
Sepulang sekolah lisa langsung pergi ke tempat kerjanya.
Sampainya disana dia melihat banyak sekali pelanggan berdatangan dan semuanya tengah sibuk.
" Lisa akhirnya kau datang ".
" Manager ? ramainya bahkan mengalahkan pelanggan diwaktu natal kemarin ".
" Iya , aku juga tidak tau kenapa bisa seramai ini , maaf ya lisa sepertinya kita akan tutup lebih larut dari sebelumnya ".
" Tidak apa apa kok , kalau begitu saya ganti baju dulu ".
" Mohon bantuannya ya lisa ".
Lisa segera mengganti seragamnya ke baju kerja.
" Alice pesanan shoft kirm cake lima di meja nomor 7 sudah siap ".
" Baiklah segera kuantar ".
" Mey-yin pesanan kopi hangat satu dan cup cake coklat dua dimeja nomor 12 ".
" Segera kubuat dan riana setidaknya jangan sampai kau lupa membersihkan meja yang sudah kosong ".
" Iya iya... ".
" Mey-yin pesanan krim soda tiga dan vanilla stroberi cake tiga ".
" Iya segera dibuat , lisa pesanan kopi hangat dan cup cake coklat dua dimeja nomor 12 sudah siap ".
" Segera kuantar ".
Tanpa menyadari waktu mereka semua sibuk dengan tugasnya masing masing sampai pada akhirnya semua selesai.
" Wah sudah selarut ini , aku harus segera pulang , semuanya aku pulang duluan ".
Riana langsung pergi.
" Oi tunggu riana , tasmu ketinggalan ".
Mey-yin bergegas menyusulnya.
" Sudah selarut ini ya manager ".
__ADS_1
" Iya hati hati ya , apalagi banyak rumor tentang penguntit jadi setidaknya pilih jalan yang ramai ".
" Iya , kalau begitu saya pamit pulang ".
" Iya ".
Malam yang gelap dan hanya disiniari beberapa lampu saja , bahkan cahayanya pun tidak terlalu membantu.
Dengan kondisi seperti itu jelas saja mengundang berbagai macam kejahatan.
" Ini lebih gelap dari yang kukira , walaupun aku sudah membawa alat perlindungan diri tapi tetap saja situasi ini membuatku agak takut ".
Berjalan sembari memperhatikan sekitar.
Dari semak mendadak terdengar suara.
" Siapa ! ".
Lisa menengok namun tida ada siapa siapa , merasa ada yang tidak beres dia mempercepat jalannya.
" Mau bagaimana pun aku harus cepat pulang , perasaanku mulai tidak enak ".
Dari semak keluar seseorang yang berjalan dibelakang mengikuti lisa.
Merasa kalau orang yang mengikutinya sudah dekat lisa pun mengeluarkan stungunnya.
" Lis- ".
STREEEEET...
Dengan cepat lisa berpaling dan menyetrum orang dibelakangnya tanpa melihat siapa dan dibagian mana yang dia setrum lalu lari.
" Aku berhasil , mungkin penguntit itu sudah pingsan karena tersetrum stungun , walaupun orangnya tidak sempat kulihat dan dibagian mana yang kusetrum tapi untuk sementara aku aman ".
Stungunnya dimasukkan kembali kedalam tas.
Beberapa meter didepannya dia melihat seseorang.
" Apa yang dilakukan orang itu dilarut malam begini selain itu sendirian lagi ? , apa dia sedang menunggu seseorang ? ".
Karena penasaran lisa menghampirinya dan bertanya sekaligus berharap bisa meminta pertolongan.
" Permisi , apa anda tengah menunggu seseorang ? ".
__ADS_1
" Ah... iya... ".
Menjawab dengan nafas terengah engah.
" Apa anda baik baik saja ? nafas anda tidak beraturan ".
" Hehehe... aku tidak menyangka kalau targetku menemuiku secara langsung ".
Mendadak om itu menarik tangan lisa dan mendorongnya lagi hingga terjatuh.
" Gawat ! ternyata dia penguntitnya , tasku terlepas lagi , padahal semua alatku ada disana ".
" Om tidak menyangka kalau kamu lebih mudah didapat dari yang kukira , tenang saja om tidak akan memperlakukanmu dengan kasar selama kamu mau nurutin apa kata om ".
Perlahan mendekati lisa.
Lisa berusaha kembali berdiri namun tiba tiba kakinya terasa sakit.
" Aduh sakit sekali ! apa karena terjatuh tadi , tapi kalau seperti ini aku tidak bisa lagi melakukan apa apa ".
" Eheheh... tidak perlu memasang muka takut begitu , tenang saja om tidak jahat kok , kita cuman bermain sebentar saja jadi tidak perlu takut ".
" Aku tidak mau menyerah disini , walaupun tidak berpengaruh tapi setidaknya aku harus berusaha sebisa mungkin !".
Tangan lisa menggenggam segumpal pasir dan melemparnya tepat mengenai mata om itu.
" Aarrrgh...! mataku ! , berani sekali kau ! ".
Lisa segera berdiri memaksakan kakinya berjalan dan pergi , namun dengan cepat om itu menangkap rambutnya.
Om itu menarik rambutnya dengan kasar.
" Aakhhhh... ".
Lisa kembali terjatuh.
" Yang tadi itu hampir saja , untuk berjaga jaga om setrum kamu hingga pingsan agar tidak kemana mana lagi ".
Stungunnya diambil dari tas lisa dan om itu kembali mendekat sambil tersenyum.
" Siapa saja tolong- ".
" Ah... di tempat seperti ini mana mungkin ada orang , apakah aku akan berakhir disini ".
__ADS_1
Lisa sudah pasrah dan tubuhnya juga terasa lemas.