
Salju mulai turun dan menutupi beberapa area jalan , menandakan musim dingin telah tiba dan orang keluar rumah akan mengenakan pakaian yang hangat.
" Ichika... tunggu... ".
" Ada apa lisa ? ".
" Kau melupakan sesuatu ".
Menyerahkan syal.
" Oh syalku ketinggalan pantas saja rasanya agak dingin , maaf ya lisa sampai kau membawakannya untukku ".
" Lain kali jangan ketinggalan lagi ya , musim dingin seperti ini nanti kau bisa kena - ".
" Palingan cuma flu , pilek , demam dan sebagainya kan ".
" Hipotermia dan ( radang dingin ) frosbite ... ".
Melotot kearah ichika.
" Kenapa dia mengatakan penyakit yang terdengar fatal !? ".
" Baiklah aku paham lain kali akan kuingat jadi tolong jangan menatapku seperti itu , aku takut ".
Lisa memasangkan syal kepada ichika.
" Sabtu ini kita akan pergi makan sup stew kan jadi pastikan jaga kesehatanmu ".
Ichika tersenyum tipis.
" Maaf ya , lain kali aku akan berhati hati ".
Lisa melihat sekitarnya karena dari jam makan siang sampai selesai dia tidak melihat jessie.
" Ngomong ngomong dari jam istirahat siang sampai sekarang aku tidak melihat jessie , apa kau tau dimana dia ? ".
" Soal dia ya , dia kan anggota osis jadi dia sedang sibuk membersihkan tumpukan salju ".
" Begitu ya... , kalau begitu ichika aku duluan ya ".
" Iya , sampai jumpa ".
Lisa bergegas mengganti sepatunya dan pergi , sementara ichika kembali ke kelas karena ingin menyalakan alat penghangat ruangan sambil menunggu jessie.
" Akhirnya sampai , syukurlah aku masih sempat , tidak disangka kalau stasiun bakalan seramai itu dimusim dingin ".
Lisa pergi ke ruang staf untuk mengganti baju dan kebetulan berpapasan dengan mey-yin.
" Lisa , kau baru sampai ".
" Iya , stasiun sangat ramai jadi agak sulit tapi untung saja masih bisa tepat waktu ".
" Hidungmu sudah memerah jadi diluar pasti sangat dingin ".
" Eh benarkah ? ".
Lisa memastikannya dengan melihat cermin dan ternyata hidungnya benar memerah.
" Benar , padahal aku menggunakan syal untuk menutupi hidungku ".
" Oh iya lisa , kamu bisa mengurus kasir tidak untuk hari ini ".
" Eh ? tentu bisa , tapi ada apa ? biasanya kan rin yang mengurus kasir ? ".
" Hari ini rin terkena demam karena kemarin dia pergi ke danau beku bersama temannya dan tidak disangka esnya malah pecah , jadi dia tan temannya tercebur kedalam ".
" Be - begitu ya...".
" Apa mereka tidak membeku ".
Lisa membayangkan mereka berdua tercebur lalu membeku menjadi es balok seperti di adegan kartun.
" Jadi maaf ya lisa membuatmu repot ".
__ADS_1
" Tidak apa apa kok ".
" Nanti kau akan mendapatkan gaji tambahan kok dari manager ".
Dikarenakan sekarang sudah tanggal 23 desember jadi banyak orang pergi keluar bersama pasangan untuk menikmati natal.
Tidak sedikit orang orang akan memesan kue untuk pesta natal , jadi toko kue akan ramai pengunjung begitu juga di toko Bünes Blatt.
Semuanya sedang sibuk melayani pelanggan , terlebih lagi lisa yang mengurus kasir dan menghias kue secara bersamaan.
Manager membantu lisa menghias jadi dia tidak terlalu kewalahan jika ada pelanggan yang mau memesan dari meja dan membayar di kasir.
mereka terus kedatangan pelanggan dari jam 18:00 sampai jam 21:20 .
Saat itu seorang lelaki berbadan tinggi dengan rambut hitam panjang hampir menutupi seluruh mata datang memesan.
" Selamat datang kak , mau pesan apa ? ".
Tanya lisa.
" Snowman cake... , crismas cake... ".
" Baiklah kalau begitu tunggu sebentar ".
Segera dia membungkus cake itu dan menyerahkannya.
