
Kreekkk
suara pintu rumah paman Nadira terbuka, namun yang keluar bukan lah pamannya, melainkan bi Inah, ia sudah bekerja 15 tahun lamanya di sana, jadi ia sudah kenal dengan Nadira tentunya...
"Ah Nona Nadira,silakan masuk dulu bibi akan membuat minum untuk mu " ucap bu Indah sembari tersenyum hangat kepada Nadira dan langsung pamit untuk membuatkan minum, namun dicegah terlebih dahulu oleh Nadira.
"Tidak perlu bi,aku hanya ingin bertemu paman, ada hal penting yang ingin ku bicarakan, lagi pula paman tidak mengizinkan kalian untuk menjamuku ataupun ayah dan ibuku, nanti bibi akan kena marah jika memberikan ku minum" ucap Nadira sembari mencoba tersenyum,paman Nadira memang sangat membenci keluarga nya,sebab sejak kecil ia selalu saja dibeda-bedakan dengan ayah Nadira, hingga suatu ketika kakek dan nenek Nadira meninggal saat mereka ingin melamar ibu Nadira dulu untuk ayahnya.Saat dalam perjalanan mobil yang ditumpangi mereka oleng,Saat itu yang mengendarainya adalah ayah Nadira.Tidak lama dari itu mobil mereka pun terjatuh ke jurang, saat kejadian itu yang selamat hanya ayah Nadira, itu pun karena tergenjet kakinya mengalami luka, dan harus di amputasi.Paman Nadira mengira bahwa Ayah Nadira sengaja melakukan itu pada kedua orang tua mereka,entah mengapa ia sungguh yakin akan hal itu padahal penyelidikan sudah dilakukan dan Ayah Nadira terbukti tak bersalah, namun pamannya tetap saja menuduh nya,dan hubungan keduanya pun semakin renggang akibat kejadian itu.
"Baiklah Non,Tuan Besar ada di ruang kerjanya,apa perlu bibi panggilkan? " Tanya bi Inah kepada Nadira
__ADS_1
"Tidak bi,aku yang akan menemuinya,dan jangan panggil aku dengan sebutan" nona" panggil saja dengan namaku"Ucap Nadira pada bi Inah yang sedang tersenyum hangat padanya
"kau sungguh baik nona" batin bi Inah
"Baiklah kalau begitu bibi permisi dulu yaa" ucap bi Inah dan berlalu pergi untuk melakukan tugasnya
Nadira pun naik ke atas untuk menemui pamannya,dengan berpegangan pada arahan bi Inah yang ia tanya tadi, Nadira jarang sekali ke rumah pamannya sebab ia tahu pamannya tidak menyukai ia dan keluarganya,paman Nadira termasuk salah satu pengusaha sukses di negeri ini, ia selalu berusaha keras untuk membuktikan pada orang tua nya bahwa ia lebih hebat dibandingkan ayah Nadira.
Ketika sedang mencari ruangan yang berisikan pamannya Nadira melihat ada foto besar yang terpajang di pojok dinding, ia menghampirinya dan melihat foto itu.
__ADS_1
"*wahhh... istri paman cantik sekali" batin Nadira yang melihat ada seorang wanita cantik di foto tersebut bersama pamannya dengan menggunakan pakaian pengantin
"namun kemana yaaa istri paman,kenapa aku tidak pernah melihat nya" lanjut batin Nadira lagi*
Saat sedang mengamati foto besar dihadapannya ia tak menyadari ada sepasang mata yang menatapnya dari kejauhan dengan raut wajah yang sangat murka, seperti sedang melihat mangsanya nya, tatapan tajam itu masih belum disadari oleh Nadira, ia sibuk dengan pikiranya sendiri.
"HEEIIIII!!!! SEDANG APA KAU DISINIII?!!! " ucap seseorang yang mengejutkan Nadira,Pria itu berbicara dengan nada yang sangat dingin, tegas dan juga menggelegar sampai mungkin bisa terdengar oleh bi Inah di dapur
"Aaa-Aaa-Aku... aku... "
__ADS_1
Bersambung....