
Setelah pesta itu lisa langsung pulang dan dia terus saja memikirkan orang yang tadi tiba tiba mengajaknya menikah.
" Apa dia cuman bercanda saja ya ? tapi tidak mungkin sampai mengeluarkan cek senilai satu miliar yen juga kan ? ".
Lisa mencoba membuka pintu namun sepertinya terkunci.
" Sepertinya mama tidak ada dirumah ".
Mengeluarkan kunci cadangan dan membuka pintu.
" Aku pulang... ".
Suasana sepi.
" Hah... hari ini ibu pergi lagi ya ".
Lisa melirik kulkas dan melihat ada catatan yang ditinggal di pintu kulkas.
[ Maaf ya lisa ibu akan pergi kerumah sakit karena teman ibu kecelakaan , jadi sampai besok tidak akan pulang , makanan sudah ada dikulkas jadi tinggal dihangatkan saja ya.
tertulis : dari ibu kesayanganmu ]
" Hmmp... apa maksudnya ini ".
Tersenyum tipis.
Lisa membuka kulkas melihat ada nasi kari dan salad instan didalam.
Nasi karinya diambil dan dihangatkan di microwave lalu membuat salad instan sebagai menu tambahan.
" Aku penasaran apa maksudnya ya mengatakan itu ? ".
Sebentar dia melirik melihat saladnya.
" Ah ? apa yang kulakukan ! ".
Lisa yang termenung tanpa sadar menumpahkan semua mayonesnya ke lantai sementara yang dia mengira telah membuang kemasan saladnya tapi ternyata sayur didalam kemasan belum sempat diambil dan akhrinya terbuang sia sia.
Plakkk...
Plakkk...
menampari pipinya.
__ADS_1
" Aku harus fokus ! dan jangan kepikiran itu terus , lebih baik beli salad lagi ".
Memasang sepatu , mengenakan jaket dan syal lalu membuka pintu.
" Anu... apakah satu miliar yen tidak cukup ? ".
GEBRAKKKK.......
Pintu dengan cepat ditutup.
Lelaki yang tadi mengajaknya menikah tiba tiba ada di depan rumahnya.
" Tidak mungkin ! aku terlalu memikirkannya dan pasti ini karena kelelahan ".
Menarik napas dan menghembuskannya , menenangkan pikiran lalu membuka pintu lagi.
" Selamat malam , anu-".
" Dia beneran ada !!! ".
" Pergi sebelum aku berteriak meminta tolong ".
" Eh...? b-baiklah aku akan pergi ! maaf mengganggu ! ".
Dan lisa meletakkan kembali pemukul baseballnya didekat rak sepatu.
" Untung saja adikku ikut ekskul baseball , dan kalau dia tidak pergi bisa saja ada korban jiwa ".
Lisa kemudian mengunci pintunya dan pergi ke supermarket untuk membeli salad sekalian membeli beberapa bahan makanan untuk dibuat sarapan dan bekal besok.
Keesokan paginya dia melihat ibunya yang tengah memasak.
" Selamat pagi lisa ".
" Selamat pagi ibu... bukannya ibu sedang dirumah sakit menemani teman ibu ? ".
" Iya , tapi ibu khawatir kalau pola makanmu tidak teratur dan makan sembarangan ".
" Aku sudah SMA bu... jadi tidak perlu khawatir karena hal itu ".
" Tapi itu bahaya loh , apalagi kamu suka membuang tomat disetiap bekalmu ".
" Ti- tidak kok ".
__ADS_1
Lisa mengalihkan pandangannya.
Ibu mencubit lembut pipi lisa.
" Kamu itu anakku jadi mana mungkin ibu tidak tau kebiasaanmu , dan tadi malam kamu membuang tomat dari jendela kamar kan...? ".
" Maaf... tapi aku benar benar tidak suka dengan tomat , setiap kali aku memakannya lidahku terus saja menolak ".
" Habiskan tomatnya juga , kali ini ibu sudah memasaknya secara khusus jadi tidak apa apa kok ".
" Benarkah ? ".
" Iya... ibu nggak bohong kok ".
Lisa kemudian bersiap pergi kesekolah.
" Lisa... ini bekalmu , hampir ketinggalan ".
" Oh maaf bu ".
Mengambil bekalnya dan menaruh di dalam tas.
" Aku pergi dulu bu... ".
" Iya hati hati dijalan ".
Sesampainya distasiun lisa buru buru masuk kereta , dan sialnya ketika kereta ingin berangkat tiba tiba terjadi kesalahan.
Dengan terpaksa para penumpang keluar dan memilih transportasi lain , lisa memilih menaiki bus pergi ke sekolah.
" Semoga saja aku tidak terlambat ".
Hachim......
" Ah... padahal aku memakai syal tapi tetap saja dingin ".
" Permisi... silahkan tisunya ".
" Terima kasih , pagi ini sangat dingin ya- ".
Tiba tiba terdiam.
Secara mengejutkan lelaki itu muncul lagi dan satu bus demgannya , dia duduk di kursi belakang.
__ADS_1