Kami Tidak Menjual " Menikahlah Denganku " Disini

Kami Tidak Menjual " Menikahlah Denganku " Disini
Penguntit


__ADS_3

Sepulang sekolah lisa langsung pergi ke tempat kerjanya.


Sampainya disana dia melihat banyak sekali pelanggan berdatangan dan semuanya tengah sibuk.


" Lisa akhirnya kau datang ".


" Manager ? ramainya bahkan mengalahkan pelanggan diwaktu natal kemarin ".


" Iya , aku juga tidak tau kenapa bisa seramai ini , maaf ya lisa sepertinya kita akan tutup lebih larut dari sebelumnya ".


" Tidak apa apa kok , kalau begitu saya ganti baju dulu ".


" Mohon bantuannya ya lisa ".


Lisa segera mengganti seragamnya ke baju kerja.


" Alice pesanan shoft kirm cake lima di meja nomor 7 sudah siap ".


" Baiklah segera kuantar ".


" Mey-yin pesanan kopi hangat satu dan cup cake coklat dua dimeja nomor 12 ".


" Segera kubuat dan riana setidaknya jangan sampai kau lupa membersihkan meja yang sudah kosong ".


" Iya iya... ".


" Mey-yin pesanan krim soda tiga dan vanilla stroberi cake tiga ".


" Iya segera dibuat , lisa pesanan kopi hangat dan cup cake coklat dua dimeja nomor 12 sudah siap ".


" Segera kuantar ".


Tanpa menyadari waktu mereka semua sibuk dengan tugasnya masing masing sampai pada akhirnya semua selesai.


" Wah sudah selarut ini , aku harus segera pulang , semuanya aku pulang duluan ".


Riana langsung pergi.


" Oi tunggu riana , tasmu ketinggalan ".


Mey-yin bergegas menyusulnya.


" Sudah selarut ini ya manager ".

__ADS_1


" Iya hati hati ya , apalagi banyak rumor tentang penguntit jadi setidaknya pilih jalan yang ramai ".


" Iya , kalau begitu saya pamit pulang ".


" Iya ".


Malam yang gelap dan hanya disiniari beberapa lampu saja , bahkan cahayanya pun tidak terlalu membantu.


Dengan kondisi seperti itu jelas saja mengundang berbagai macam kejahatan.


" Ini lebih gelap dari yang kukira , walaupun aku sudah membawa alat perlindungan diri tapi tetap saja situasi ini membuatku agak takut ".


Berjalan sembari memperhatikan sekitar.


Dari semak mendadak terdengar suara.


" Siapa ! ".


Lisa menengok namun tida ada siapa siapa , merasa ada yang tidak beres dia mempercepat jalannya.


" Mau bagaimana pun aku harus cepat pulang , perasaanku mulai tidak enak ".


Dari semak keluar seseorang yang berjalan dibelakang mengikuti lisa.


Merasa kalau orang yang mengikutinya sudah dekat lisa pun mengeluarkan stungunnya.


" Lis- ".


STREEEEET...


Dengan cepat lisa berpaling dan menyetrum orang dibelakangnya tanpa melihat siapa dan dibagian mana yang dia setrum lalu lari.


" Aku berhasil , mungkin penguntit itu sudah pingsan karena tersetrum stungun , walaupun orangnya tidak sempat kulihat dan dibagian mana yang kusetrum tapi untuk sementara aku aman ".


Stungunnya dimasukkan kembali kedalam tas.


Beberapa meter didepannya dia melihat seseorang.


" Apa yang dilakukan orang itu dilarut malam begini selain itu sendirian lagi ? , apa dia sedang menunggu seseorang ? ".


Karena penasaran lisa menghampirinya dan bertanya sekaligus berharap bisa meminta pertolongan.


" Permisi , apa anda tengah menunggu seseorang ? ".

__ADS_1


" Ah... iya... ".


Menjawab dengan nafas terengah engah.


" Apa anda baik baik saja ? nafas anda tidak beraturan ".


" Hehehe... aku tidak menyangka kalau targetku menemuiku secara langsung ".


Mendadak om itu menarik tangan lisa dan mendorongnya lagi hingga terjatuh.


" Gawat ! ternyata dia penguntitnya , tasku terlepas lagi , padahal semua alatku ada disana ".


" Om tidak menyangka kalau kamu lebih mudah didapat dari yang kukira , tenang saja om tidak akan memperlakukanmu dengan kasar selama kamu mau nurutin apa kata om ".


Perlahan mendekati lisa.


Lisa berusaha kembali berdiri namun tiba tiba kakinya terasa sakit.


" Aduh sakit sekali ! apa karena terjatuh tadi , tapi kalau seperti ini aku tidak bisa lagi melakukan apa apa ".


" Eheheh... tidak perlu memasang muka takut begitu , tenang saja om tidak jahat kok , kita cuman bermain sebentar saja jadi tidak perlu takut ".


" Aku tidak mau menyerah disini , walaupun tidak berpengaruh tapi setidaknya aku harus berusaha sebisa mungkin !".


Tangan lisa menggenggam segumpal pasir dan melemparnya tepat mengenai mata om itu.


" Aarrrgh...! mataku ! , berani sekali kau ! ".


Lisa segera berdiri memaksakan kakinya berjalan dan pergi , namun dengan cepat om itu menangkap rambutnya.


Om itu menarik rambutnya dengan kasar.


" Aakhhhh... ".


Lisa kembali terjatuh.


" Yang tadi itu hampir saja , untuk berjaga jaga om setrum kamu hingga pingsan agar tidak kemana mana lagi ".


Stungunnya diambil dari tas lisa dan om itu kembali mendekat sambil tersenyum.


" Siapa saja tolong- ".


" Ah... di tempat seperti ini mana mungkin ada orang , apakah aku akan berakhir disini ".

__ADS_1


Lisa sudah pasrah dan tubuhnya juga terasa lemas.


__ADS_2