
Andra baru tiba dari Singapura sehabis perjalanan bisnis, dia meminta Aiden untuk menemaninya minum sembari merayakan kepulangan nya. bukan hanya Aiden dan Andra saja yang ada di tempat itu tetapi bersama teman-teman yang lain juga, mereka adalah Dika Zidan dan vino.
tiba-tiba saja "aduh kok perut aku tiba-tiba mules sih ucap Andra."
"Dasar loh, kok bisa sih lo mules di tempat kayak gini ucap Dika."
"Yah mana gue tau, Andra melangkahkan kakinya dengan cepat meninggalkan teman-teman dan menuju toilet, ketika Andra sudah selesai dengan kegiatannya di toilet, ia melihat seorang wanita cantik yang ada di depan toilet, ia adalah Sarah yang sedang mengotak-atik hp-nya sembari tersenyum menatap layar handphone nya, mungkin dia Lagi chattingan dengan beberapa temannya sehingga dia tersenyum dengan begitu manisnya hingga membuat Andra menatapnya dengan kagum.
Manis dan cantik, Batin Andra
tiba-tiba saja Sarah menoleh ke arah Andra mata Andra dan Sarah saling bertemu. Sarah pun tersenyum
"ha..haii.. sapa Andra terbata-bata."
gila nih cewek cantik banget anggun pula, dia tipe gue banget. batin Andra
"Hai !!! sapa balik Sarah.
"Nona ngapain sendirian di depan toilet? tanya Andra."
"Oh saya tunggu teman jawab sarah"
"Oh gitu, mungkin ini sedikit lancang tapi bolehkah saya tau nama nona??? tanya Andra."
Sarah sedikit berpikir.
"kalau nggak mau juga nggak apa-apa kok. mungkin masih ada lain waktu. Andra sedikit kecewa"
Sembari tersenyum "nggak kok, boleh aja nama saya Sarah."
"nama yang cantik sama seperti orangnya hehehe goda Andra."
"makasih ya atas pujiannya, terus nama kamu siapa tanya sarah."
"oh ya hampir lupa namaku andra."
tiba-tiba saja, krekkk.. bunyi pintu toilet
"maaf ya Sar, kamu jadi nunggu lama."
"nggak apa-apa kok yuk jalan"
"maaf ya nggak bisa ngobrol lama aku harus pergi"
iya Nona silakan
aduh kok aku nggak minta nomor teleponnya tadi batin Andra
"andra kok nggak balik-balik ucap vino"
"kayaknya dia benar-benar sakit perut deh ucap zidane"
"tuh Dia, ucap dika"
"Kok lu lama banget sih ndra ke toiletnya ucap Zidan dan vino"
andra hanya tersenyum saja, "Ditanya kok malah senyum-senyum."
"eh.. pas aku ke toilet tadi aku ketemu wanita cantik, matanya itu loh indah banget kalau di tatap, kamu bakal jatuh cinta, apalagi pada saat dia tersenyum ya ampun hati aku seperti meleleh, Andra menggambarkan wanita itu sedetail mungkin."
namun ada yang nampak tidak peduli oleh perkataan Andra
__ADS_1
"kok kamu biasa aja sih bro dia itu betul-betul manis, dia tipe gua banget deh ucap Andra kepada Aiden.
"bukannya semua wanita cantik adalah tipemu
",Hehehe.. ini beda bro ini lebih manis dan enak dipandang kamu nggak bakalan bosan deh kalau kamu mandangin dia terus,Mala candu." Aiden nampak jelas tak peduli omongan andra.
"memangnya ya, kamu selalu aja dingin, kamu ini bisa membuat semua cewek-cewek pada membeku tahu nggak !!! ucap andra"
"memangnya kamu pernah lihat Aiden membekukan cewek. adanya cewek-cewek yang tergila-gila padanya ucap vino sambil tertawa."
"iya sih, bener juga ucap Andra"
"Oh kebetulan, itu dia !!!" ucap Andra
"sarah.. !!!" panggil Andra
Sarah dan Lina menoleh melihat sumber suara itu dan benar saja Sarah melihat seorang yang barusan dikenalnya tadi.
"sarah apa kamu mengenalnya tanya lina"
"oh itu dia yang tadi kukenal namanya Andra ucap sarah
"bukan.. bukan itu yang aku maksud Sar, siapa laki-laki yang di hadapannya itu?"
"yang mana sih, aku hanya mengenal yang namanya Andra saja."
