
"tapi aku tidak nyaman tinggal di tempat baru kak" ujar Sarah
"intinya sih aku nggak mau saja"
Bisa nggak sih jangan paksa aku tinggal, harus dengan alasan apalagi sih supya kakak gak nyuruh aku tinggal bersamanya, batin Sarah.
"Nanti juga kamu terbiasa" ucap Aiden.
Sarah sudah tak punya jawaban lagi, dia sepertinya sudah menyerah, senjata yang dimilikinya pun sudah habis terpakai.
" Tapi ..? ucap Sarah
Aiden yang melihatnya pun sudah dengan tatapan kesal
" tidak ada tapi-tapian "
Mobil telah terparkir di halaman Mansion, tepatnya depan pintu Mansion utama, Aiden turun dari mobil dan kembali mengangkat Sarah.
Sarah hanya pasrah saja, dan para pegawai dimansion itu menyambut tuan mudanya itu berbaris dengan rapinya.
"Selamat datang tuan muda ucap puluhan pelayan mansion itu, yang hanya dijawab anggukan saja oleh Aiden. Sarah yang melihatnya pun kaget dia baru sadar betapa banyaknya orang yang bekerja di mansion kakaknya ini.
__ADS_1
" Wah.. banyak juga yang bekerja di mansion ini, mengapa pas pertama kali datang aku tidak melihatnya dengan jelas yah. hmmm.. pantas saja sih karena mansion ini kan juga benar-benar besar." batin Sarah
" Kenapa ? kamu heran tanya Aiden"
" biasa aja sih cuek Sarah
Aidenn hanya tersenyum saja melihat tingkah Sarah
" tuan kamarnya sudah siap ucap salah satu pelayan itu."
" baik jawab Aiden berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Sarah. Sarah takjub melihat seluruh isi kamar yang nampak mewah dan cantik itu, Aiden menurunkan Sarah di tempat tidur. mandilah lalu istirahat nanti kukirimkan pelayan pribadimu ke sini, kamu tinggal katakan saja kepadanya apa saja yang kamu inginkan.
" baik kak "
Aiden kembali ke kamarnya untuk beristirahat, para pelayan yang diutus Aiden pun mengetuk-ngetok pintu kamar Sarah.
tok tok tok.. Nona Sarah kami adalah pelayan pribadi nona apakah kami boleh masuk?" ucap salah satu pelayan itu
" Ya masuklah " ketika para pelayan itu memasuki kamar, sarah tiba-tiba saja terkejut heran karena pelayan yang diutus kakaknya itu adalah berjumlah 8 orang ."
" kenapa banyak sekali saya hanya butuh satu orang saja ucap Sarah."
" tapi nona kami sudah diutus oleh tuan muda dan kami harus mematuhi aturan ucap para pelayan itu."
"baiklah besok baru aku bicara lagi dengan kakak ucap Sara
" Silahkan berikan perintah Nona ucap seluruh pelayan itu"
" baiklah !!! tolong bawakan aku makanan dan siapkan air mandi serta pakaianku juga ucap Sarah terbata-bata karena tidak terbiasa."
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 07.30, Sarah bangun dari rebahannya dan melihat sekeliling kamarnya membuka lemari-lemari yang berjajar di kamarnya itu, ia melihat banyak gaun yang cantik dan mewah.
" Wah, gaun ini cantik sekali ucap Sarah" ia masih melihat-lihat gaun dan semua aksesoris yang sudah disiapkan untuknya itu. Sarah takjub melihat dekorasi kamar yang begitu mewah.
" tok tok tok .. membuyarkan kekaguman Sarah,
" Ya masuklah .. ucap Sarah .
" sudah waktunya makan malam Nona ucap pelayan itu."
" baiklah Mbak saya akan segera turun" Sarah menuruni anak tangga menuju ruang makan, para pelayan sibuk menyiapkan makan malam ketika melihat meja makan yang penuh dengan makanan sarapan takjub sampai sampai matanya tidak berkedip sedikitpun.
