KAKAK TAMPANKU

KAKAK TAMPANKU
Episode 2


__ADS_3

Awalnya Aiden sempat ragu tapi akhirnya dia mengatakannya juga


" Nona.. ibu yang kamu maksud adalah ibuku, dia baru saja meninggal beberapa hari yang lalu, dia meninggalkan selembar kertas untukmu yang isinya aku harus menemukanmu dan merawatmu sebagai saudaramu sendiri.


Sara yang mendengarnya pun kembali meneteskan air matanya dan menangis tersedu-sedu


" Mengapa kau menangis lagi nona??? apa wanita selalu secengeng ini ucap Aiden


" Huhuhu.. Sarah kembali menangis dan menaikkan volume suaranya."


" Nona Sarah kenapa menangisnya malah tambah keras sih dan sarah yang mendengarnya pun kembali menangis tanpa henti."


" tapi kenapa tuan baik-baik saja itu kan Ibu tuan, seharusnya tuan terlihat sedih"


" apakah aku harus menunjukkan kepada semua orang bahwa aku sedih ? tidak Nona !!! Sarah pun terdiam sejenak kemudian menghapus air matanya.


" Di mana ibuku dimakamkan tuan, aku ingin melihatnya, antarkan aku ke sana, please ..


"Baiklah Nona asalkan Nona tidak menangis lagi, aku akan mengantarkanmu Dan tolong jangan menangis lagi itu bisa membuat pendengaranku rusak Nona ketus Aiden."


"Baiklah.. baiklah Tuan ucap pasrah Aiden dan Sarah segera berjalan menuju mobilnya yang dibukakannya pintu mobil oleh pak supir dan kemudian Sarah dan Aiden pun melaju menuju tempat yang dimaksud itu.


" pak antar kami ke pemakaman keluarga ucap Aiden."


" baik tuan ucap Pak supir itu ". sepanjang perjalanan Sarah hanya terdiam saja begitupun juga Aiden. tiba-tiba saja terdengar suara bunyi telepon Aiden melihat layar Handphone nya ternyata Siska.


"Halo sayang ?kamu di mana ? aku kangen nih ucap Siska."


" Di jalan, Ada apa singkat Aiden."


" apakah aku tidak boleh kangen padamu sayang ucap genit Siska."


" apa kau kekurangan uang lagi tanya Aiden."


" aku melihat tas yang sangat cantik, bolehkah aku membelinya ???"


" Ya , nanti aku transfer jawab singkat Aiden."


" Makasih sayang.. muuaach."


Aiden mematikan teleponnya kembali melihat Sarah


" mengapa kau menatapku terus Nona tanya aiden, aku hanya heran wajah Tuan sepertinya tidak asing deh, sepertinya aku pernah melihatnya tapi aku lupa, aku nggak tahu di mana ? Sarah mencoba mengingat-ingat kembali dan akhirnya ..

__ADS_1


" Oh iya aku mengingatnya tuan aku pernah lihat tuan di TV majalah juga pernah, wah.. ternyata Tuan sangat terkenal ya.


" Aku memang sangat terkenal " ucap bangga Aiden


" iya aku melihat tuan dengan banyak gadis dan suka bergonta-ganti, hahaha .. tawa Sara. Aiden pun menatap tajam Sarah. Hingga Sarah yang melihat sorot mata Aiden pun langsung tersenyum dengan manisnya hehehe maaf tuan.


Aiden masih menatap wajah Sarah yang masih tersenyum lebar dengan manisnya pipi yang tirus dan memerah, di mata yang bulat dengan bulu mata yang lentik dan bibir yang seksi.


" cewek ini cantik dan manis, senyumannya bisa membuat semua lelaki jatuh hati padanya. Untung sudah ku anggap dia sebagai Adik sendiri, kalau tidak aku sudah hmmmm... batin Aiden


" Jangan tersenyum seperti itu kepada semua lelaki Nona, tegas Aiden. Sarah pun terheran


" maksudnya apa ? tanya Sarah


" iya kalau kubilang jangan ya jangan, apakah semua wanita tampak cerewet sepertimu Nona kesal Aiden."


" Aku tidak cerewet tuan aku hanya bertanya saja,"


" Apakah wanita ini benar-benar terlalu polos, tidakkah dia menyadarinya bahwa dia itu cantik, lelaki mana yang tidak akan jatuh hati padanya ." batin Aiden


Sarah mengerucutkan bibirnya melihat Aiden


" kau tidak mendengarkanku ?"