" Snowman cake dan crismas cake ya , silahkan ".
Laki laki itu melanjutkan kalimatnya.
" Dan... ".
" Oh maaf kak ! masih ada ya ".
" Jadi dia belum selesai bicara ".
Lisa kemudian kembali mau mengetik pesanan orang itu.
" Tolong menikahlah denganku ".
Perasaannya terkejut.
laki laki itu mengulang kalimatnya.
" Tolong menikahlah dengan- ".
" Mohon maaf kami tidak menjual'' menikahlah dengaku'' disini ".
Laki laki itu mengeluarkan kertas cek nya dan memperlihatkan nominal uangnya.
" Disini ada 1 miliar yen untukmu jadi menikahlah denganku ".
( atau sekitar 124 miliar kalau diubah ke mata uang Rupiah ).
Lisa gemetaran dan bertanya.
" A-a-a-apa...! i-i-itu...! sa-sa-satu miliar yen ! ".
Bahkan lisa sulit berbicara karena terlalu terkejut melihat nominal uangnya.
" Jadi bagaimana ? , kamu mau menikah denganku ? ".
" A-apakah itu yang... disebut 1 miliyar yen ?! , pertama kalinya dalam hidupku melihat nominal uang sebanyak ini ! ".
Lisa hanya bergumam dalam hatinya dan terus melihat cek itu tanpa berkedip sedikitpun.
" A-anu... maaf... ".
Lisa yang tersadar langsung membungkukkan badannya dan berbicara dengan tegas.
" MOHON MAAF SAYA TIDAK BISA !!! ".
Semua orang didalam toko terkejut dan menatap kearah lisa.
__ADS_1
Manager langsung menghampirinya.
" Lisa ! kau baik baik saja ".
Mengerti membuat orang terkejut lisa meminta maaf kepada para pelanggan karena telah mengejutkan mereka.
" Sepertinya aku mengatakannya diwaktu yang salah , lain kali aku kesini lagi ".
Laki laki itu membayar dan mengambil pesanannya lalu pergi.
Setelah beberapa lama disibukkan dengan pelanggan akhirnya mereka bisa istirahat.
Karena masih ada waktu sebelum mereka tutup.
Selagi ada waktu manager menutup toko lebih cepat untuk mengadakan pesta kecil diruang istirahat.
" Semuanya bekerja dengan baik , jadi kita mengadakan pesta sebelum pulang ".
" Oh... jadi karena itu mbak laika menutup toko lebih cepat ".
" Yap tepat sekali , dan panggil aku manager ya nak reina ".
" Manager , minumannya kutaruh dimana ? ".
Tanya yumika.
Manager menunjuk meja panjang di samping mey-yin.
" Letakkan dimeja sana ".
Yumika dibantu alice mengangkat gelas dan minuman kesana.
Manager menepuk tangannya dan menyuruh semuanya berkumpul.
" Ayo kalian semua pegang gelas dan berkumpul kesini ".
Mengangkat gelas.
Semua karyawan berkumpul dan mengambil jus yang mereka suka masing masing.
" Kalau begitu... BERSULANG !!! ".
" Yeeeeey.... !!! ".
Secara kompak mereka saling bersulang.
Semuanya tertawa dan bercanda riang sambil menikmati hidangannya.
Alice melihat lisa yang dari tadi hanya terdiam menghampirinya.
" Ada apa lisa ? kok kamu diam bengong gitu ? ".
" Eh... ? maaf alice , tapi hanya saja... ".
Lisa mengalihkan pandangannya.
Dari belakang manager memegang bahu lisa.
" Kamu masih kepikiran yang tadi ya ? ".
" Manager... ".
" Memangnya apa yang terjadi manager ".
Tanya yumika.
" Aku juga tidak tau pasti tapi tadi lisa tiba tiba meminta maaf dengan suara yang keras jadi aku langsung menghampirinya ".
Riana datang dan merangkul lisa.
" Mungkin saja kau digoda oleh seseorang ".
Lisa terus saja kepikiran dan juga bingung karena apa ada alasan khusus dibalik laki laki itu tiba tiba mengajaknya menikah.
__ADS_1
Karena terlalu fokus berpikir dia mengabaikan riana , manager , dan alice yang dari tadi terus saja bertanya kenapa lisa bisa mendadak berteriak.