
"MAU APA KAU KEMARI?BERANI SEKALI KAU DATANG KEMARI!!!" ucap Paman Nadira dengan tatapan tajamnya dan suara yang sangat sinis karena tak suka dengan kedatangan Nadira
"Paman tolong bantu kami hiks... hiks... ayah mengalami kecelakaan, ia harus dioperasi secepatnya hiks.. hiks.. " ucap Nadira sembari memohon pada pamannya untuk memberikan ia pinjaman
"HAHAHAHAHAHA....sungguh malang nasib kalian HAHAHAHA, aku tidak akan menghancurkan kesenangan ku, jadi aku tak akan membantu kalian sepeser pun" ucap Paman Nadira dengan tertawa mengejek nya
"Paman tolong kami sekali saja,ayah ku juga kakak mu, kakak kandung mu, kalian memiliki hubungan darah tega sekali dirimu membiarkan kakak kandung mu sendiri dalam keadaan seperti ini dan kau malah menertawakan nya, dimana hati mu????!KAU SUNGGUH TAK MEMPUNYAI HATI DAN PERASAAN,ia juga keluarga mu tak ada yang lebih penting dari keluarga, kau mempunyai segalanya namun bagaimana dengan keluarga mu? disaat seperti ini kau saja tak ingin membantu hiks.. hiks" ucap Nadira dengan tangis yang pecah membayangkan ayah yang berada di rumah sakit tak sadarkan diri
"Apaaa? Aku tak mempunyai perasaan? HAHAHAHAHA, kau tak tahu apa yang terjadi selama ini...Orang tua ku selalu membandingkan ku dengan ayah mu itu!.. aku hidup di dunia ini.. iya memang aku hidup namun seperti tak dianggap oleh mereka, mereka hanya mementingkan ayahmu saja tanpa memandang ku sedikitpun!!!!, saat itu aku masih bersabar kecemburuan ku masih dikalahkan oleh rasa cintaku pada kedua orang tua ku walau mereka tak pernah memandang ku!!!!.... hingga saat ujian kelulusan aku mendapat kan nilai terbaik disekolah itu, dimana itu juga sekolah ayahmu, ayahmu mendapatkan nilai jauh lebih rendah dari ku,lalu orang tua ku memarahi diriku karena tak membantu ayahmu dalam ujian!!! rasa sakit hati kala itu muncul,aku terlalu bodoh sebelumnya namun saat itu aku bukan lah diri ku yang sebelumnya yang selalu sabar jika dibandingkan dengan ayahmu, rasa sabar itu telah hilang dan tergantikan oleh rasa sakit.. hingga orang tua kami meninggal karena kecelakaan sebab AYAH MU NADIRA!!!!!" Teriak Paman Nadira padanya, pernyataan yang diberikan pamannya sungguh membuat nya tercengang, ia tak mempercayai itu
"Tidak!!! tidak mungkin ayahku melakukan itu, ia orang yang baik!" teriak nadira pada pamannya
"Itulah kenyataan,yang terlihat baik didepan belum tentu baik dibelakang cih" ucap paman Nadira dengan senyum sinis nya
__ADS_1
"Kau salah hiks... tak mungkin... hiks" tangisan nadira tak bisa dibendung lagi oleh nya
"Sudah lebih baik kau pergi dari sini!!! Dan ingat aku tak akan pernah membantu kalian sepeserpun camkan itu!!! " tegas paman Nadira dan menggusir Nadira dari kediamannya
Nadira pun berlari keluar dari rumah pamannya... ia sungguh frustasi saat ini, ia belum mendapatkan pinjaman yang dibutuhkan
Ia pergi menuju taman yang biasa ia datangi saat sedang sedih tentang apapun itu...
"Tuhan bagaimana ini" batin Nadira dengan raut wajah frustasi
"Ah iya anda berada di taman X nyonya" ucap Nadira seraya memaksa senyumnya di hadapan wanita paruh baya itu
"Ah Terima Kasih Nak,namun bisakah kau menunjukkan arah untukku pulang, seperti nya aku tersesat saat ini" ucap wanita itu dengan wajah yang tampak bingung
__ADS_1
"Tentu bisa nyonya,mari aku bantu di mana alamat rumah mu? " tanya Nadira seraya berdiri dari tempat duduknya
"Ah di jalan Selada di Komplek ****" ucap wanita itu dengan bahagia karena akhirnya ada yang mau membantunya
"Baiklah nyonya mari aku antar " ucap Nadira lalu menggandeng tangan wanita itu
"Jangan panggil aku nyonya nak, panggil aku oma saja, dan siapa nama mu? " ucap wanita itu sembari berjalan bersama Nadira
"Namaku Nadira nyon... ah Oma" ucap Nadira dengan tersenyum lembut
"nama yang bagus" batin wanita paruh baya itu dengan senyum nya yang tampak terus mengembang
***CIIIIITTTTTTT......
__ADS_1
"AAA AAAAA**....... "
Bersambung*...