" Aku dengar Tuan "


" tapi saya punya rumah tuan "


" nggak usah tinggal di rumah reot itu lagi "


" Apaaaa... ? kakak bilang rumah saya rumah reot ? rumahku layak dihuni tau, itukan ibuku yang memberikannya kepadaku."


" kenapa ibu memberikan kamu rumah reot ? aku curiga seperti ibuku tidak menyukaimu.


" Bukan aku yang minta tau, ibu yang memaksaku untuk menerimanya, tadinya Ibu membelikanku rumah yang cukup besar dan mewah tapi aku menolaknya karena aku nggak nyaman tinggal di rumah yang besar. buat apa aku punya rumah yang besar dan mewah tapi aku hanya tinggal sendiri."


Sejenak Aiden tersadar dan menganggukkan kepalanya " ya ya ya " alasannya cukup masuk akal ucap santai Aiden


" aku memang tak membohongimu Kak, Ucap sarah." mendengar kata kakak yang kluar dari mulut adiknya itu, Aiden nampak canggung.


" Kak !!!" selama ini tak ada yang memanggilku kakak sepertinya boleh juga. batin Aiden


Akhirnya mereka telah sampai juga di depan pemakaman keluarga. pak sopir membukakan pintu mobil Aiden kemudian membukakan pintu mobil Sarah, mereka keluar dari mobil bersama menuju makam Ibu mereka nampak Sarah sedikit berlari menuju makam ibunya.

__ADS_1


" Berhati-hatilah nanti kau bisa jatuh ucap cemas Aiden " akan tetapi sarah tak menghiraukannya.


terdengar isak tangis Sarah, Aiden hanya melihatnya dengan tatapan kasihan padahal seharusnya dia juga ikut bersedih karena biar bagaimanapun itu kan ibunya sendiri akan tetapi Aiden terdidik untuk menjadi seorang yang tegar dan sebelumnya juga dia tidak begitu akrab dengan ibunya jadi bisa dimaklumi kalau dia biasa-biasa saja dengan kepergian ibunya.


beberapa menit berlalu Sarah mengelap air matanya di pipinya matanya masih tampak sembab ketika Sarah hendak berdiri dan melangkahkan kakinya, tiba-tiba saja kakinya keram, Sarah hampir saja terjatuh tersungkur ke tanah akan tetapi Aiden dengan sigap menangkapnya.


" Kan sudah kubilang hati-hati Nona ucap aiden."


" maaf kak, tadi kaki saya keram jadi nggak seimbang jalannya." Aiden hanya terus menatap Sarah.


" apakah kamu begitu sedihnya? tanya aiden. seharusnya kan aku yang paling sedih kenapa malah Nona yang menangis tersedu-sedu begitu, membuatku heran saja ucap Aiden."


" tapi kelihatannya kakak tidak seperti orang yang bersedih.


" Mengapa saya harus menunjukkan nya padamu bahwa saya sedih, Semua sudah di takdirkan seperti itu."


" wah kakak memang lelaki yang hebat ucap Sarah."


" sudahlah lap air matamu, tuh ingus kamu berhamburan kemana-mana."


tiba-tiba saja sarah mengelap hidungnya tapi tak menemukan apa yang dikatakan kakaknya itu.


" kakak kau mengerjaiku ya ? kesal Sarah


" hahaha dasar gadis polos ucap Aiden."


" kakak sepertinya sangat pintar berbohong ya pasti kakak punya banyak pacar, kesel Sarah."


" wanita mana dia tergila-gila denganku ucap Aiden dengan bangganya sambil tersenyum."


" wah dari mana kakak mendapatkan keyakinan itu,?"


" nanti juga ke depannya kamu akan lihat sendiri apakah aku benar atau berbohong ucap Aiden"


" yah aku menantikannya Kak "


" ayo pulang aku butuh istirahat ucap Aiden." Sarah berjalan mengikuti langkah besar aiden akan tetapi karena kakinya terkilir sarah tertinggal cukup jauh."


" apa kau tidak bisa berjalan dengan cepat, kau jalan seperti bebek saja Nona,


" kakak selalu saja menghinaku, kaki aku tuh terkilirkah makanya aku jalannya lambat" kesal sarah


Akhirnya Aiden mengalah, menarik nafasnya dalam-dalam dan kembali menghampiri Sarah mengangkat Sarah dengan kedua tangannya

__ADS_1


"Aaaa... teriak Sarah, apa yang kakak lakukan?"


-BERSAMBUNG-


__ADS_2