
Ibu lisa menyajikan apel yang dipotong berbentuk kelinci.
" Silahkan , tadi agak terburu buru jadi hanya bisa menyajikan ini saja , maaf ya ".
" Seharusnya saya yang meminta maaf karena tiba tiba berkunjung tanpa mengabari terlebih dahulu , maafkan saya ".
" Kalau begitu saya tinggal dulu ya , soalnya ada sesuatu yang harus dibeli ".
" Iya ".
Ibu lisa meninggalkan mereka berdua dan pergi keluar.
Lisa melihat tangan ibunya dari pintu.
Ibu lisa mengacungkan jempolnya.
" Semangat lisa...".
" Tidak tidak tidak ibu ! ibu salah paham ! "
Lisa terus saja memberi kode minta tolong dari tangannya namun ibunya terlanjur pergi.
" Gawat ! kenapa ibu bisa bisanya salah paham dan langsung pergi ".
Lisa sedikit demi sedikit mengangkat kepalanya dan memberanikan diri menatap muka akira.
" Diluar dingin tapi ketika sudah masuk udaranya jadi lumayan hangat ".
Akira langsung melepaskan jaketnya.
" O-o-oi... a-apa yang kau lakukan ! ".
Lisa sontak mundur dan menjaga jarak.
" Dia salah paham lagi ".
" Disini lumayan hangat jadi lebih baik kalau melepas jaket ".
" Be-begitu ya ".
Lisa kembali duduk.
__ADS_1
Untuk beberapa saat suasana canggung dan hening tanpa adanya pembicaraan.
Arlojinya menunjukkan pukul 20 : 30 akira bergegas mengenakan jaketnya.
" Eh , kau mau kemana ? ".
" Aku ada urusan , katakan pada ibumu kalau aku pulang dulu ".
Akira langsung keluar.
Lisa hanya bisa melihat akira pergi.
Tidak lama kemudian ibu lisa kembali.
" Lisa ? dimana akira ? ".
" Dia sudah pulang bu katanya ada urusan ".
" Sayang sekali , padahal aku akan membuatkannya ikan bakar sup miso ".
Di kereta banyak orang bercerita tentang orang misterius yang terus mengikuti perempuan yang pulang larut malam.
" Tadi malam aku merasa diikuti seseorang , karena takut aku langsung menuju ke pos polis ".
" Aku tidak terlalu bisa melihat wajahnya karena dia mengenakan hoodie dan masker ".
Lisa yang kebetulan mendengarnya kemudian merasa tidak nyaman.
" Apa akira memiliki hobi seperti itu ?! kalau itu benar jadi tadi malam sebenarnya dia menargetkan- ".
( Akira sudah sepenuhnya dicurigai ).
" Lisa... apa kabar ".
" Apa kau baik baik saja lisa ? ".
Lisa memegang bahu kedua temannya itu dan menatap mereka berdua dengan tajam.
" Dengar ya ! jangan pulang larut malam , kalau jam sekolah selesai segera pulang dan jangan keluyuran kemana mana , aku tidak akan mengijinkan kalian pergi sembarangan , paham ! ".
" Ke-kenapa kau tiba tiba bertingkah seperti seorang ibu ? ".
__ADS_1
Tanya ichika.
" Dengarkan apa yang dikatakan orang , kalian paham ! ".
Ichika dan jessie hanya bisa mengangguk.
" Baik , anak pintar ".
Mereka berdua hanya bisa bingung dengan apa yang dikatakan lisa.
" Bagaimanapun aku harus hati hati , selain itu aku belum tau apa apa tentangya jadi bisa saja kan ".
" Lisa , kerjakan soal ini ".
" Baik pak ".
" Kalau dia datang ke toko lagi akan kutanyakan semuanya ".
Jam pelajaran pun selesai dan lisa langsung bergegas mengambil tasnya dan mengganti sepatunya.
Setibanya distasiun dia melihat ada orang disana sedang menjual beragam alat keamanan , penasaran lisa pun langsung mampir.
" Permisi , saya ingin membeli alat keamanan ".
" Hooh selamat datang dek , yang mana ingin kau beli ? ".
Melihat berbagai macam alat membuat lisa menjadi kebingungan , penjual itu kemudian membawakan alat apa saja yang direkomendasikan.
" Yang bisa kusarankan adalah semprotan mata , tongkat lipat , dan yang ini agak sedikit berbahaya ".
Penjual itu memperlihatkan stun gun.
" Bagaimana dek ? yang mana yang ingin kau beli ? ".
" Semua yang anda rekomendasikan saya beli ".
" Eh ? apakah seberbahaya itu ? ".
" Untuk jaga jaga saja ".
Akhirnya lisa membelinya dan mengemasinya di tas.
__ADS_1
" Persiapan pulang larut ".
Semuanya sudah lengkap jadi dengan begini lisa sudah tenang karena memiliki senjata kalau saja ada orang yang menyerangnya ketika pulang larut malam.