" Banyak banget makanan ini, pasti akan banyak orang yang makan batin Sarah." Sara sudah duduk di meja makan kemudian disusul oleh Aiden.
" Selamat malam Kak, ucap Sarah." yang hanya dijawab " Hmm " oleh Aiden
Aiden sudah mulai memakan makanannya, akan tetapi Sarah masih terdiam sambil melihat sekeliling nya, matanya mengitari seluruh ruangan.
" Makanlah ucap Aiden"
" apakah kita hanya akan makan berdua Kak apakah kita tidak memiliki tamu atau semacamnya ? Aiden mengerutkan alisnya.
__ADS_1
" tamu ??? kita hanya akan makan berdua mengapa kau berpikir kita memiliki tamu."
" ini kan makanannya banyak sekali, makanya aku kira kita memiliki tamu."
" tidak.. makan lah ucap Aiden."
" baik ucap Sarah Sarah" Kemudian mereka melangsungkan makan malamnya tanpa berbicara sedikitpun.
Ke esokan harinya Sarah bangun pagi-pagi sekali karena dia sudah ada janji bersama teman-temannya untuk meninjau lokasi pembuatan Cafe milik salah satu temannya
" Nona Sarah mau ke mana ??? mengapa Nona berpakaian sangat cantik hari ini ucap salah satu pelayan pribadinya"
" oh iya saya ada janji pergi bersama teman-teman saya ucap sarah "
" tapi nona harus izin dulu kepada tuan Aiden ucap pelayan itu "
Kalau aku izin, aku yakin dia nggak nggak bakalan izinin aku deh batin Sarah. "Nanti aja izinnya saya sangat buru-buru, mbak aja yang bantu izinin saya ya ucap Sarah."
" tapi Nona.. maaf saya tidak bisa, Nona harus meminta izin dulu kepadaTuan Aiden" tegas pelayanan nya itu
Hmmm.. ribet banget sih mau pergi aja harus izin ke dia dulu batin Sarah
Sarah tidak memperdulikan pelayan itu. " Mbak tenang saja nanti aku yang tanggung jawab kalau kakak marah ya aku buru-buru sekali ucap Sarah ,sambil berlarian."
" tapi nona.. perkataannya terjeda akan tetapi Sarah tak memperdulikan kata-kata pelayan itu."
Disisi lainnya
" Selamat pagi Tuan ucap para pelayan"
" Pagi !!! singkat Aiden, Sarah di mana ? mengapa aku belum melihatnya sejak pagi tadi, bangunkan dia untuk sarapan pagi, akan tetapi para pelayan itu tidak bergeming sedikitpun. Aiden yang melihatnya pun kembali Bertanya kepada kepala pelayan."
"Kemana Sarah ? tanya aiden
" Maaf tuan Nona Sarah sedang keluar sejak pagi sekali, dia pergi menemui teman-temannya tuan, ucap ragu kepala pelayan itu."
Mendengar perkataan pelayan itu, Raut wajah Aiden nampak suram.
" Siapa yang mengizinkan dia keluar ? ucap Aiden dengan nada mulai sedikit meninggi."
" Maaf Tuan, saya yang bertanggung jawab atas nona Sarah, tadi Nona Sarah sedikit memaksa makanya saya mengizinkan dia keluar ucap pelayan pribadi Sarah."
" Punya hak apa kamu mengizinkan dia keluar ? bentak Aiden"
" Maafkan saya Tuan, pelayan wanita itu duduk tersungkur lemas."
" Maaf Tuan saya menyela pembicaraan anda ,dia adalah pelayan baru yang ditugaskan menjadi pelayan pribadi Nona Sarah, dia masih belum sepenuhnya paham peraturan di Mansion ini, ucap kepala pelayan itu." Aiden mengerutkan alisnya kemudian " jangan sampai terulang kembali"
" Baik Tuan" Ucap serentak para pelayan itu.
-BERSAMBUNG-
__ADS_1