
๐ธ๐ธSetiap kebersamaan pasti akan berakhir, tapi kebahagiaannya akan tetap abadi dalam kenangan indah kita.๐ธ๐ธ
๐ธ๐ธ๐ธ
Pagi pun tiba, Fey sudah selesai berdandan an berpakaian dia memakai rok dibawah lutut dan kemeja putih yang dilapisi oleh kardigan berwana coklat yang sangat cocok dikulitnya.
Reyhan mengirimkan pesan pada fey
09.15
"**Fey aku otw kerumah mu, 15 menit sampai"
"oke Rey atiati :)"
pesan dari Fey yang mengguna emoji seperti itu saja membuat Rey tersenyum betapa manisnya gadis tersebut.
๐ธ๐ธ๐ธ
"eh putri bunda udah cantik aja pagi - pagi gini" kata bunda Fey melihat Fey turun sudah berpakaian rapi.
"iya bunda Fey mau jalan sama teman. boleh kan bunda?" tanya Fey sambil memasng senyum manisnya.
"kalau bunda gak bolehin pasti kamu maksa buat bolehin kan" kata bunda sambil duduk dimeja makan.
"enggk juga sih bun, akan Fey gak mau melawan orangtua. takut dosa bunda..."
"iya deh iya bunda boleh bolehin aja tapi--"
"Tapi apa bunda" tanya Fey penasaran.
"Tapi yang ngajakin kamu jalan harus izin dulu sama bunda, salim bunda minta izin mau bawa anak gadisnya gitu..." Jelas bunda yang tanpaknya serius.
"Hah seriusan gitu bun, biasanya juga gak izin" kata Fey dengan nada cemberutnya
"karna biasanya kamu gak dandan cantik gini"
"Yaampun bunda, ini tu dandanan biasa bundakuu sayang"
__ADS_1
"pokoknya harus izin" kata bunda penuh penekanan.
"Iya deh bun"kata Fey mengalah karena tak pernah ingin mbantah bundanya.
Setelah percakapan Fey dan bundanya bunyilah klekson mobil, Rey memang meminjam mobil ayahnya untuk hari ini.
"Waduh mobil mewah siapa itu " tanya bunda segelah melihat ada mobil mewah didepan rumahnya.
Fey dan bundanya pun keluar.
Sebenarnya Reyhan sangat gugup melihat wanita yang disamping Fey dari dalam mobil dan Fey pun tak langsung datang padanya, tapi dia harus jadi seorang lelaki yang berani gak pengecut.
Reyhan pun turun dan menyapa bundanya Fey.
Sewaktu Rey turun dari mobil menuju teras rumahnya Fey
" Ku kok gak bilang udah punya pacar ganteng begini " kata bunda sambil berbisik
"bukan pacar" kata Fey juga berbisik
"ihhh apaan sih bun-_-"
"Hallo tante saya Reyhan teman sekelasnya Fey" kata Reyhan sambil menyalami bunda.
"Oh nak Reyhan, mau kemana sama Fey?" tanya bunda sambil terseyum.
"Saya mau ajakin Fey jalan jalan bentar aja tante---" kata Reyhan dengan wajah yang sudah panas karena malu dan tak tau mau bilang kemana.
Reyhan bingung dia harus bilang mau kemana kepada ibunya Fey karena tidak mungkin dia bilang ' rahasia bun ' pikirnya.
"oohh yaudah silakan nak lama juga boleh tapi jangan pulang malam malam yaa" kata bunda
"iya tante makasih"
"iya sama - sama ganteng " kata bunda memperlebar senyumannya.
"Kita pergi yaa bunda"
__ADS_1
"iya putri bunda hati hati yaa"
๐ธ๐ธ๐ธ
"Ibu kamu ramah yaa Fey " kata Rey membuka percakapan dimobil
"Iya dong, kamu gak lihat bibitnya juga ramah" kata Fey sambil menunjuk dirinya yang memasang senyum manisnya.
"iya-iya bilang makasih keibu mu, karena kamu kan bibit dari dia sama papa mu"
"Hahaha iya yaa harusnya aku bilang makasih yaa. tapi aku itu bibit bunda aja, kalau papa dari kecil aku gak tau papa aku siapa"
"eh serius maaf Fey aku gak tau--"
"iya gpp kan kamu gak tau " kata Fey sambil tersenyum"
Sepanjang perjalanan Fey dan Rey saling berbagi cerita satu sama lain dan tertawa bersama.
"oke kita sampai "
"Akhirnya sampai juga, kita dimana ini Rey"
"Ini adalah wilayah yang dibeli ayahku, dulu disini ada bangunan sekolah dasar dan aku dulu sempat sekolah disini tapi --" Reyhan tak melanjutkan ceritanya dan sepertinya Fey mengerti akan satu hal, Rey terluka.
"Wahhh bagus juga yaa pemandangan disini,Foto yok Rey" kata Fey mengalihkan pembicaraaan mereka tadi.
"Gak, aku gak suka Foto"
"Yaampun Rey zaman sekarang siapa sih yang gak suka Foto,ayok Rey..."
karena tidak ingin berdebat panjang Rey mengikuti kemauan Fey.
๐ธ๐ธ๐ธ
Happy reading guys jangan lupa like dan dukungannya serta tinggalkan jejak kelian yaa :)
__ADS_1