Kamu hanya untukku

Kamu hanya untukku
BAB 5


__ADS_3

CIIIITTTTT.....


Suara mobil yang di rem mendadak,Nadira keasikan mengobrol dengan wanita itu hingga tak melihat ada mobil yang melintas.


"AAAAA..." teriak nadira lalu menarik wanita paruh baya itu untuk mundur


"HEY NONA! KAU PUNYA MATAKAN GUNAKAN MATA MU ITU!!!! " teriak si pengemudi dari dalam mobilnya sambil menengok ke belakang menglihat ke arah Nadira


"Ah maaf aku tak melihat, sekali lagi maaf" ucap Nadira dengan sedikit berteriak agar dapat didengar orang tersebut


Pengemudi itu langsung menancap gas untuk melanjutkan perjalanannya.


"Oma, apa kau baik-baik saja?" tanya Nadira dengan nada khawatir, dan mengajak wanita paruh baya itu duduk agar ia bisa memeriksa apa kah ada luka atau tidak


"Aku tidak apa-apa Nadira" ucap oma seraya tersenyum ke Nadira dengan nada yang menenangkan, karena ia tahu dari wajah Nadira terlihat sangat cemas


"Syukur lah, Maafkan aku sekali lagi" ucap Nadira seraya menunduk


"Sudahlah, ayo kita lanjutkan perjalanan" Ucap Oma seraya berdiri, Nadira pun mengikut


Keduanya berjalan cukup lama dan Nadira banyak bertanya pada warga yang melintas apa kah mereka tahu alamat yang sedang ia cari atau tidak.Hingga sampai lah mereka dikediaman Oma


"Wah besar sekali rumah ini, bahkan rumah paman pun tidak ada apa-apanya dengan ini" batin Nadira seraya menatap lekat rumah megah tersebut


"Ah Terima Kasih nak, mungkin jika tidak ada kau aku tidak akan bisa pulang" ucap Oma seraya tersenyum


"Tidak masalah Oma" balas Nadira dengan senyuman yang hangat


"Ayo masuk dulu" ucap Oma, belum sempat Nadira menjawab Handphone Nadira berbunyi


KRINGGG...


"Permisi sebentar oma aku ingin mengangkat telfon"ucap Nadira dan segera menjauh,setelah ia lihat tertera di layarnya nama "ibu"...

__ADS_1


👵: " Hallo Nadira "


👩: "Iya ibu,ada apa? "


👵: "Bagimana nak, apa kau mendapat pinjaman? "


👩: "Belum ibu, aku akan mengabari ibu saat sudah mendapatkan nya"


👵: "Baiklah, hati-hati dan jangan lupa makan nak"


👩: "Baiklah ibu, ibu juga jangan lupa makan"


setelah itu sambungan terputus dan Nadira kembali lagi ke hadapan Oma


"Ayo masuk dulu Nadira" ucap oma dengan senyuman


"Ah Oma tidak Terima Kasih lain kali saja" ucap Nadira dengan lembut, ia teringat ia harus cepat mencari pinjaman


"Ayolah masuk dulu, tidak baik menolak tawaran seseorang" ucap oma dengan memasang wajah cemberut agar Nadira mau masuk terlebih dahulu


Ia pun masuk ke dalam rumah megah itu dengan Oma disamping nya. Para pelayan menunduk ketika melihat mereka, Nadira yang melihat itu merasa risih...


"Rumah ini memang sangat luar biasa" batinnya ketika masuk ke dalam rumah, namun lagi-lagi rasa khawatir itu muncul dan terlihat jelas di wajah nya yang cantik itu


"Ada apa nak? kenapa kau terlihat sangat khawatir setelah mengangkat telfon tadi? " ucap oma setelah duduk dikursi samping Nadira


"A-aku tidak apa-apa Oma" ucapnya seraya mencoba tersenyum


"Ayolah cerita saja, aku tahu kau sedang mengkhawatirkan sesuatu" ucap Oma pada Nadira dengan menatapnya lekat


"Anggap saja aku ini nenek mu "lanjut oma dengan senyuman pada nadira


" Ayah ku... hiks... hiks"tangisan Nadira pecah ia sudah mencoba menahannya namun selalu teringat ayahnya yang terbaring tak sadarkan diri

__ADS_1


"kenapa dengan ayah mu nak? " tanya oma pada Nadira


Nadira pun menceritakan semua nya dengan air mata yang terus keluar, entah mengapa setelah cerita ia merasa lega, Nadira ingin menceritakannya namun tak tahu pada siapa hingga Oma memaksanya dan ia pun menceritakannya


"Jadi begitu...baiklah tunggu disini" ucap Oma dengan nada yang menenangkan Nadira,Oma pergi sebentar lalu kembali lagi dengan membawa sebuah amplop, dan diberikan kepada Nadira dengan senyuman yang lebar


"Apa ini? " tanya Nadira tidak paham


"Buka saja nak" balas oma, lalu Nadira membukanya dan ia tercengang dengan isinya


"Oma ini untuk apa?banyak sekali" ucap Nadira dengan nada tak percaya


"itu untuk mu,anggap saja itu rasa Terima kasih karena telah membantu ku Nadira" ucap Oma dengan senyuman


"Tidak aku ikhlas menolong mu" Tolak Nadira dan memberikan amplop itu pada Oma lagi namun dengan cepat oma menarik tangan nya


"Kalau begitu ambillah untuk operasi dan perawatan ayahmu" ucap Oma setelah itu


"sungguh? Terima Kasih hiks.. hikss... aku akan mengembalikannya jika aku sudah mempunyai uang nanti" ucap Nadira dengan tangisan nya yang kesekian kalinya hari ini, dan ia pun memeluk oma dan dibalas oleh oma


"Tak perlu kau kembalikan" Jawab oma pada Nadira


"Tidak,ibu ku tidak mengajari ku untuk mengemis pada orang lain, biar kan aku berusaha untuk menggantikannya nanti" Jawab balik Nadira pada Oma


"sungguh gadis yang baik, kuharap kau mendapatkan pria yang baik untuk mu kelak, dan andaikan pria itu cucu ku Fero aku akan sangat senang" Batin Oma dengan tersenyum


"Baiklah nak, kau boleh menggantinya jika sudah mempunyai uang nanti, dan maaf aku tak bisa menjenguk ayah mu" ucap Oma


"Tak apa-apa Oma, bantuan mu ini sudah sangat berarti bagi kami" Balas Nadira dengan Senyum sangat bahagia


"Baiklah aku permisi dulu, ibuku sudah menunggu ku" Ucap Nadira lagi dan langsung berpamitan untuk kembali ke rumah sakit


"ah iya aku harus mengabari ibu" batin Nadira dan langsung meronggoh kantung celananya untuk menelfon ibunya

__ADS_1


👩: "Hallo ibu aku sudah mendapatkan pinjaman"


Bersambung


__ADS_2