
Perlahan om itu mendekat sambil menyalakan stun gunnya.
" Tidak apa apa , sakitnya hanya sebentar kok heheh... ".
Lisa menutup matanya dan karena sudah tidak berdaya lagi.
" Sebaiknya anda jaga etika dan ingat umur ".
Mendadak seseorang menyemprot mata om itu menggunakan semprotan mata.
" Aaaaaarg... mataku ! mataku ! siapa disana ! adur mataku ! ".
Om itu kemudian ditendang terlempar hingga terbentur pohon.
" Lisa semuanya sudah aman , jadi bukalah matamu ".
" Takahashi... ".
" Iya ini aku , tapi lebih baik kau memanggilku akira ".
" Kenapa- aww... ".
" Kakimu sepertinya terkilir jadi sekarang tidak perlu memaksakan untuk berdiri ".
Akira membereskan barang barang lisa dan membawakannya.
" Kita ke rumah sakit dulu , jadi maaf ".
" A-apa yang kau lakukan ".
Akira mengangkat dan menggendong lisa.
" Orang itu bagaimana ? ".
" Sepertinya dia pingsan ".
" Yang kulakukan sepertinya sedikit berlebihan ".
Akira menyewa taksi dan membawanya sampai di rumah sakit.
Sementara lisa sedang diobati akira membuka tasnya guna mencari hp.
" Ternyata masih banyak lagi yang dia bawa , akhirnya ketemu ".
Akira membuka hp dan mencari kontak seseorang lalu menelponnya.
Tas lisa ditaruh begitu saja dikursi tunggu dan akira langsung pergi.
" Sudah selesai , aku tidak menyangka kau diserang penguntit , ya tapi di waktu malam seperti ini memang sering terjadi kasus yang sama bahkan korbannya ada yang menghilang dan sampai sekarang tidak ditemukan ".
dokter kemudian mengoleskan antiseptik ke beberapa luka goresan ditangan.
__ADS_1
" Permisi , saya dengar anak saya masuk rumah sakit ".
" Maaf dengan siapa ? ".
" Nama saya sakurada hamekawa ibu dari sakurada lisa ".
" Oh iya , anak anda sekarang ada di- ".
" I-ibu ? kenapa ibu bisa ada disini ? ".
Melihat anaknya ibunya langsung menghampirinya.
" Lisa kamu tidak apa apa nak ? , kenapa ? siapa yang melakukan ini kepadamu ? katakan pada ibu ".
" Tidak masalah kok bu , aku baik baik saja ".
Ibunya langsung memeluk lisa.
" Hiks... hiks... hiks... ".
" Ibu... ".
" Ibu kedengarannya menangis juga tangannya gemetar selain itu ibu tidak sempat memakai sepatu dan masih memakai sandal rumah".
" Maaf bu membuatmu khawatir ".
Memeluk balik.
" Ayo kita pulang , ayah sudah menunggu kita ".
" Mendengarmu masuk rumah sakit dia langsung meminta izin dari atasannya dan pergi ke rumah sakit , ibu berpapasan dengannya didepan pintu ".
Dari kejauhan ayah lisa datang dan menghampiri mereka.
" Lisa , kamu baik baik sana nak ".
Memeluk lisa.
" A-ayah aku tidak apa apa , tapi miting ayah- ".
" Daripada pekerjaan kalianlah yang paling berharga bagiku , ayah sudah menyewakan taksi jadi kita pulang sekarang ".
Mereka semua pulang dan sesampainya dirumah sudah ada yuuji dan hinami yang menunggunya.
" Kakak... ".
Hinami langsung menghampiri lisa.
" Maaf ya hinami membuatmu khawatir ".
Mengelus kepala hinami.
__ADS_1
" Dimana orang itu kak ".
" Yuuji , aku tidak mau berurusan dengan orang itu lagi jadi simpan saja pemukul baseball itu ".
" Ibu bantu ya ".
Lisa dibantu ibunya berjalan.
Keesokan paginya.
" Hah ? kenapa bu ? ".
" Sudah jelas karena kondisimu , ibu sudah menelpon pihak sekolah dan manager di tempatmu kerja paruh waktu jadi hari ini kamu libur sampai kondisimu membaik ".
" Tapi... ".
" Tidak ada tapi tapi , air di bak mandi sudah diisi jadi lebih baik kamu mandi ".
" Iya ".
Lisa melepaskan pakaiannya dan membersihkan tubuhnya kemudian berendam di bak mandi.
Ditengah berendam dia merenungkan apa yang terjadi kemarin malam.
" Kemarin malam itu sial sekali , aku bahkan tidak menyangka kalau om itu adalah penguntit yang selama ini menyerang perempuan di larut malam ".
Dikepalanya juga terniang kejadian dimana akira datang menyelamatkannya diwaktu terdesak.
" Seandainya saja dia tidak ada disana mungkin aku sudah... ".
Lisa melihat sekeliling kamar mandi melihat pantulan dirinya dari air.
Dia merasa kalau akira terlihat keren waktu itu ketika menyelamatkannya.
" Akira waktu itu lumayan gagah ya , apalagi waktu dia menggendongku terlihat seperti-..... eh ! apa yang kupikirkan ! kenapa aku membayangkannya terlalu berlebihan".
" Lisa... ".
" Ya ada apa bu ".
" Kamu berendam lumayan lama loh apa tidak masalah ? ".
" Aku lupa ! ".
Dengan cepat lisa keluar dari bak dan mengenakan handuk.
" Apa ada yang terjadi ? "
" Aku tadi sedikit melamun jadi... ".
" Sudahlah , ibu sudah buatkan sarapan jadi pakai bajumu dan sana sarapan ".
__ADS_1
" Mau bagaimanapun dia sudah menyelamatkanku , jadi kalau bertemu dengannya lagi aku harus membalas kebaikannya ".
Lisa keluar dari kamarnya dan diatas mejanya sudah ada sesuatu yang terbungkus rapi.