"yang pakai jas ucap Lina"
"mana sih ketika Sarah memfokuskan matanya dan benar saja dia sangat mengenal sosok yang memakai jas itu.
"lina .." ucap Sarah syok
Kenapa sar ?
Sarah.. saraaaah.. teriak Lina "knp malah menghayal sih"
Tersadar .." Iya iya maaf."
aduh gimana nih ??? batin sarah
"dia ganteng kan hehehe ucap lina"
"iya deh asal jawab Sarah"
sarah dan aiden saling bertatapan, tatapannya seperti mau membunuhku saja batin sarah
Aiden tampak mengeluarkan aura kemarahannya ia melihat seseorang yang nampak dikenalnya itu berada di tempat seperti ini.
"apakah yang kamu maksud itu dia yang berpakaian berwarna hitam itu tanya Aiden."
"iya cantik kan ??? namanya Sarah"
Braaakkk.. Aiden memukul meja kemudian berdiri
"jangan mendekatinya atau kupatakan tulang-tulangmu ucap tegas aiden kepada andra.
andra dan teman-temannya nampak kaget tak menyangka mengapa sahabat itu bisa marah sebegitunya padahal mereka merasa tidak melakukan kesalahan apapun.
"apa kau mengenalnya tanya andra?"
"bagaimana mungkin aku tidak mengenalnya dia adalah adikku."
__ADS_1
" apaaaa ??? semua teman-temannya nampak kaget karena wanita yang andra idamkan adalah adik dari temannya sendiri."
"nggak mungkin setahu aku kan kamu nggak punya adik ucap Andra yang dibenarkan juga oleh yang lainnya."
"kalau aku bilang dia adikku ya adikku berdiri meninggalkan mereka dan mendekati Sarah yang masih ketakutan karena ketahuan oleh kakaknya itu."
"pulang sekarang!!!"
"iya kak ,jawab Sarah gugup"
Sarah melihat Lin "maaf ya Lin aku pulang duluan."
"iya nggak apa-apa kok ucap Lina yang masih heran dengan keadaan itu."
Aiden dan Sarah memasuki mobil yang sudah terparkir di depan club itu, di dalam mobil nampak hening sarah maupun aiden tak mengeluarkan sepatah katapun.
kini mereka memasuki Mansion, dibukakannya pintu mobil oleh sopir mereka. Aiden yang berjalan duluan memasuki Mansion dan diikuti oleh seorang mengekor di belakangnya mereka memasuki ruangan utama Mansion itu.
Duduk !!! ucap dingin Aiden
"iya kak !!!" Sarah menundukan kepalanya menyesali kesalahannya.
"Sarah bukannya kakak melarang kamu tanpa alasan."
Sarah menengadahkan kepalanya menatap kakaknya itu
aku sudah menduga kakak bakalan marah kalau tahu. batin Sarah
Sarah tanpa sadar meneteskan air matanya.
kenapa dia menangis? apa kata-kataku terlalu kejam tapi bahkan aku belum mengeluarkan kemarahanku sepenuhnya, batin aiden.
"maafin sarah ya Kak, aku tahu kok kakak hanya pengen yang terbaik untuk Sarah, langsung melangkahkan kakinya memeluk Aiden, aiden tersentak kaget, namun akhirnya membalas pelukan Sarah."
"Baiklah !!! singkat Aiden. Sy jg minta Maaf"
"Nggak kok ,kakak memang nggak salah, kakak hanya takut kalau aku kenapa-kenapa kan?"
"Iya ..kakak hanya ingin melindungimu"
akhirnya Sarah dan aiden pun kembali ke kamarnya masing-masing.
keesokan harinya di depan pintu Mansion ada sesosok wanita cantik, siapa lagi kalau bukan Siska.
"apakah tuan Aiden ada??? tanya Siska kepada pelayan."
"iya ada Nona, tuan ada di ruangan kerjanya."
Siska berjalan menuju ruang kerjanya dan ketika
Siska membuka pintu, Krekkk... nampak Ada sosok pria yang sedang membahas urusan kantor dengan asistennya itu, ia adalah asisten Rey
"maaf mengganggu "ucap Siska
"tunggulah di depan ucap aiden kepada asistennya itu"
"baik tuan"
"ada apa kamu kemari pagi-pagi begini ucap Aiden dingin."
siska memeluk Aiden kemudian melingkarkan tangannya ke leher
__ADS_1
Cup...
-BERSAMBUNG-