Kamu hanya untukku

Kamu hanya untukku
BAB 7


__ADS_3

Matahari mulai naik,cahaya rembulan mukai menghilang.


KRINGG... bunyi alarm dari handphone Nadira sudah mulai terdengar, namun Nadira belum terbangun, sedangkan Alexa sudah bangun dari subuh


"Astaga Nadira, ayo bangun ini sudah pagi, aku fikir kau sudah bangun,ayo cepat Nadira" ucap Alexa seraya menguncang tubuh Nadira,Alexa terkejut melihat Nadira masih tertidur lelap padahal ia harus pergi bersama Alexa untuk mendaftar kerja pagi ini..


"5 menit lagi Alexa... Hoammm" ucap Nadira setengah sadar


"HEY! apa kau lupa kau akan ikut bersama ku ke kantor untuk mendaftar kerja hah?" ucap Alexa dengan nada kesal karena Nadira belum kunjung bangun padahal dirinya sudah siap


"Ini masih terlalu pagi Alexa" ucap Nadira dengan mata yang masih tertutup


"Ini sudah mau jam 7.00 apa kau tahu?! " ucap Alexa dengan sedikit berteriak sangking kesalnya pada Nadira


"APAAAA?!! KENAPA KAU TIDAK MEMBANGUNKAN KU DARI TADI SIH" ucap Nadira dengan sedikit tersentak,lalu berhamburan ke kamar mandi


"Aku sudah membangunkan mu dari tadi kau saja yang susah dibanggakan,dari tadi juga Alarm sudah berbunyi kau tetap saja setia pada mimpimu ckckckck" ucap Alexa seraya berdecak kesal


Nadira langsung bersiap-siap secara kilat,dan hanya memakan sepotong roti.


"Ah apa lagi ya? " Ucap Nadira seraya berfikir mengingat-ingat apa ada barang yang tertinggal atau tidak

__ADS_1


"Sudahlah kau sudah memeriksanya berkali-kali semalam aku yakin tidak ada yang tertinggal, masalah kita akan rumit jika kita tidak berangkat sekarang" ucap Alexa


Mereka pun berangkat menggunakan mobil Alexa,Nadira menginap di rumah Alexa, tadinya ia tak ingin pulang dari rumah sakit dan berniat menemani ibunya, namun ibunya menyuruhnya pulang karena tahu bahwa Nadira akan mendaftar kerja esoknya.


"Wajahmu terlihat sangat gugup" ucap Alexa namun tetap melihat ke arah jalan


"Bagaimana tidak, aku harus mendapatkan pekerjaan ini, gajihnya cukup besar,dapat untuk mencicil hutang dan biaya hidup kami Alexa" ucap Nadira, setelah itu keadaan menjadi sunyi


Sampailah mereka di depan gedung yang sangat besar dan mewah


"Besar sekali" batin Nadira


"Ayo masuk" ucap Alexa seraya menarik Nadira untuj mengajaknya masuk


"Iya aku tahu kau lanjutkan saja pekerjaan mu Alexa, dan yah Terima Kasih untuk kesekian kalinya"ucap Nadira dengan senyum yang mengembang


"Baiklah semoga beruntung"ucap Alexa seraya pergi ke meja kerjanya


•••••••••••••••••••••••••••


" hmmm aku harus cepat jika tidak ingin menunggu teralu lama"batin Nadira dan ia berjalan dengan cepat,namun matanya masih merogoh tas nya untuk menemukan handphone nya

__ADS_1


BRUKKKK....


"Ah maaf kan aku, maafkan aku" ucap Nadira dengan nada cemas,karena tak melihat jalan ia menabrak seorang pria dengan wajah yang sangat tampan siapapun yang melihat nya pasti akan tergila-gila kecuali Nadira, yah Nadira selalu tidak peduli dengan hal semacam itu.


"Kau punya mata tidak nona?" ucap pria itu seraya merapihkan kertas-kertas miliknya yang terjatuh


"Maafkan aku, aku buru-buru dan tak melihat jalan" ucap Nadira namun masih belum menoleh ke arah pria itu, karena ia juga membereskan kertasnya yang terjatuh. Setelah beres ia langsung pergi tanpa melihat siapa pria yang ia tabrak


"Dasar wanita bodoh,sudah menabrak lalu pergi begitu saja" grutu pria itu seraya bangun dari membereskan kertasnya.Ucapan pria itu masih bisa di dengar oleh Nadira, spontan Nadira langsung membalikkan badan


"HEY! aku kan sudah meminta maaf tadi, argh sudah lah berbicara dengan mu sepertinya hanya membuang waktu ku, baiklah semoga kita tak bertemu lagi. " ucap Nadira dengan nada kesalnya karena grutuan pria yang tak sengaja ia tabrak tadi


"wanita yang menarik" batin pria itu dan tanpa sadar senyum tipis terukir dibibirnya padahal banyak rumor yang mengatakan bahwa ia bersifat dingin, ya memang benar begitu, namun kejadian yang baru terjadi tadi membuat nya tak sengaja tersenyum melihat Nadira


"Huft...untung aku tak terlambat" ucap Nadira lega, lalu duduk diruang tunggu.


Sudah banyak yang duduk di sana banyak wanita-wanita cantik yang mendaftar.


"Hey apa kau sudah dengar bahwa presdir disini sangat tampan" ucap seorang wanita dibelakang Nadira yang tengah berbicara pada temannya


"Ah iya, itu lah alasan aku mendaftar -kyaaa" balas wanita disebelahnya lagi sembari membayangkan presiden perusahaan KXG Group

__ADS_1


Nadira yang mendengar percakapan keduanya hanya bersikap acuh saja,ia tak tertarik untuk ikut berbicara, toh dia juga tidak mementingkan siapa presdir perusahaan itu...


Bersambung....


__ADS_2