
👵: "Syukur lah nak, cepat kerumah sakit ayahmu harus segera dioperasi"
👩: "Baiklah bu, tunggu aku beberapa menit"
👵: "Hati-hati dijalan"
Nadira langsung bergegas menuju rumah sakit untuk membayar biaya rumah sakit ayahnya
Hoshhh.. Hosh... nafas Nadira dengan cepat sebab ia berlari ke rumah sakit untuk menghemat uangnya, setibanya dirumah sakit
"Ibu aku akan membayarnya dulu" ucap Nadira masih dengan nafas nya yang cepat
"minumlah dulu, atur nafasmu Nadira" ucap Ibu Nadira dengan lembut, Nadira pun langsung duduk untuk minun dan mengatur nafas nya, setelah itu ia pergi ke bagian administrasi
NADIRA POV
"semoga ini belum telat" batin ku seraya berjalan menuju bagian administrasi
Setibanya aku di sana aku langsung membayar tagihan rumah sakit dan biaya untuk operasi ayahku.
Selesai pembayaran aku kembali menuju ruangan dimana disitu ada ayah dan ibu.
"Ibu tunggu disini, aku akan membelikan ibu makan malam" ucapku seraya tersenyum, dan mendapat anggukan dari ibu. Aku langsung bergegas mencari makanan untuk ibu
"Untung masih ada yang berjualan hufttt... " ucapku seraya berjalan kembali menuju rumah sakit,namun belum sampai dirumah sakit aku melihat seorang wanita yang cukup ku kenal
__ADS_1
"sepertinya aku mengenalinya" batinku seraya mencoba mengingat wanita yang sedang berdiri di persimpangan jalan depan
Belum sempat aku menemukan jawaban, wanita itu menyapaku
*AUTHOR POV
"Hei... Kau Nadira kan? " Ucap wanita itu seraya tersenyum
"Ah iya aku Nadira, kau siapa ya? aku seperti mengenalmu? " Ucap Nadira seraya berfikir lagi namun hasilnya nihil.
"Aku Alexa Nadira kita pernah satu SMA dulu sebelum aku pindah ke luar kota, bagaimana mungkin kau melupakan ku huhu... " ucap wanita itu seraya berakting sedih
"B-be-benarkah? KAU ALEXA? AKU SANGAT MERINDUKAN MU ALEXAAA" ucap Nadira dengan terkejut lalu memeluk Alexa
"Ah ya aku habis membelikan makan malam untuk ibu" jawab Nadira
"Tumben sekali" ucap Alexa sebab ia tahu kalau keluarga Nadira tidak terlalu menyukai makanan luar mereka selalu memasak sendiri
"Iya ayahku masuk rumah sakit, jadi mau tidak mau kami harus makan-makan luar" jawab Nadira dengan mencoba tersenyum
"Haaah? paman masuk rumah sakit? adaapa dengan nya? " Tanya Alexa lagi
Nadira pun menceritakan semua nya tanpa mengurangi atau melebihi sedikit pun
"Apa kau tahu dimana yang sedang mencari karyawan? " Tanya Nadira seraya berjalan sebab Alexa ingin menjenguk ayah Nadira, Alexa sangat dekat dengan keluarga Nadira.
__ADS_1
"Untuk apa? " tanya Alexa
"Aku ingin mencicil uang Oma yang ku pinjam" jawab Nadira, dan Alexa pun mengerti karena ia telah mendengarkan semua cerita Nadira tadi
"Ah yaaa... aku dengar perusahaan KXG Group sedang mencari sekertaris, bagaimana jika kau mencobanya, aku pun bekerja disana dengan begitu kita juga bisa bertemu setiap hari HAHAHA" ucap Alexa dengan sedikit tawa
"Kau serius?! itu perusahaan yang sangat terkenal,aku pasti akan mencobanya apapun akan kulakukan untuk keluarga ku,Terima Kasih Alexa" ucap Nadira dengan nada bicara yang terkejut,ia tahu kalau perusahaan itu memberikan gajih yang cukup besar
"Ah tentu saja tak perlu sungkan Nadira,Aku dengar juda Bos di di KXG Group sangat tampan dan masih muda, walaupun aku belum pernah melihat nya, padahal aku sudah bekerja cukup lama disana, ia jarang sekali menampakkan diri bahkan sangat-sangat minim untuk bertemu nya banyak juga rumor yang beredar kalau ia dingin, dan sangat setia pada pasangannya jadi kau sangat beruntung kalau diterima menjadi sekertaris nya HIHIHI... " Ucap Alexa dengan terkekeh
"Sudahlah ayo nanti makanan ini dingin, kasihan ibu" ucap Nadira dan Alexa mengangguk paham, lalu mereka mempercepat langkahnya menuju rumah sakit.
Sesampainya dirumah sakit ibu Nadira terkejut melihat Alexa datang bersama Nadira. Alexa langsung memeluk ibu Nadira ia sudah menganggap ibu Nadira ibu nya juga dan begitu juga dengan ibu Nadira, sudah menggapainya Alexa anaknya
"Ah Alexa sangat merindukan ibu" rengek Alexa tanpa melepaskan pelukan nya
"Ibu juga nak" ucap ibu Nadira dengan tersenyum hangat
"Ehemmm,masih ada orang di sini" ucap Nadira sambil berdehem untuk menyadarkan keduanya bahwa masih ada orang disana
"HAHAHA, kau tak perlu cemburu mari kita berpelukan" tawa Alexa melihat wajah cemberut Nadira. Nadira pun menghampiri mereka, lalu berpelukan bersama
"Teletabis" ucap Nadira dengan tawa bahagia nya begitu juga dengan ibu dan Alexa
Bersambung....
__ADS_1